• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Windows 10 Bikin Lemot, Microsoft Kena Denda Rp 132 Juta

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ? Sistem pembaruan otomatis Windows 10 membuat Microsoft terpaksa membayar denda sebesar USD 10 ribu atau sekitar Rp 132 juta.

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Penerima denda tersebut adalah Teri Goldstein, yang menuntut Microsoft akibat komputernya secara otomatis mengunduh Windows 10. Parahnya, setelah memperbarui OS-nya ke Windows 10, komputernya menjadi lambat dan sering crash.

Masalah ini membuatnya menderita kerugian dari pekerjaannya sebagai seorang travel agent, yang kemudian memaksanya untuk membeli komputer anyar, demikian dikutip detikINET dari Seattle Times, Selasa (28/6/2016).

Goldstein sebenarnya sempat menghubungi pelayanan pelanggan Microsoft, namun tak mendapat jawaban memuaskan, yang membuatnya kemudian melaporkan hal ini ke pengadilan. Microsoft memang akhirnya tak melakukan pembelaan dan memilih untuk membayar Goldstein USD 10 ribu.

Namun ini bukan berarti Microsoft mengaku bersalah, karena menurut juru bicara perusahaan asal AS itu mereka tak melakukan pembelaan karena tak ingin memperpanjang perkara ini.

Sebelumnya, Microsoft juga diprotes di China karena masalah yang sama, yaitu memaksa penggunanya untuk memperbarui sistem operasinya ke Windows 10. Protes terhadap Microsoft itu diposting oleh para pengguna di jejaring media sosial Weibo, yang saat itu jumlah postingannya sudah mencapai 1,2 juta.

Microsoft disebut memaksa upgrade karena laman pop up untuk meng-upgrade ke Windows 10 tak menampilkan opsi untuk menolak upgrade tersebut, melainkan hanya opsi untuk melakukan upgrade tersebut di lain waktu.

Microsoft diprotes di China karena memaksa penggunanya untuk memperbarui sistem operasinya ke Windows 10.

Protes terhadap Microsoft itu diposting oleh para pengguna di jejaring media sosial Weibo, yang jumlah postingannya disebut sudah mencapai 1,2 juta, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (27/5/2016).

Microsoft disebut memaksa upgrade karena laman pop up untuk meng-upgrade ke Windows 10 tak menampilkan opsi untuk menolak upgrade tersebut, melainkan hanya opsi untuk melakukan upgrade tersebut di lain waktu.

Lebih parah lagi, di komputer yang menjalankan Windows jadul sistem itu akan secara otomatis mengunduh dan menginstal Windows 10 jika pengguna tak mengindahkan laman pop up tersebut.

“Perusahaan itu (Microsoft) sudah menyalahgunakan posisinya yang dominan di pasar dan merusak sistem fair play,” ujar Zhao Zhanling, penasihat Internet Society of China.

Menurut Zhanling, pengguna mempunyai hak untuk menggugat Microsoft, karena mereka tak menghargai hak penggunanya untuk memilih. Microsoft pun disebutnya bisa mendapat keuntungan dari pemaksaan upgrade OS itu.

Lebih parah lagi, di komputer yang menjalankan Windows jadul sistem itu akan secara otomatis mengunduh dan menginstal Windows 10 jika pengguna tak mengindahkan laman pop up tersebut. (asj/ash)

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : detik.com

Tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.