• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Bagaimana Nasib Duit Nasabah yang Terjerat Investasi Ilegal?

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta,  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satgas Waspada Investasi menyatakan bahwa terdapat tiga perusahaan investasi ilegal yang menjalankan praktik di Indonesia. Ketiga perusahaan tersebut menjalankan kegiatan tidak sesuai dengan izin dan melakukan melakukan penipuan dalam menghimpun dana masyarakat. Lalu bagaimana nasib dana nasabah perusahaan tersebut?

Ketua Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi (Satgas Waspada Investasi) Tongam L Tobing bercerita, terdapat tiga perusahaan yang menjalankan aktivitas tidak sesuai dengan izin. Perusahaan tersebut menghimpun dana masyarakat.

Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Cakrabuana Sukses Indonesia (PT CSI) yang menghimpun dana mencapai Rp 2 triliun dari 7 ribu peserta‎, Dream For Freedom yang menghimpun dana Rp 3,5 triliun berasal dari 700 ribu peserta dan United Nations Swissindo World Trust International Orbit (UN Swissindo) yang berhasil menghimpun dana Rp 300 juta dari 300 ribu peserta.

“OJK dan Satgas Waspada Investasi menyatakan, ketiga ini sebagai kegiatan yang melanggar hukum atau ilegal,” kata Tongam, di Kantor OJK, Jakarta, Selasa (1/11/2016).

Menurut Tonga‎m, nasib uang tersebut saat ini tidak pasti, karena kegiatan ketiga perusahaan ilegal tidak ada lembaga penjamin simpanan (LPS) yang mengurusi. Seperti lembaga keuangan yang resmi. “Nasib uang nasabah diketahui dan dijamin karena tidak ada LPS seperti perbankan,” ungkap Tongam.

Banyak uang peserta yang telah dihimpun tidak kembali, karena uang tersebut telah habis digunakan pengurus perusahaan investasi tersebut, yang tidak jelas usahanya. “Banyak yang tidak kembali karena itu sudah habis digunakan pengurus. Hal yang kita tidak tahu usahanya seperti apa,” ucap Tongam.

‎Atas ketiga kasus ini, OJK dan Satgas Waspada Investasi menghimbau kepada masyarakat agar sebelum melakukan investasi memastikan perusahaan yang menawarkan investasi tersebut memiliki izin usaha dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.

Memastikan bahwa pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar dan meminta masyarakat khususnya para debitur dan pelaku usaha jasa keuangan untuk waspada dan berhati-hati terhadap penawaran dan atau ajakan dari pihak manapun yang menjanjikan pelunasan utang. (Pew/Gdn)

 

Sumber – liputan6.com

rhd – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Puluhan Pohon di Bogor Rapuh, Warga Diimbau Tak Mendekat

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta,  ejumlah pohon di Kota Bogor, Jawa Barat kini diberi tanda. Warga diimbau menjauh dari pohon-pohon bertanda merah, saat hujan dan angin kencang karena berpotensi tumbang.

“Pohon yang diberi tanda pelat warna merah sudah keropos dan membahayakan, jadi diimbau jangan berteduh di bawah pohon itu,” kata Kepala Seksi Pemeliharaan Taman Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor Erwin Gunawan, Bogor, Rabu (19/10/2016).

Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor bekerja sama dengan Badan Litbang Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sekarang ini rutin memeriksa pohon-pohon di Kota Hujan. Terutama yang tumbuh di lokasi strategis.

Hasil sementara, dari 100 pohon yang sudah diperiksa para peneliti, 33 pohon diberi label warna merah. Artinya, kondisi pohon-pohon tersebut berbahaya karena sudah rapuh dan keropos, sehingga berpotensi tumbang.

“Sisanya diberi tanda warna kuning dan hijau,” ujar Erwin.

Berdasarkan rekomendasi para peneliti, pohon-pohon yang diberi tanda kuning perlu dipangkas atau pengurangan dahan. Sedangkan, pohon yang diberi label warna merah harus ditebang.

“Secara berkala kami akan lakukan pemangkasan dan penebangan pohon yang sudah diberi tanda untuk menghindari jatuhnya korban,” kata Erwin.

Adapun pohon-pohon yang sudah diberi tanda antara lain, di Jalan Kapten Muslihat dari enam pohon yang sudah di data, tiga di antaranya diberi label merah dan tiga lainnya label kuning.

Kemudian di Jalan Pemuda, dari 31 pohon yang sudah diperiksa dan diberi tanda, 10 di antaranya diberi label warna merah, 10 lainnya label kuning serta 11 pohon label hijau.

Sedangkan di Jalan Dadali, dari sembilan pohon yang sudah diperiksa, dua di antaranya dilabeli pelat warna merah, enam pelat kuning, dan satu lainnya pelat hijau.

Sementara, di Jalan Ahmad Yani dan Taman Air Mancur, dari 54 pohon, 11 di antaranya diberi pelat merah, 12 warna kuning, dan 31 lainnya warna hijau.

“Pemeriksaan pohon akan terus dilakukan, tapi secara bertahap. Untuk tahun ini ditargetkan sekitar 300 pohon dicek untuk kemudian diberi KTP pohon,” tandas Erwin.

 

Sumber – liputan6.com

rhd – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Yolande Duvernay, Budak Seks yang Jadi Wanita Terkaya Inggris

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta Jalan hidup yang harus ditempuh Yolande Duvernay tidaklah sama dengan orang kebanyakan. Di usia yang masih belia, Yolande harus rela bekerja menjadi penari dan pekerja seks. Hal ini bukan berasal dari kemauannya. Ambisi serta sifat dominan dari sang ibulah yang membuat Yolande mencemplungkan diri ke dunia ini.

Melansir laman express.co.uk, Rabu (7/9/2016), Yolande Duvernay lahir pada Desember 1812 dan sudah masuk sekolah dansa di usia enam tahun. Ibunya, Madame Duvernay, tidak hanya mempengaruhi masa depan sang anak. Sang ibu juga memiliki andil besar dalam menentukan jalan hidupnya apalagi setelah Yolande masuk masa puber.

Dikabarkan, banyak pria yang mengamati Yolande saat menari dan langsung melakukan penawaran prostitusi dengan sang ibu. Hal ini tidaklah dilakukan tanpa alasan. Hidup dalam kemiskinan dan kemelaratan membuat Ibu Yolande harus memutar otak untuk mendapat uang demi memenuhi kebutuhan hidup.

Pada tahun 1831, Yolande menjadi wanita simpanan dari seorang pemilik Opera di Paris. Waktu sehari-harinya juga dihabiskan untuk menari.

Kehidupan sulit yang dimilikinya ternyata tidak menghalangi wanita ini untuk terus berkarya. Bakat yang dimilikinya mampu membawanya menari di berbagai tempat seperti opera besar di Paris hingga di hadapan Ratu Victoria di London.

Tak disangka, banyak orang yang terkesima dengan bakat menari yang dimilikinya. Di usia 23 tahun Yolande tiba di London untuk menari di Theatre Royal di Drury street. Ia pun berhasil menjadi primadona di sana.

Banyak laki-laki yang mengagumi kecantikan serta bakat yang dimilikinya. Bahkan Ratu Victoria menjadikannya salah satu penari favoritnya. Untuk sekali menari, Yolanda digaji 5 juta euro atau setara Rp 73,2 miliar (kurs: Rp 14.659 per euro)

Hingga suatu hari Yolande akhirnya bertemu dengan Stephen Lyne-Stephens. Keduanya jatuh cinta dan menikah. Pernikahan itu membawa Yolande pada titik tertinggi dalam hidupnya. Ia mampu lepas dari jeratan kemiskinan dan meninggalkan pekerjaan seks yang dilakukannya sejak lama.

Ketika sang suami meninggal pada tahun 1960, Yolande akhirnya mewarisi seluruh kekayaan yang dimilikinya. Ia kemudian mampu menjadi salah satu orang terkaya di Inggris. Ia memiliki beberapa rumah mewah yang tersebar di Paris dan Inggris. Wanita ini juga membangun ereja Katolik Our Lady dan Martis Inggris di Cambridge.

Yolande kemudian meninggal di tahun 1894 di usia 82 tahun. Kekayaan yang dimilikinya mencapai 220 juta euro atau setara Rp 3,2 triliun . Angka tersebut ditaksir lebih besar dari kekayaan yang dimiliki oleh Ratu Victoria. (Vna/Ndw)

Sumber – liputan6.com

rhd – rifanfinancindo

 

Pria Ini Raup Untung Puluhan Juta dari Jualan Hewan Kurban

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta – Rombongan bocah datang silih berganti untuk mengamati sapi dan kambing yang terpajang di Jalan Rawa Simprug, Jakarta Selatan. Pemandangan tersebut merupakan hal yang lumrah jelang Hari Raya Idul Adha, di mana pedagang musiman hewan kurban mulai menggelar dagangannya.

Salah satu pedagang hewan kurban, Badrun (42) mengaku telah menjual hewan kurban di Jalan Rawa Simprug lebih dari 10 tahun. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, dia berharap akan kembali menuai untung besar dari berjualan hewan kurban di tahun ini.

Sebagai tahap awal, Badrun menjajakan 100 ekor hewan kurban yang terdiri dari 70 ekor kambing dan 30 ekor sapi. Hewan kurban itu dia datangkan dari Purwokerto Jawa Tengah.

“Total 100 ekor. Terdiri dari sapi dan kambing, 30 sapi 70 kambing. Itu sementara. Kalau bagus saya datangkan lagi,” kata dia di Jalan Rawa Simprug Jakarta Selatan, Senin (5/9/2016).

Hewan-hewan kurban tersebut berasal dari peliharaan sendiri dan pembelian dari para peternak di wilayah Purwokerto. Dia menuturkan, harga sapi yang dia jual sekitar Rp 25 juta sampai Rp 30 juta per ekor. Sementara, harga kambing sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta untuk kambing Jawa dan Rp 5 juta sampai Rp 6 juta untuk kambing kebiri.

Dia mengaku, berjualan hewan kurban menggiurkan lantaran harganya terus naik dari tahun ke tahun.

“Kalau hewan kurban dari tahun ke tahun pasti naik. Sebetulnya nggak terlalu banyak naiknya. Naiknya sekitar Rp 2 juta untuk sapi. Tahun kemarin harga daging sapi Rp 90 ribu per kg, sekarang Rp 100 ribu ke atas. Kita ikuti harga daging,” jelas dia.

Tahun ini kemungkinan penjualan hewan kurban akan semakin baik. Ini seiring kesadaran masyarakat untuk berkurban terus meningkat. Alhasil, sampai hari ini saja dia sudah menjual sampai 50 ekor hewan kurban.

“Termasuk bagus, sudah terjual 50 ekor. Campur, kambing ada sapi tapi dominan kambing. Biasanya nanti jelang hari H puncaknya. Sekarang masih lihat-lihat dulu,” imbuh dia.

Di tahun lalu, Badrun mampu menjual hewan qurban sampai 500 ekor. Keuntungan bersih mencapai Rp 70 juta. “Tahun kemarin kita masih bisa sampai Rp 70 juta,” tandas dia.(Amd/Nrm)

Sumber – liputan6.com

rhd – rifanfinancindo

Umi Delima, Istri Santoso Diikat Warga dengan Tali Kambing

RIFAN FINANCINDO
Ia dipergoki petani yang sedang berkebun.

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jumiatun Muslim, alias Atun, alias Umi Delima yang merupakan istri dari Santoso, pimpinan kelompok bersenjata di Poso Sulawesi Tengah, dilaporkan menyerahkan diri lewat bantuan petani yang memergokinya saat di sebuah kebun.

Saat diserahkan, Umi Delima diketahui tak memegang senjata dan dalam kondisi sehat meski kelelahan. Dari pengakuan Kepolisian setempat, istri Santoso ini memang dipergoki petani yang sedang berkebun.

Ia dalam kondisi kelaparan dan kelelahan, serta mengaku sebagai istri Santoso. Petani yang iba pun memberikan makanan kepada Umi Delima dan kemudian memintanya untuk menyerahkan diri.

“Warga yang sedang berkebun ini, meminta istri santoso itu untuk menyerahkan diri kepada aparat,? kata Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Rudy Sufahriadi, Senin 25 Juli 2016.

Saat itu, seperti dituturkan Rudy, Umi Delima mengaku ia tak memiliki senjata. Sebab, senjata milik Santoso yang sempat dibawanya berlari pada saat kontak senjata pada Senin 18 Juli 2016 dan menewaskan Santoso, telah dibuangnya di hutan.

Untuk itu, di tangan Umi Delima hanya ditemukan sebuah pisau yang digunakannya untuk mencari makanan. “Karena, ia tidak membawa senjata, petani akhirnya mengikat tangan Jumiatun (Umi Delima) dengan tali dan membawanya ke Posko Satgas Tinombala,” kata Rudy.

Jumiatun, atau Umi Delima merupakan perempuan asal Nusa Tenggara Barat yang menjadi istri keduanya Santoso, alias Abu Wardah. Ia diserahkan ke aparat usai lima hari berlari di dalam hutan sendirian, setelah suaminya tewas tertembak.

Sejauh ini, dari pemeriksaan medis, Umi Delima dilaporkan dalam kondisi sehat. Hanya faktor kelelahan dan ada penyakit kulit akibat kurangnya perawatan kesehatan selama di hutan.

Diperkirakan, usai tewasnya Santoso, kelompok yang menamai diri sebagai Mujahidin Indonesia Timur (MIT) masih tersisa 19 orang lagi. Aparat militer gabungan memastikan terus memburu kelompok ini, setidaknya ada 3.406 personel masih menyisiri kawasan hutan Poso saat ini. (asp)

Sumber -viva.co.id

rhd – rifanfinancindo

Negara-Negara Ini Pernah Dilatih Oleh Kopassus

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – JAKARTA – Nama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) belakangan ramai menjadi pembicaraan publik. Sebab, 11 personel pasukan elite TNI Angkatan Darat itu terlibat penyerangan dan penembakan yang menewaskan empat tahanan Polda DIY di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, DIY.

Nama Kopassus sendiri tak asing di dunia internasional. Sederet prestasi telah diraih pasukan elite kebanggaan Indonesia itu. Berdasarkan urutan pasukan elite dunia versi Discovery Channel Military edisi 2008, Kopassus berada di posisi tiga pasukan elite dunia. Sementara di posisi pertama diduduki United Kingdom’s SAS, dan di posisi dua Israel’s MOSSAD.

Akibat kehebatan yang dimilikinya, Kopassus menjadi pasukan elite yang disegani militer negara lain. Bahkan, sejumlah negara di dunia meminta Kopassus untuk melatih pasukan militernya.

Berikut pasukan militer negara-negara dunia yang dilatih Kopassus.

1. Pasukan di negara-negara Afrika Utara

PT RIFAN FINANCINDO

Narator Discovery Channel Military menyatakan, sebuah pasukan khusus yang hebat adalah pasukan yang mampu mencapai kualitas sempurna dalam hal kemampuan individu. Kemampuan itu adalah kemampuan bela diri, bertahan hidup (survival), kamuflase, strategi, daya tahan, gerilya, membuat perangkap dan lain-lain.

Kemampuan yang tidak terlalu mengandalkan dan bergantung pada teknologi canggih dan memiliki skill di atas rata-rata pasukan elite luar negeri lainnya menjadi nilai plus bagi Kopassus.

Hal itu menjadi salah satu alasan negara-negara di Afrika Utara menggunakan jasa pelatih militer dari Kopassus untuk melatih pasukannya. 80 Persen pelatih militer di negara-negara Afrika Utara diketahui menggunakan pelatih militer dari Kopassus.

Para perwira Kopassus ditugaskan untuk melatih pasukan militer yang dimiliki negara-negara di benua hitam itu.

2. Pasukan elite Kamboja

[?IMG]

Selain negara-negara di Afrika Utara, Kamboja juga telah lama menggunakan pelatih militer dari Kopassus untuk melatih pasukannya.

Tak tanggung-tanggung, pasukan yang dilatih perwira Kopassus adalah pasukan khusus bernama Batalyon Para-Komando 911. Pasukan itu merupakan bagian dari tentara Kerajaan Kamboja (Royal Cambodian Army).

Pasukan ini merupakan salah satu unit pasukan elite Kamboja yang berpusat Phnom Penh Barat. Sebagian dari mereka sengaja dikirim khusus untuk dilatih oleh Kopassus.

Karenanya tak heran Batalyon Para-Komando 911 mirip dengan Kopassus, mulai dari cara penempatan pasukan dan gerakannya. Pasukan khusus Kamboja ini juga memiliki warna baret yang sama dengan Kopassus, yakni sama-sama berwarna merah.

3. Pasukan Timor Leste

[?IMG]

Wakil Panglima Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) Brigjen Filomeno Da Paixao De Jesus meminta Kopassus melatih pasukan militer Timor Leste. Hal itu disampaikan Filomeno saat bertamu ke Mabes TNI AD Jalan Veteran, Jakarta Pusat, pada 27 September 2012 lalu.

“Timor Leste ingin membangun masa depan bersama dengan TNI Angkatan Darat Khususnya dalam bidang keamanan,” ujarnya.

Pihaknya menilai TNI AD merupakan pihak yang tepat untuk bekerjasama. Karena itu, dia berharap TNI melalui Kopassus mau melatih prajurit Timor Leste.

Menanggapi hal itu, Wakil Kepala Staff Angkatan Darat Letjen TNI Budiman mengatakan akan membuka diri atas permintaan militer Timor Leste.

“Kerjasama pendidikan bintara dan tantama dapat dilatih di Rindam IX Udayana dan perwiranya di Bandung,” ujar Budiman.

Pihaknya juga akan memfasilitasi Timor Leste membeli sejumlah senjata produk PT Pindad dan pakaian seragam militer di Sritex.
Sumber

rhd – rifanfinancindo

Tarif Baru Interkoneksi Batal Ditetapkan 1 September?

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – JAKARTA – Keputusan terhadap penurunan tarif interkoneksi kemungkinan bakal tertunda. Rencana awal “ketok palu” tarif baru interkoneksi tersebut akan dilakukan 1 September besok. (Baca: Belum Kelar sejak 2015, Tarif Interkoneksi Diminta Segera Dipastikan)

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta agar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menunda penetapan perhitungan tarif baru interkoneksi seiring dengan perubahan jadwal rapat kedua pembahasan tarif interkoneksi.

Semula, Komisi 1 DPR menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) kedua dengan Menkominfo pada Selasa (30/8/2016) kemarin. Rapat tersebut terpaksa ditunda dan dijadwal ulang untuk pekan depan.

?Kemarin rencananya (RDP) jam 13.00, akan tetapi bertabrakan dengan (rapat) paripurna? yang diundur ke jam 12.30. Karena itu rapat dengan Menkominfo ditunda untuk dijadwalkan kembali,? terang Ketua Komisi 1 DPR Abdul Kharis Almayshari pada KompasTekno, Rabu (31/8/2016).

?(Jadwal RDP kedua) Setelah Pak Menteri pulang dari luar negeri bersama RI 1 (Presiden Joko Widodo),? imbuhnya.

?Kami minta kepada menteri agar ditunda sampai terlaksananya rapat Komisi 1 dengan Menkominfo, sebagaimana kesimpulan rapat kerja terahir dengan Menkominfo,? pungkas Abdul.

Sebelumnya, Rudiantara sempat merilis surat edaran berisi perhitungan penurunan tarif interkoneksi yang baru. Dari 18 skenario panggilan, terdapat penurunan rata-rata 26 persen. Salah satunya adalah panggilan telepon yang semula bertarif Rp 250 per menit, turun menjadi Rp 204 per menit. (Baca: Kemenkominfo Tetapkan Tarif Interkoneksi Baru)

Tarif interkoneksi merupakan biaya yang dibayarkan antar-operator. Misalnya, saat pengguna operator A menelepon operator B, maka operator A dikenai tarif interkoneksi sesuai dengan perhitungan yang berlaku. Namun, tarif interkoneksi hanya merupakan salah satu komponen penentu tarif telepon retail. (Baca: Tarif Interkoneksi Turun, Telepon Beda Operator Jadi Murah?)

Meski sudah ditetapkan, surat edaran tersebut baru sebagai pemberitahuan saja agar operator menyiapkan sistem billing mereka. Rudiantara berencana menerapkannya dalam sebuah aturan yang akan rilis pada 1 September 2016 setelah pembahasan dengan operator dan pihak terkait.

Selanjutnya, pada Rabu (24/8/2016), Komisi 1 DPR mengadakan RDP dengan Menkominfo untuk membahas mengenai rencana penetapan perhitungan interkoneksi yang baru. Dalam RDP dibahas berbagai hal, antara lain soal risiko kerugian negara dari penurunan tarif interkoneksi, hingga alasan dan runutan proses perhitungan ulang tarif interkoneksi.

Dalam RDP pertama ini, Menkominfo dan Komisi 1 DPR sepakat untuk menunda implementasi perhitungan penurunan tarif interkoneksi, hingga selesainya pertemuan kedua.

Selanjutnya, pada Kamis (25/8/2015), giliran DPR mengundang seluruh operator, yaitu Telkomsel, Telkom, Smartfren, XL Axiata, Indosat Ooredoo, dan Hutchison Tri Indonesia. Masing-masing operator hadir dan diminta menjelaskan pada DPR terkait tanggapan dan harapan soal penurunan tarif interkoneksi ini. (Baca: Telkom-Telkomsel Tolak Tarif Baru Simetris, Operator Lain Setuju)

Rudiantara, pada Senin (29/8/2016), juga sempat mengumpulkan seluruh operator di kantornya untuk mendengarkan masukan mereka terkait tarif interkoneksi. Namun tidak ada keputusan apapun yang dikeluarkan setelah pembahasan tersebut

 

Sumber – kompas.com

rhd – rifanfinancindo

Tanggapan PT HM Sampoerna soal Kabar Rokok Rp 50 Ribu

PT Rifan Financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – JAKARTA – Head of Regulatory International Trade and Communications PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) Elvira Lianita juga membantah kabar harga produknya sedang dan akan menjadi Rp 50 ribu per bungkus.

?Isu terkait adanya kenaikan harga secara drastis atas produk-produk Sampoerna adalah informasi tidak benar yang disebarkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,? tegasnya melalui surat elektronik kepada Jawa Pos tadi malam.

Sampoerna yang merupakan penguasa pasar rokok nasional, menurut Elvira, mendukung kebijakan tarif cukai yang adil, transparan, dan terprediksi dengan tetap memperhatikan unsur perlindungan kesehatan.

Termasuk perlindungan terhadap 6 juta orang yang terlibat dalam industri hasil tembakau nasional.

?Perlu menjadi catatan penting, dengan tingkat cukai saat ini, perdagangan rokok ilegal telah mencapai 11,7 persen dan merugikan negara hingga Rp 9 triliun (berdasar studi dari beberapa universitas nasional, Red). Hal ini tentu kontraproduktif dengan upaya pengendalian konsumsi rokok, peningkatan penerimaan negara, dan perlindungan tenaga kerja,? tuturnya.

Kenaikan harga drastis maupun kenaikan cukai secara eksesif dinilai bukan merupakan langkah bijaksana. Sebab, kata Elvira, setiap kebijakan yang berkaitan dengan harga dan cukai rokok harus mempertimbangkan seluruh aspek secara komprehensif.

Aspek tersebut terdiri atas seluruh mata rantai industri tembakau nasional: petani, pekerja, pabrikan, pedagang, dan konsumen. Harus dipertimbangkan pula kondisi industri dan daya beli masyarakat saat ini.

?Kebijakan cukai yang terlalu tinggi akan mendorong naiknya harga rokok menjadi mahal sehingga tidak sesuai dengan daya beli masyarakat. Jika harga rokok mahal, kesempatan ini akan digunakan produk rokok ilegal yang dijual dengan harga sangat murah karena mereka tidak membayar cukai,? paparnya.

Mengenai harga rokok di Indonesia jika dibandingkan dengan di negara-negara lain yang kemudian disimpulkan lebih murah, menurut Elvira, perlu dilakukan kajian yang menghitung daya beli masyarakat di tiap-tiap negara.

?Jika kita membandingkan harga rokok dengan pendapatan domestik bruto (PDB) per kapita di beberapa negara, harga rokok di Indonesia lebih tinggi daripada di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura,? jelasnya. (gen/ken/c9/ang/sam/jpnn)

Sumber : jpnn.com

(Rhd- PT Rifan Financindo Berjangka)

Hadeuh! Warga Garap Perayaan HUT RI, Pak Kades Malah Garap Istri Orang

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

Ilustrasi. Foto: Huffington Post

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA Kelakuan Kepala Desa Cimenga AH (38) ini sungguh-sunguh keterlaluan. Saat warganya sibuk membuat umbul umbul dan pernak pernik untuk menyemarakkan HUT RI ke-71, dia malah menyelinap masuk ke rumah istri orang yang menjadi selingkuhannya.

Karuan saja, oknum kades itu digerebek warga. Dia kini meringkuk di sel tahanan Markas Polsek Wanasalam guna bertanggungjawab atas perbuatannya. Kades yang baru menjabat satu tahun ini digerebek warga saat tengah berbuat mesum dengan perempuan berinisial JLH (36).

Aksi perselingkuhan itu dilakukan JLH di rumahnya, Kampung Pasir Nangka, Desa Katapang, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak saat sang suami tengah mencari nafkah keluar kota, Selasa (16/8) pukul 23.30 WIB.

Keterangan yang dihimpun INDOPOS, peristiwa berawal kecurigaan warga yang tengah sibuk membuat umbul umbul untuk peringatan HUT RI di Kampung Pasir Nangka. Mereka melihat orang tak dikenal masuk ke rumah JLH wanita setengah baya yang berparas cantik sekitar pukul 22.00 WIB.?Padahal, saat itu ?suami JLH sedang bekerja keluar kota.

Berdasarkan kecurigaan itu, warga lalu mengintai kediaman JLH. Penasaran apa yang dilakukan lelaki di rumah JLH, warga mengintipnya dari atas jendela. Ternyata, AD dan JLH tengah bergumul layaknya suami istri tanpa dibalut sehelai benangpun di rumah tersebut.

Warga lantas menggedor pintu rumah JLH dan meminta agar keduanya keluar. Warga yang geram pun menggiring keduanya ke Mapolsek Wanasalam untuk diproses secara hukum. Camat Cijaku, Cece Sahroni yang dihubungi INDOPOS mengakui adanya peristiwa yang menimpa bawahannya tersebut.

Namun camat yang baru beberapa bulan menjabat itu mengaku belum mengetahui secara jelas kronologis peristiwa hingga membuat AH sampai digiring warga ke Mapolsek Wanasalam bersama istri orang. ?Saya mendengar adanya kejadian itu,? ujarnya. Dia mengaku jika terbukti oknum kades itu digerebek saat meniduri isteri orang dia akan mengambil tindakan tegas.

Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cimenga?Azis?mengatakan, pihaknya akan segera menggelar rapat bersama anggota BPD lainnya untuk membahas kasus dugaan mesum kades tersebut. Dia mengaku kecewa dengan apa yang dilakukan kades.?Lantaran sudah tidak mencerminkan pemimpin yang jadi panutan masyarakat.

?Kami akan desak bupati agar segera mencopot jabatan Kades Cimenga ini. Kami sebagai warga Desa Cimenga malu dengan apa yang dilakukan kades,? katanya. (yas)

Sumber : jpnn.com

rhd – rifanfinancindo

Giliran Toke Sawit, Rp 260 Juta Amblas dalam Sekejap

RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -? Kawanan begal spesialis pecah kaca kembali beraksi.? Lagi-lagi korbannya adalah nasabah bank.

Kali ini dialami Asep (30) toke sawit warga Desa Penarik Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Bandit pecah kaca berhasil menyikat Rp 260 juta. Pelaku diduga pemain lama. Sama dengan kejadian-kejadian sebelumnya, pelaku dua pria bermotor Satria FU.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Salak Raya Kelurahan Panorama, tak jauh dari Pos Polisi Panorama, Senin (15/8) sekitar pukul 11.30 WIB.

Pelaku memecahkan kaca kanan bagian belakang mobil Toyota Innova nopol B 1574 WFM milik korban. Lalu membawa kabur tas berisi uang Rp 260 juta yang diletakkan di bawah kursi tengah.

Seorang tukang ojek, Herly (39) menjadi orang yang pertama menyadari kejadian tersebut. Ketika itu dia melihat 2 pria berperawakan muda menggunakan motor Suzuki Satria FU berhenti tak jauh dari mobil yang terparkir menghadap ke arah pertokoan.

Herly awalnya tidak menaruh curiga kepada kedua pria itu. Namun dia melihat satu diantara dua pria itu seperti tergesa-gesa berjalan menuju motor dari arah mobil korban.

Herly merasa penasaran, lalu melihat ke arah kanan mobil. Herly baru menyadari dua pria itu adalah bandit. Kaca mobil korban sudah pecah. Pelaku langsung memacu motornya ke arah Simpang SLB.

?Saya waktu itu tidak curiga. Saya duduk-duduk di arah samping kiri mobil. Saya melihat dua orang pakai motor FU, parkir dekat dengan mobil sebelah kanan. Satu orang tidak pakai helm terlihat dari arah mobil menuju motor. Lalu di motor satu orang lagi pakai helm. Saat saya mendekat mereka (pelaku, red) sudah memacu motor. Saat saya melihat kaca mobil sudah pecah, mereka sudah kabur ke arah SLB,? terang Herly.

Bagaimana kronologis kejadian? Korban baru menyadari kejadian yang dialaminya setelah warga heboh. Ketika itu korban sedang asyik berbelanja bersama istri dan dua adiknya di toko tak jauh dari lokasi parkirnya.

Pagi itu sekitar pukul 10.00 WIB, mereka ke Bank Mandiri di Jalan S Parman. Dia mencairkan uang sebanyak Rp 260 juta. Uang itu untuk membayar sawit dan membeli keperluan rumah tangga.

Setelah dari bank, mereka ke Pasar Panorama untuk berbelanja. Uang dalam jumlah banyak itu ditinggalkan di mobil. Korban tampaknya cukup yakin, uang di dalam tas hanya diletakkan di bawah kursi tengah.

?Kami ada keperluan belanja. Sebelum membayar sawit, kami mampir ke Pasar Panorama untuk membeli barang-barang pecah belah. Saya merasa tidak ada yang mengikuti. Karena itu uang ditaruh di tengah,? ujar korban.

Dilihat dari kronologis kejadian sesuai yang diceritakan korban, kuat dugaan modus operandi komplotan pelaku sama dengan kejadian sebelumnya. Korban sudah diintai sejak dari mengambil uang di bank.

Belajar dari kasus yang pernah terungkap sebelumnya, komplotan ini berjumlah 3 orang. Dimana 1 orang melakukan pengintaian di dalam bank, 2 orang lagi sebagai eksekutor.

Dengan kejadian yang dialami Asep, menambah daftar kasus pencurian spesialis nasabah bank yang belum terungkap. Sepanjang tahun 2016, setidaknya ada 6 kasus di Kota Bengkulu yang belum terungkap.

Kemiripkan aksi bandit terhadap nasabah bank ini terlihat pada beberapa kejadian serupa, dengan target yang sama yakni nasabah bank.

Dugaan itu mengarah pada beberapa kesamaan antara pelaku yang yang beraksi baru-baru ini dengan pelaku yang beraksi pada beberapa kejadian sebelumnya. Diantaranya, pelaku berjumlah dua orang, menggunakan motor Satria FU dan ciri-ciri postur pelaku sama dengan yang beraksi di TKP sebelumnya.

Dalam kejadian kemarin, tidak satupun polisi yang mau memberi keterangan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Anggota Polsek Gading Cempaka dibackup Sat Reskrim Polres Bengkulu dan Subdit Jatanras Polda Bengkulu langsung bergerak melakukan pengejaran terhadap pelaku. (cuy/sam/jpnn)

Sumber : jpnn.com

rhd – rifanfinancindo