• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Ulasan Film : Finding Dory, Menemukan Arti Keluarga

finding dory pt rifan financindo berjangka

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – “Keep swimming, keep swimming.”
Dgn jargon yg mengandung semangat positif itu Dory (Ellen DeGeneres) membantu Marlin (Albert Brooks) menemukan putranya Nemo dlm Finding Nemo (2003). Mereka berkelana smp ke perairan Australia. Tapi bagaimana dengan Dory sendiri?

Sudah lama ikan ikonik berwarna biru itu tidak kenal orang tuanya. Apalagi ia punya kondisi memori yg cepat lupa. Kini dlm Finding Dory (2016), giliran Marlin & Nemo (sekarang disuarakan Hayden Rolence) yg membantu Dory menemukan orang tuanya. Perairan demi perairan lagi2x mereka jelajahi. Kali ini mereka menuju The Jewel of Morro Bay, California. Di sana Marlin & Nemo mencoba membuat Dory mengingat hal sekecil apa pun tentang orang tuanya.

Namun Dory mendadak terpisah dari Marlin & Nemo. Ia yg mudah terdistraksi, tertangkap tgn manusia & berakhir di Monterey Marine Life Institute, sebuah tempat karantina bagi ikan2x yg sakit. Di sana ia bertemu gurita berkaki tujuh Hank (Ed O’Neill), paus betina yg rabun dekat Destiny (Kaitlin Olson), & paus Beluga yg kehilangan kemampuan biosonar bernama Bailey (Ty Burrell). Mereka kini membantu Dory bukan hanya untuk menemukan keluarganya, tetapi juga Marlin & Nemo.

Seperti dlm film sebelumnya, lika-liku harus mereka lalui terlebih dahulu. Tapi justru itulah yg membuat masing2x belajar. Andrew Stanton sbg sutradara lagi2x menghadirkan pengalaman dari sudut pandang makhluk laut. Konten kekeluargaan masih terasa kental, bahkan lebih mengharukan. Dory yg selama ini dikenal ceria & cuek, bisa menularkan arti keluarga.

Di balik sikap riang Dory, ia punya kepedulian tinggi pada sahabat2xnya, bahkan seluruh makhluk laut. Padahal, dirinya sendiri nyaris tak pernah mengenal orang tua. Tapi di sisi lain, keceriaan Dory sangat menghidupkan film. Celotehannya yg cerewet mampu menutupi kesedihan yg sebenarnya ia rasakan. Ingatannya yg pendek pun masih sering membuat tertawa.

Stanton tidak salah menjadikan Dory karakter utama dlm sekuel yg rilis 13 thn setelah film pertamanya itu. Dari segi visual pun, Finding Dory terasa sangat enak ditonton. Animasi 3D-nya terasa nyata. Kisah Dory sudah dapat disaksikan di jaringan bioskop Indonesia mulai hari ini, Kamis (16/6).

Khusus di Indonesia, film itu akan hadir dlm 2 bahasa. Versi Indonesia dipulihsuarakan oleh dubber profesional. Tapi penonton jg bisa mendengar suara Syahrini sbg Destiny & Raffi Ahmad yg menjadi Bailey. Di satu sisi, bahasa Indonesia bisa membuat anak2x Indonesia lebih cepat memahami ceritanya. Namun di sisi lain, bagi penonton yg lebih dewasa itu justru melemahkan kekuatan asli cerita karena terdengar aneh. Silakan memilih sebelum masuk bioskop, menonton Finding Dory atau Mencari Dory. (Prz)

Tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.