• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

4 Kesalahan Umum Saat Memakai Kartu Kredit

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta,  Memiliki kartu kredit sebenarnya bukanlah sebuah hal yang mudah. Memiliki kartu kredit membutuhkan pengelolaan keuangan yang baik dan disiplin agar kamu tidak terjebak dalam utang.

Jika tidak disiplin mengelola keuangan pribadi, dengan kemudahan untuk memiliki kartu kredit saat ini, kartu kredit bisa membawa banyak kesulitan.

Faktanya banyak terjadi kesalahan umum di kalangan pemilik kartu kredit. Apa saja kesalahan umum dalam penggunaan kartu kredit? , Rabu (9/11/2016):

1. Tidak disiplin mengontrol penggunaan kartu kredit dan tagihannya

Tentukan batas maksimum transaksi yang boleh kamu ‘gesek’ setiap bulan. Lalu kontrol dan catat setiap pemakaian kartu kredit kamu.

Ketika jumlah pemakaian tersebut sudah mendekati batas maksimum yang kamu tentukan, ‘segel’ kartu kredit kamu. Bahkan jika perlu bagi kamu yang lemah menghadapi godaan belanja, tinggalkan kartu kredit di rumah.

2. Terlalu banyak memiliki kartu kredit

Semakin banyak Kartu Kredit yang kamu miliki, semakin sulit bagi kamu untuk mengontrol pengeluaran pada masing-masing kartu kredit. Dalam pelunasan kartu kredit pun kamu akan lebih direpotkan karena kamu perlu mengingat tanggal pelunasan masing-masing kartu agar tidak terlambat bayar!

Jika kamu memiliki kartu kredit lebih dari satu, catatlah setiap transaksi yang kamu lakukan, dan tanggal jatuh tempo tagihan pada setiap kredit yang kamu gunakan.

Uang tambahan

3. Menganggap kartu kredit sebagai ‘uang tambahan’

Kartu kredit bukanlah ‘berkah’, ‘rezeki’ ataupun ‘durian runtuh’.  Jika kamu tidak bijak dalam menggunakannya, yang ada justru hanyalah ‘malapetaka’. Ingatlah bahwa Kartu kredit hanyalah merupakan alat bantu pembayaran dan bukan pendapatan tambahan.

Kamu bisa berhutang kepada bank dengan menggunakan kartu kredit, tetapi cepat atau lambat hutang kartu kredit tersebut tentu harus kamu bayar! Kartu kredit hanya alat pembayaran untuk memudahkan kamu bertransaksi tanpa menggunakan uang tunai.

Namun sebelum tagihan telah jatuh tempo, kamu perlu melunasi tagihan tersebut agar kamu tidak terkena bunga tinggi.
4. Menggunakan kartu kredit untuk Semua belanja dan pembayaran

Tidak semua kebutuhanmu bisa dipenuhi dengan kartu kredit. Hanya jika ada program promo atau diskon harga, mungkin sebaiknya kamu menggunakan kartu kredit.

Ketika kamu berbelanja dengan kartu kredit, pihak penjual barang akan dikenakan biaya sebesar 2,5 persen-3 persen dari harga transaksi itu oleh pihak bank.

Untuk beberapa jenis produk (terutama yang margin labanya kecil), penjual barang tidak bersedia menanggung biaya tersebut, sehingga mengoper biaya tersebut kepada pembeli alias kamu.

Bahkan jika penjual barang tersebut tidak mengenakan charge, cobalah untuk bertanya apakah ada diskon untuk pembelian tunai. Seringkali kamu akan mendapatkan potongan harga yang lumayan untuk pembelian dengan menggunakan uang tunai.

Sumber – liputan6.com

rhd – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Masyarakat Berhak Mendapatkan Telepon Murah

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Lingkar Studi Mahasiswa (Lisuma) Indonesia memotori penurunan biaya interkoneksi antara operator. Dengan membangun posko, Lisuma juga menggalang tanda tangan.

Aksi itu dilakukan pada saat car free day di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (28/8). Selain itu, pernyataan sikap dilakukan revisi tarif interkoneksi dalam selembaran juga dibagikan ke warga.

“Agar masyarakat tau kebijakan pemerintah yang pro rakyat ini kita dukung bersama dan dikawal bersama rakyat,” kata Sekjen Lisuma, Al Akbar Rahmadillah dalam keterangan persnya yang diterima JPNN.com, Minggu (28/8).

Selain menuntut biaya interkoneksi, Lisuma juga menuntut Presiden Joko Widodo untuk membesarkan Telkom yang merupakan perusahaan BUMN.

Menurutnya, keberadaan Telkom yang merupakan penyelengara backbone nasional harus sejalan cita-cita pemerintah dengan memajukan E-Commerce Indonesia dan menjadi penghubung semua operator agar bisa melakukan pemantauandemi kedaulatan bangsa dan negara.

“Pastinya Telkom akan mendapatkan revenue yang lebih dari trafik transit interkoneksi,” katanya.

Seperti diketahui, Kementerian Kominfo mengeluarkan Surat Edaran No.115/M.Kominfo/PI.0204.08/2016. Surat tersebut berisi rencana penurunan biaya interkoneksi yang baru akan diberlakukan pada 1 September 2016.

Untuk saat ini, tarif dasar interkoneksi percakapan Rp 251 per menit dan. Sementara tarif dasar layanan SMS Rp 23 per SMS. Kemenkominfo sendiri berencana menurunkan 26 persen. (jpg)

Sekretaris Jenderal Indonesia Telecommunications Users Group (IDTUG), M Jumadi mengatakan revisi biaya interkoneksi dari Rp 251 menjadi Rp 204 per menitnya sudah rasional.

Alasannya, biaya percakapan lewat telepon yang beda operator memang sudah lama tidak turun dan juga menguntungkan masyarakat.

?Juga membuat pelanggan telekomunikasi Indonesia bisa merasakan biaya voice yang lebih murah,? kata Jumadi dalam keterangan persnya, Sabtu (27/8).

Menurut Jumadi, yang harus diperhatikan dalam kebijakan soal interkoneksi adalah masyarakat yang berhak mendapatkan tarif lebih murah sepanjang tidak merugikan penyedia layanan telekomunikasi.

Dengan tarif Rp 204 per menit, operator tidak akan dirugikan. Alasannya, laporan tahunan operator ARPM (Average Revenue Per Minute) beberapa operator masih di bawah tarif yang sudah ditentukan oleh pemerintah sehingga penurunan tarif interkoneksi masih menguntungkan.

?Jika disebutkan ada salah satu operator dirugikan dalam penurunan ini, menurut saya tidak logis,? katanya.

Seperti diketahui, Kementerian Kominfo mengeluarkan Surat Edaran No.115/M.Kominfo/PI.0204.08/2016. Surat tersebut berisi rencana penurunan biaya interkoneksi yang baru akan diberlakukan pada 1 September 2016.

Untuk saat ini, tarif dasar interkoneksi percakapan Rp 251 per menit dan. Sementara tarif dasar layanan SMS Rp 23 per SMS. Kemenkominfo sendiri berencana menurunkan 26 persen. (jpg)

Sumber – jpnn.com

rhd – rifanfinancindo

Ketika Chairil Dipisahkan Dengan Rokok

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -?Majalah Tempo edisi kemerdekaan menghadirkan sampul depan yang cukup menarik perhatian. Tempo menghadirkan gambar Chairil Anwar, seniman legendaris pelopor angkatan ?45 tanpa gambar rokok. Ilustrasi itu tentu saja aneh sekaligus kontroversial. Chairil memang dikenal karena karya-karyanya, namun percayalah, mereka yang tak mengenal Chairil dan kiprahnya, paling tidak mengenal Chairil karena fotonya yang dengan penuh khidmat menghisap sebatang rokok itu.

Saya tak tahu, dan atas pertimbangan apa alasan Tempo berani memasang ilustrasi Chairil tanpa sebatang rokok di mulutnya itu. Apa untuk iseng-isengan saja, atau merupakan bagian dari upaya mereka memerangi asap rokok yang konon di negeri ini katanya telah membunuh sekian ribu jiwa dalam sehari. Jika benar, tentu saja itu masuk dalam kerja budaya. Tempo, bisa jadi hendak mengubah stereotipe masyarakat yang mengenal Chairil bukan karena karya-karyanya, namun karena fotonya yang kharismatik itu.

Tempo memang jago urusan gambar sampul di majalah mereka. Pasca bredel, gambar-gambar di sampul majalah itu dikenal kerap menarik perhatian untuk dipuji dan dicaci. Saya curiga, justru karena itulah mereka berani memasang sang pujangga tanpa ?teman kesayangannya? itu. Jelas sudah. Dengan terbitnya majalah itu, dengan gambar Sang Seniman tanpa rokoknya, Tempo telah berdiri sebagai bagian dari kelompok anti-rokok di negara ini.

Boleh jadi keputusan redaksi Tempo untuk menghadirkan Chairil di sampul majalah edisi khusus mereka itu didasari atas niatan baik; hendak mengingat kiprah Chairil yang berperan besar dalam dunia literasi Indonesia. Tak lain. Bukan karena Chiril lahir dari keturunan bangsawan alias darah biru, atau karena memiliki ikatan keluarga dekat dengan Sutan Sjahrir. Bukan. Apalagi, di hari yang bersamaan majalah itu terbit, Tempo juga menggelar panggung pembacaan sajak-sajak Chairil di kantor majalah itu bersama sejumlah kalangan, mulai dari aktor layar lebar, politisi, maupun pejabat pemerintahan.

Nah, artinya Chairil dan karya-karyanya?lebih tepatnya puisi?itu merupakan satu kesatuan: Chairil ya puisi, puisi ya Chiril. Tapi, agaknya Tempo juga lupa, bahwa ada satu hal yang tak bisa dipisahkan dalam diri Chairil. Masyarakat kita telah kadung mengenal Chairil karena rokoknya. Walhasil, dalam stereotipe masyarakat kita hari ini, Chairil-puisi-rokok itu tak bisa dipisahkan.

Memisahkan Chairil dengan rokoknya itu sama saja memisahkan memisahkan Che Guevara dengan cerutunya. Memisahkan Soekarno dengan songkok hitamnya. Atau, memisahkan Gus Dur dengan humornya. Itu lah identitas. Ia melekat pada diri seseorang dan memberikannya ciri khas yang membedakannya dengan yang lain. Dan justru karena itu lah, ia banyak dan dengan mudah ?dikenal luas. Orang boleh saja tidak mengenal jauh Chairil Anwar dan karya-karyanya, atau tak tahu seberapa besar kontribusinya dalam dunia sastra kontemporer Indonesia. Tapi sayangnya, Chairil telah dikenal karena fotonya yang lazim kita lihat itu.

Dalam ilmu filsafat kita mengenalnya dengan teori semiotik; penanda dan petanda. Kalangan politisi kita belakangan juga lazim menggunakan itu dalam mencitrakan dirinya. Jokowi dikenal karena gaya bulusukannya. Ahok dengan bacotnya. Risma dengan ketegasannya.

Tanda memberi kita kemudahan untuk mengingat. Bayangkan saja, bagaimana jika dulu tak ada foto Chairil dengan rokoknya itu. Apakah orang-orang kini belakangan dengan mudah mengenalnya atau mengingat mukanya. Agaknya kita patut berterimakasih kepada orang yang telah mendokumentasikan foto itu. ?Dan saya tidak bisa membayangkan, bagaimana Tempo akan memberikan sampul majalah mereka untuk GM beberapa tahun kemudian?

Sumber : komunitaskretek.or.id

rhd – rifanfinancindo

Ternyata Ada Tim Rahasia yang Menyelenggarakan Proklamasi, Ini Orangnya

RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -? LEWAT tengah malam. Sudah mulai masuk tanggal 17 Agustus 1945. Entol Chaerudin, saksi mata kisah ini memulai cerita?

Wenri Wanhar – Jawa Pos National Network

Ada keramaian di Nassau Boulevard–sekarang Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jl. Imam Bonjol No.1, Jakarta Pusat. Dulunya itu kediaman Laksamana Maeda.

Di antara pendaran temaram lampu kota, terlihat orang-orang mulai berdatangan.

Ada yang langsung masuk ke rumah. Ada yang hanya sampai di pekarangan. Ada juga yang hanya di depan pagar, luar pekarangan.

“Orang-orang yang berada dalam rumah itu, di pekarangan, maupun yang di luar pekarangan, berdiri berkelompok-kelompok,” tulis Entol Chaerudin, saksi mata kejadian malam itu.

Bagaimana detail kejadian-kejadian malam itu, hingga berujung lahirnya naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia, nantilah kami ceritakan.

Yang pasti–ini yang belum banyak diulas sejarah–malam itu, dibentuk suatu tim darurat untuk menyelenggarakan Proklamasi 17 Agustus 1945.

Tim Rahasia?

Tim ini, “dipimpin oleh Bung Hatta dan dibantu oleh Sdr. Mr. Ahmad Soebardjo dan kawan-kawan, antara lain Sdr2. Mr. Iwa Kusumasumantri, Mr. Gatot Tarunamihardja, Dr. Buntaran, Dr. Samsi, Mr. Budiarto dll,” tulis Entol.

Selain tim tersebut, dibentuk juga tim yang bertugas mengamankan jalannya proklamasi. Yakni kesatuan-kesatuan dari Maeda Butai–Angkatan Laut Jepang yang saat itu berada di Jakarta.

Perlu diketahui, sebagaimana dicatat Entol, “tentara PETA di Jaga Monyet dan Tanjung Priok, sebelum proklamasi sudah dilucuti senjatanya oleh Rikugun (Angkatan Darat Jepang), dengan cara diberikan cuti besar?dan dipersilahkan meninggalkan asrama.”

Bagaimana dengan kesatuan Polisi Istimewa (Tokubetsu Keisa Tsutai) yang anggotanya juga pribumi? Meski belum dilucuti, mereka tidak dibebani tugas mengamankan proklamasi.

Dalam siasat yang disepakati malam itu, personil Polisi Istimewa ditugaskan mulai bergerak mengamankan Jakarta Raya sesudah proklamasi dibacakan.

Merujuk catatan Entol, tim Maeda Butai yang kebagian tugas?mengamankan jalanannya proklamasi dan sesudahnya, dipimpin oleh Tomegoro Yoshizumi, Kepala Daisanka, Kaigun Bukanfu.

Daisanka merupakan organisasi kontra spionase yang berkantor di Deffensieliyn vd Bosh No.52–sekarang Jalan Bungur Besar, dekat Senen, Jakarta Pusat.

Dinas ini bagian dari Kaigun Bukanfu, kantor penghubung Angkatan Laut Jepang, pimpinan Laksamana Maeda yang berkantor di gedung yang sekarang jadi Markas Besar Angkatan Darat, di seberang Monas, sederet dengan Istana Negara.

Yoshizumi yang memimpin dinas ini sudah tinggal di Jawa sejak zaman Hindia Belanda. Dia lama menjadi wartawan To Hindo Nippo yang berkantor di Roa Malaka–sekitar Kota Tua Jakarta sekarang.

Dalam perjalanannya, Yoshizumi memang pasang badan demi Indonesia. Dia maju ke depan ketika Rikugun (angkatan darat) coba-coba mengganggu kemerdekaan Indonesia. Dan?berada di garis depan, di pihak Indonesia, ketika Belanda (Sekutu) merongrong proklamasi.

Yoshizumi gugur pada 1948, semasa agresi militer dua. Pusaranya bisa dijumpai di Taman Makam Pahlawan Blitar, Jawa Timur. Presiden Soekarno yang tahu betul kiprahnya, pernah membuat puisi untuk Yoshizumi.

Nah, Entol Chaerudin merupakan pembantu utama Tomegoro Yoshizumi di Daisanka. Dalam catatannya, dia mengungkap rahasia; kenapa sebenarnya naskah proklamasi dirumuskan di rumah Maeda?

Sebuah rahasia yang tidak diketahui sembarang orang. Oiya, jangan sekali-kali berpikir kemerdekaan Indonesia hadiah dari Jepang. Ceritanya tidak sesederhana itu. —bersambung (wow/jpnn)

Sumber : jpnn.com

rhd – rifanfinancindo

Kabarnya..Pekan Depan Komjen BG Fit and Proper Test jadi Kepala BIN

RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -? Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengklaim, pekan depan nama Komjen Budi Gunawan akan diajukan ke Komisi I DPR mengikuti uji kepatutan dan kelayakan sebagai Kepala Badan Intelijen Negara menggantikan Sutiyoso.

“IPW mendapat informasi, nama BG akan diajukan ke DPR pada 18 Agustus 2016,” katanya, Minggu (14/8).

Menurut dia, setelah melewati proses fit and proper test diperkirakan 22 Agustus 2016 BG sudah dilantik menjadi kepala BIN. Bersamaan dengan itu akan terjadi pergeseran posisi penting di Polri. Jabatan Wakapolri yang ditinggalkan BG disebut-sebut akan dipegang Komjen Syafruddin, yang sebelumnya Kalemdikpol.

Jabatan Sekretaris Lemhanas yang ditinggalkan Komjen Suhardi Alius ke BNPT akan diserahkan ke Irjen Arief Wahyunadi, yang sebelumnya menjabat Asrena.

Dengan demikian, nantinya ada dua posisi strategis yang kosong di Polri, yakni Kalemdikpol dan Asrena. Kapolda Metro Jaya Irjen Mugiharto disebut-sebut sebagai calon kuat menjadi Kalemdikpol.

Sementara calon yang akan menggantikannya ada tiga orang, yakni Irjen Condro Kirono, Irjen Iwan Iriawan, dan Irjen Bambang Waskito.

Sedangkan untuk mengisi jabatan Asrena ada empat nama yang disebut-sebut, yakni Brigjen Bambang Sunar, Brigjen Noval Yahya, Brigjen Mama Doa, dan Brigjen Gatot Edi.

“Tampilnya BG memimpin BIN nanti, diharapkan bisa bersinergi dalam membentengi keamanan dan pertahanan. Selama ini Indonesia sepertinya tidak henti-hentinya menjadi korban “serangan operasi intelijen” asing, melalui kasus-kasus terorisme, narkoba, perdagangan manusia, pencurian ikan, penyelundupan, dan lain-lain,” ujar Neta.

Semua serangan itu bertujuan untuk melemahkan Indonesia sehingga bangsa ini tidak bisa bangkit dan tak mampu mandiri serta gagal membangun kekuatan sosial ekonominya.

Melalui jaringan luas yang dimilikinya selama ini diharapkan BG bisa memperkuat BIN dan membuat jaringan intelijen Indonesia kian profesional. Jaringan yang luas di bidang sosial, politik, dan kemasyarakatan menjadi modal utama seorang kepala BIN.

Diharapkan BG dapat memaksimalkan jaringannya yang luas itu untuk mensinerjikan BIN dengan berbagai institusi, dalam rangka membentengi Indonesia dari serangan kasus-kasus terorisme, narkoba, perdagangan manusia, aksi pencurian yang dilakukan orang asing terhadap kekayaan alam Indonesia.

“Tampilnya jenderal polisi memimpin BIN bukanlah hal baru. Sebelumnya BIN juga pernah dipimpin mantan Kapolri Sutanto,” ungkap Neta. (boy/jpnn)

Sumber : jpnn.com

rhd – rifanfinancindo

Lebih Baik Mondok daripada Full Day School

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Lebih Baik Mondok daripada Full Day School yang Menabrak Madrasah Diniyah
Baru saja pelaksana pendidikan di Indonesia dibuat ribet dengan perubahan kurikulum. Nasib guru yang selalu terombang-ambing karena perubahan kebijakan yang tidak jelas arahnya. Belum lagi perlakuan yang tidak pantas untuk guru dari murid dan orang tuanya. Kini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhajir Effendy mewacanakan program full day school, anak harus ada di sekolah dari pagi hingga sore.
Soal full day school, Ketua PW Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta, Aris Adi Leksono menjelaskan, sesungguhnya program itu bukan hal yang baru. Bagi kalangan pesantren dan basis Nahdliyin mendidik anak dengan totalitas waktu dan daya dukung lainnya sudah ada sejak zaman dulu.
?Pesantren bukan sekedar full day, tapi thuluz zaman atau belajar sepanjang hayat sehingga karakter dan pengetahuan yang didapat menjadi matang dan tuntas (mastery learning),? ujar Aris.

Lebih lanjut, Aris menuturkan jika program menteri tersebut jadi dilakukan, pihaknya yakin akan menambah daftar trial and error sistem pendidikan nasional. Alasannya, kondisi sekolah kita masih banyak yang belum siap, sarana belum memadai, sistem pendidikan yang belum siap, sistem pembelajaran, dan masih banyak kendala teknis lainnya.

“Lebih baik memperkuat sistem yang ada, sudah jelas pesantren adalah sistem pendidikan khas Nusantara. Full day di pesantren lebih bermakna daripada di sekolah, mending Kemdikbud ikut kampanye Ayo Mondok,? terang Guru di MTsN 34 Jakarta itu.

Menurut Aris, Mendikbud harusnya lebih fokus pada pengembangan kurikulum dan pemerataan kompetensi guru, sehingga pelayanan standar pendidikan nasional dapat dirasakan seluruh pelosok negeri. Menurutnya, pemerintah harus mulai ‘taubat’ dari program pencitraan yang justru meresahkan masyarakat dan tidak jelas arahnya.

Belum lagi irisan akibat pelaksanaan program tersebut, karena tidak sedikit anak yang harus belajar agama di Madrasah Diniyah usai pulang sekolah. Madrasah Diniyah memiliki peran strategis untuk penanaman nilai agama bagi anak dan usia remaja. Belum lagi interaksi sosial anak menjadi terbatas, terutama dalam upaya pengembangan minat dan bakat anak di luar sekolah.

Dalam hal ini, Pergunu DKI Jakarta sebagaimana tradisi pesantren berharap Mendikbud istikhoroh dulu. Selain itu, sebuah program lebih baik melalui riset terlebih dahulu sebelum wacana itu menjadi kebijakan. Bukan serta merta langsung diterapkan, apalagi dijadikan pilot project.

?Jika hasilnya baik, tidak masalah mengadopsi sistem pesantren yang sudah menjadi keunggulan sistem pendidikan Indonesia sejak dulu,? pungkas Wakil Ketua STAINU Jakarta ini. (NU Online/Abdul Wahab)

Sumber : santrionline.net

rhd – rifanfinancindo

Anggaran Belanja Telah Terpangkas Rp 133 Triliun, Apa Kata Menko Darmin

PT RIFAN

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKABaru seminggu menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani langsung ‘bersih-bersih’ Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016. Total belanja Kementerian/Lembaga (K/L) serta transfer ke daerah dipotong sebesar Rp 133 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, penghematan anggaran K/L sebesar Rp 65 triliun dan transfer ke daerah Rp 68,8 triliun karena pemerintah melihat terjadi kekurangan (shortfall) di beberapa sumber penerimaan negara, terutama setoran pajak.

“Sumber-sumber penerimaan akan shortfall,” ujar dia saat ditemui di kantornya, Jakarta, seperti ditulis Kamis (4/8/2016).

Darmin menjelaskan, pertama, karena ekspor Indonesia ke sejumlah negara tujuan masih mengalami pelemahan, baik dari volume maupun harga. Harga komoditas ekspor, sambungnya masih rendah secara umum meskipun ada beberapa komoditas yang sudah membaik satu sampai dua bulan ini.

“Kalau ekspor turun, pendapatan eksportir juga turun. Nah yang kedua, kalau ekspor impor turun, penerimaan pajak terdampak. Bukan Pajak Penghasilan (PPh) Badan, melainkan PPh Pasal 22. Ini bisa dihitung,” jelas dia.

Penyebab ketiga, tambah Mantan Dirjen Pajak ini, restitusi atau pengembalian pajak mengalami kenaikan. Namun Darmin mengaku tidak mengetahui peningkatan restitusi di tahun ini.

“Tahun lalu Wajib Pajak setor pajak agak tinggi, tapi realisasinya ternyata di bawah itu. Dia berhak minta restitusi,” papar Darmin.

Dirinya optimistis, pemangkasan anggaran ini tidak akan mengganggu pertumbuhan ekonomi. Alasannya, dia bilang, karena pemerintah tidak memotong program atau kegiatan prioritas, seperti bantuan sosial, infrastruktur, dan lainnya.

Penghematan, Ia menuturkan, menyasar belanja operasional, di antaranya perjalanan dinas, konsinyering, dan pengeluaran lain yang tidak penting. “Kita tetap dengan pertumbuhan ekonomi 5,1 persen-5,2 persen di 2016,” tegas Darmin.

Namun demikian, Darmin mengaku apakah pemerintah akan mengajukan kembali revisi APBN-P 2016 ke DPR terkait pemangkasan anggaran. “Saya tidak tahu aturan mainnya, apakah harus ke DPR atau bagaimana. Karena di Sidang Kabinet tidak membicarakan itu,” ujar dia.

Seperti diketahui, penghematan belanja ini adalah kali kedua di 2016. Sebelumnya saat era Bambang Brodjonegoro sebagai Menkeu, anggaran K/L dipotong Rp 50,6 triliun di APBN-P 2016 karena alasan yang sama, yakni shortfall penerimaan pajak. (Fik/Ahm)

Anggaran Belanja Telah Terpangkas Rp 133 Triliun, Apa Kata Menko Darmin

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKABaru seminggu menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani langsung ‘bersih-bersih’ Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016. Total belanja Kementerian/Lembaga (K/L) serta transfer ke daerah dipotong sebesar Rp 133 triliun.

Sumber : Liputan6.com

rhd? – rifanfinancindo

Kenapa Lion Air Sering Delay?

PT RIFAN

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -??PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) mengungkapkan ada banyak faktor penyebab penundaan penerbangan (delay). Faktor yang menjadi penyebab delay tersebut ada yang bisa dikontrol, tetapi ada juga ada yang tak bisa dikontrol.?#rifanfinancindo

“Dalam delay code IATA ada banyak item. Ada yang controllable, tapi juga ada yang tidak. Artinya, banyak penyebab delay itu. IATA sudah memiliki standarnya,” ucap Direktur Utama Lion Air? Edward Sirait, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (2/8/2016).

Untuk delay yang terjadi kepada Lion Air biasanya disebabkan oleh masalah yang masih terkontrol. Masalah tersebut seperti penumpang yang terlambat check-in. Namun, pernah juga Lion Air mengalami delay karena faktor yang tidak bisa dikontrol, seperti cuaca yang buruk, sehingga membuat pesawat menunda penerbangan atau pesawat tidak bisa mendarat dan harus mendarat di bandara lain.

“Saya tidak bisa detilkan. Operasional ini sangat dinamis. Jadi bisa saja tiba-tiba karena beberapa pesawat alami penerbangan dan dia tidak bisa landing dan harus divert. Nah,?karena rute terusan maka akan delay?bisa panjang,” tuturnya. # PT RIFAN

Edward mengungkapkan, karena waktu pendaratan molor, maka akan memakan waktu kerja pilot dan kru pesawat, sementara jam kerja, untuk menjaga keamanan, tidak bisa memaksa kembali melakukan penerbangan. Karena itu, harus ada pergantian kru pesawat, dalam pergantian kru tersebut membutuhkan persiapan.

“Jadi gini, kalau penerbangan kan ada limitasi. Kalau pilot itu maksimum berapa kali landing, berapa jam kerja, berapa jam penerbangan. Kalau?dia kena delay kan jam kerja dia tidak bisa kita paksa. kalau kita paksa malah tidak aman. Jadi harus diganti. Karena delay panjang harus kami ganti krunya,” kata dia.

Menurut Edward, Indonesia memiliki tiga perbedaan waktu berdasarkan wilayah, dengan kondisi bandara yang berbeda. Biasanya jika terjadi kendala di tengah penerbangan, hal tersebut juga menjadi penyebab delay. #rifanfinancindo

“Kalau kita berangkat dari Jakarta jam lima, itu di Papua sudah jam tujuh. Itu konektivitas harus dijaga. Sedangkan pesawat kan bergerak. Di dalam perjalanan bisa?terjadi sesuatu? Ini yang coba kami hindari. Walaupun kami sudah usaha adakan pesawat cadangan di daerah. Namun tidak bisa kurangi,” kata Edward. (Pew/Gdn)

 

Sumber : Liputan6.com

rhd? – rifanfinancindo