• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Virtual Reality, Teknologi Masa kini dan masa Depan untuk Beli Properti Dan berbagai macam kebutuhan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ? Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini membeli atau menyewa rumah menjadi semakin mudah. Jika dulu sebelum membeli rumah kita harus datang langsung ke lokasi untuk mensurvei melihat kondisi bangunan, maka kini ada teknologi yang memungkinkan kita bisa membeli rumah tanpa harus berada di lokasi dibangunnya proyek perumahan. Teknologi itu disebut Virtual Reality (VR).

[box type=”shadow” ]Virtual Reality merupakan teknologi yang dapat membuat pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer. Dan ke depannya diperkirakan teknologi ini akan banyak digunakan oleh pencari properti untuk menemukan properti impian mereka.[/box]

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ? Menurut Managing Director portal properti global Lamudi Indonesia, Mart Polman, tidak akan lama lagi perusahaan real estate akan banyak menggunakan teknologi inovatif ini.?

?Dengan alat ini investor akan mendapatkan kesempatan agar bisa mengetahui tentang properti yang ingin mereka beli dan kemudian berpikir untuk berinvestasi. Ke depannya nanti Anda akan melihat orang-orang akan bertransisi, dengan melihat properti secara online dari portal properti seperti Lamudi dan melakukan transaksi jual beli dari rumah,? ujarnya.

Namun kendalanya menggunakan teknologi canggih seperti VR ini, kata Polman, membutuhkan biaya mahal. Dan bagi sebagian besar perusahaan properti langkah logis yang bisa dilakukan saat ini adalah mengambil foto dengan menggunakan kamera panorama 3D. Ke depannya ketika proyek besar sudah diminati oleh investor maka Anda bisa memberikan jaminan untuk menggunakan VR sebagai bagian dari penjualan.

Di masa depan tampaknya mencari dan membeli properti menjadi hal yang sangat mudah, bahkan dengan menggunakan teknologi VR ini Anda pun bisa membeli properti di negara lain tanpa harus repot-repot pergi ke negara yang bersangkutan, karena Anda bisa melakukannya di dalam rumah sambil menyeruput kopi dan menonton televisi.

Seorang perempuan mengenakan kacamata virtual reality (VR). (Shutterstock)
Seorang perempuan mengenakan kacamata virtual reality (VR). (Shutterstock)

Teknologi VR di Film Dewasa, Inilah Pihak yang Paling Direpotkan

“Kerap kali, mereka harus mengulang adegan hingga beberapa kali”.

Teknologi kamera realitas virtual (virtual reality/VR), selain merambah dunia produksi game, kini mulai pula dipakai di industri film porno. Ternyata, penggunaan kamera canggih tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemeran film biru, khususnya para aktor.

Hal itu terungkap dalam acara tanya jawab para karyawan situs dewasa Pornhub dengan netizen dalam forum Reddit AMA, Senin awal pekan ini. Para karyawan ditanyai apakah para aktor film biru harus mengenakan perangkat kamera realitas virtual yang merepotkan dan membatasi ruang gerak.

“Betul,” jawab seorang karyawan bernama Corey.

“Saya dengar para aktor mendapat banyak masalah ketika harus mengenakan perangkat berat tersebut di dada mereka.

Kerap kali, mereka harus mengulang adegan hingga beberapa kali,” lanjut Corey.

Kecenderungan manusia yang ingin mencoba dan menikmati teknologi baru menjadikan pornografi sebagai salah,

satu industri pertama yang jadi ladang uang bagi para produsen teknologi realitas virtual. Pasalnya, teknologi ini menawarkan sudut pandang menarik, di mana si pengguna dapat merasa seolah-olah berada dalam film dan ikut terlibat dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi.

“Ini (teknologi realitas virtual) akan memainkan peran penting dalam masa depan industri dewasa, game, hiburan, dan lain-lain,” kata karyawan lain bernama Brett.

Independent melansir, para produsen perangkat realitas virtual seperti Oculus Rift, HTC Vive, dan Sony Playstation VR akan meraup pendapatan hingga 895 juta Dolar Amerika Serikat tahun ini.

Dalam industri perfilman, sejauh ini, teknologi ini baru digunakan untuk tujuan promosi. Sebagai contoh adalah video pendek realitas virtual yang dibuat untuk promosi film fiksi ilmiah yang dirilis beberapa waktu yang lalu, Interstellar. Namun, karya-karya lain diprediksi akan muncul karena para pembuat film mulai membiasakan diri dengan perangkat tersebut. (Independent)

Ilustrasi VR (Shutterstock)
Ilustrasi VR (Shutterstock)

Pakai VR Bisa Bikin Mual

Perangkat Virtual Realty (VR) bisa menjadi tidak aman

Perangkat Virtual Realty (VR) sudah mulai dikenal pasar luas,

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaannya, karena jika tidak dipakai sesuai aturan maka perangkat tersebut tidak aman.

VR merupakan hardware rumit dan harus digunakan sesuai fungisnya dan akan berdampak buruk jika,

sampai digunakan pihak yang tidak bertanggung jawab. Saat menggunakannya, ada beberapa efek samping dan hal yang harus diperhatikan.

Beberapa orang yang menggunakan VR kerap merasa mual dan pusing Tapi kondisi ini dirasa saat awal menggunakan perangkat tersebut.

Hal ini dirasakan oleh beberapa orang dan tergantung dari jenis permainannya. Kondisi tersebut biasanya dirasa saat melakukan permainan yang membutuhkan banyak gerak.

Dalam manualnya, disebutkan pengguna VR harus sering istirahat atau tidak bisa digunakan secara terus menerus.
Anda juga dapat menyesuaikan fit dari headset, yang tidak selalu mudah, seperti mengencangkan ,atau melonggarkan tali, ditambah memperbaiki jarak fokus, atau bahkan jarak mata.

Beberapa pengembang game secara perlahan mengeluarkan desain permainan yang menekan rasa mual. VR dapat memiliki efek neurologis karena gerakan simulasi yang menakutkan realistis.

“Simulator sickness” adalah kondisi yang diderita dalam simulasi penerbangan, dan “sakit virtual reality” telah ada sejak hadirnya VR.

Selain itu, pengguna VR tidak dapat melihat apa-apa di sekitar Anda, termasuk TV atau anggota keluarga Anda. Motion-sensing sistem VR seperti Oculus Rift,

HTC Vive dan PlayStation VR menuntut penggunanya untuk berdiri, merunduk, ayunkan lengan, dan sebentar berjalan, semua itu dilakukan dengan headset di kepala.

HTC Vive memiliki kamera passthrough, yang dapat melihat di sekitar Anda, dan sensor yang dapat memberitahu Anda ketika sudah mendekati dinding.

Tetapi fitur kamera ini tidak selalu berfungsi. Kondisi ini tentu tidak hanya dapat menyederakan pengguna tapi juga orang di sekitar.

Oculus memperingatkan untuk menjaga Rift di luar jangkauan dari anak-anak dan hewan peliharaan. Selain itu, ada peringatan untuk memindahkan objek atau orang-orang keluar dari ruang Rift.
Dua hal itu setidaknya bisa menggambarkan penggunaan perangkat VR tidak aman, jika Anda tidak memperhatikan benar-benar buku petunjuknya. (Cnet)

sumber : suara.com

rhdn – PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.