• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Armada Laut China Buntuti Kapal Induk Amerika di Pasifik

stennis pt rifan financindo berjangka

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Sebuah kapal pengintai China membayangi kapal induk Amerika Serikat, John C. Stennis, di perairan Pasifik Barat, yg tengah meluncurkan latihan militer dgn kapal perang Jepang & India. Latihan bersama & unjuk kekuataan di laut ini digelar menyusul kekhawatiran AS & Jepang akan sikap China yg terus memperluas pengaruhnya ke perairan Pasifik Barat, melalui pengerahan kapal selam & kapal permukaan, guna memperkuat klaimnya di Laut China Selatan. Dilaporkan Reuters pada Rabu (15/6), Beijing menilai bahwa akses ke Samudera Pasifik sangat penting, baik sbg jalur suplai ke seluruh lautan di dunia maupun untuk proyeksi kekuatan angkatan laut.

Stennis, kapal induk AS dgn berat 100 ribu ton yg membawa sejumlah jet tempur F-18, bergabung dgn sembilan kapal angkatan laut lainnya, termasuk kapal induk Jepang yg membawa beberapa helikopter & frigat India di lepas pantai pulau Okinawa, Jepang. Dlm latihan militer yg disebut Malabar itu, sejumlah pesawat patroli yg diluncurkan dari berbagai pangkalan udara Jepang juga turut berpartisipasi.

Pejabat Pasukan Pertahanan Maritim memaparkan bahwa kapal induk Stennis akan berlayar terpisah dari kapal lain, & bertindak sebagai “umpan” untuk membuat kapal pengintai China menjauh dari latihan militer yg akan berlangsung selama 8 hari. Stennis sebenarnya sudah dibayangi oleh kapal China sejak berpatroli di Laut China Selatan. Akses China ke kawasan Pasifik Barat dibatasi oleh sekitar 200 pulau yg membentang dari daratan utama Jepang hingga ke Laut China Timur, sekitar 100 km dari Taiwan. Jepang memperkuat sejumlah pulau itu dengan stasiun radar & rudal antikapal.

Dgn bergabung dlm latihan militer ini, Jepang memperdalam aliansi yang diharapkan mampu untuk meredam kekuatan China di kawasan yang terus berkembang. Ketegangan antara Beijing & Tokyo baru-baru ini meningkat setelah sebuah kapal perang China untuk pertama kalinya berlayar memasuki perairan Jepang di dekat kepulauan yg dipersengketakan di Laut China Timur. Kepulauan sengketa, yg dikenal dengan nama Senkaku di Jepang & Diaoyu di China, membentang sepanjang 220 km sebelah timur laut dari Taiwan.

Khawatir akan sejumlah tindakan maritim China di kawasan itu, Angkatan Laut Armada Ketiga AS berencana mengirim lebih banyak kapal ke wilayah Asia Timur untuk bekerja sama dgn Armada Ketujuh asal Jepang. Sementara bagi India, latihan militer ini merupakan kesempatan untuk unjuk kekuatan di dekat pesisir timur China & sinyal atas ketidaksenangannya terhadap peningkatan aktivitas angkatan laut China di Samudera Hindia. India juga mengirimkan 4 kapal angkatan lautnya yg melintasi Laut China Selatan & berhenti di Filipina & Vietnam, dlm perjalanan menuju kawasan tempat latihan militer itu digelar. (Prz)

Antisipasi Agresi China, AS Tingkatkan Armada Laut di Asia

kapal pt rifan financindo berjangka

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Amerika Serikat akan meningkatkan jumlah armada tempur laut mereka di perairan Asia Timur & Jepang. Langkah ini diambil menyusul ketidakpastian kondisi keamanan di kawasan akibat ketegangan sengketa Laut China Selatan. Seperti diberitakan Reuters, Rabu (15/6), Armada Ketiga Angkatan Laut AS akan mengirimkan tambahan kapal perang ke Asia Timur untuk mendampingi Armada Ketujuh yg berbasis di Jepang. Armada Ketiga Angkatan Laut AS, Grup Aksi Permukaan Pasifik, yg terdiri dari kapal2x penghancur bersenjata rudal pemandu seperti USS Spriance & USS Momsen diturunkan ke Asia Timur pada April lalu.

Penambahan kapal perang ke armada ini disampaikan pejabat AS yg enggan disebut namanya. Dia mengatakan kapal2x ini nantinya akan melakukan berbagai operasi, namun tidak merincinya. Armada Ketiga yg berbasis di San Diego, California, memang rutin beroperasi di bagian timur Samudera Pasifik. Komandan Armada Pasifik AS, Laksamana Scott Swift mengatakan, peningkatan kekuatan di perairan itu diperlukan di tengah “ketidakpastian & kekhawatiran di kawasan”, diduga akibat perilaku China yg mulai agresif.

Swift mengatakan bahwa mereka memerlukan total 140 ribu pelaut, lebih dari 200 kapal & 1.200 jet tempur untuk Armada Pasifik. Negara2x di kawasan Asia mulai resah dgn pergerakan China di laut sengketa. China membangun pangkalan udara & melakukan reklamasi daratan di Laut China Selatan, wilayah yg juga diklaim juga oleh Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei.

Kehadiran pasukan AS di perairan itu membuat China berang. Pemerintah Beijing mengatakan patroli AL AS telah melakukan provokasi dgn masuk ke wilayah Laut China Selatan yg mereka klaim. AS berdalih, patroli dilakukan untuk melindungi kebebasan navigasi di wilayah perdagangan senilai US$5 triliun itu.(Prz) -?PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA