• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Tanggapan PT HM Sampoerna soal Kabar Rokok Rp 50 Ribu

PT Rifan Financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – JAKARTA – Head of Regulatory International Trade and Communications PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) Elvira Lianita juga membantah kabar harga produknya sedang dan akan menjadi Rp 50 ribu per bungkus.

?Isu terkait adanya kenaikan harga secara drastis atas produk-produk Sampoerna adalah informasi tidak benar yang disebarkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,? tegasnya melalui surat elektronik kepada Jawa Pos tadi malam.

Sampoerna yang merupakan penguasa pasar rokok nasional, menurut Elvira, mendukung kebijakan tarif cukai yang adil, transparan, dan terprediksi dengan tetap memperhatikan unsur perlindungan kesehatan.

Termasuk perlindungan terhadap 6 juta orang yang terlibat dalam industri hasil tembakau nasional.

?Perlu menjadi catatan penting, dengan tingkat cukai saat ini, perdagangan rokok ilegal telah mencapai 11,7 persen dan merugikan negara hingga Rp 9 triliun (berdasar studi dari beberapa universitas nasional, Red). Hal ini tentu kontraproduktif dengan upaya pengendalian konsumsi rokok, peningkatan penerimaan negara, dan perlindungan tenaga kerja,? tuturnya.

Kenaikan harga drastis maupun kenaikan cukai secara eksesif dinilai bukan merupakan langkah bijaksana. Sebab, kata Elvira, setiap kebijakan yang berkaitan dengan harga dan cukai rokok harus mempertimbangkan seluruh aspek secara komprehensif.

Aspek tersebut terdiri atas seluruh mata rantai industri tembakau nasional: petani, pekerja, pabrikan, pedagang, dan konsumen. Harus dipertimbangkan pula kondisi industri dan daya beli masyarakat saat ini.

?Kebijakan cukai yang terlalu tinggi akan mendorong naiknya harga rokok menjadi mahal sehingga tidak sesuai dengan daya beli masyarakat. Jika harga rokok mahal, kesempatan ini akan digunakan produk rokok ilegal yang dijual dengan harga sangat murah karena mereka tidak membayar cukai,? paparnya.

Mengenai harga rokok di Indonesia jika dibandingkan dengan di negara-negara lain yang kemudian disimpulkan lebih murah, menurut Elvira, perlu dilakukan kajian yang menghitung daya beli masyarakat di tiap-tiap negara.

?Jika kita membandingkan harga rokok dengan pendapatan domestik bruto (PDB) per kapita di beberapa negara, harga rokok di Indonesia lebih tinggi daripada di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura,? jelasnya. (gen/ken/c9/ang/sam/jpnn)

Sumber : jpnn.com

(Rhd- PT Rifan Financindo Berjangka)

Klasemen Rio 2016: Salip Vietnam, Indonesia Masih Diancam Malaysia

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Posisi Indonesia di klasemen sementara Rio 2016, langsung naik drastis. Hingga empat hari Olimpiade Rio 2016 bakal berakhir, Indonesia kini berada di peringkat ke-39.

Emas yang datang dari cabang bulu tangkis nomor ganda campuran, atas nama Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, membuat Indonesia sukses menyalip Vietnam di ‘zona Asia Tenggara’.

Sebelum kehadiran medali emas dari Tontowi/Liliyana, Indonesia selalu berada di bawah Thailand dan Vietnam.

Kini, di antara negara Asia Tenggara, Thailand masih teratas dengan dua emas, dua perak dan dua perunggu. Secara umum, Negeri Gajah Putih berada di ranking ke-24.

Indonesia di peringkat ke-39, mengumpulkan satu emas dan dua perak (angkat besi: Sri Wahyuni Agustiani dan Eko Yuli Irawan). Sementara Vietnam berada di peringkat ke-45 dengan satu emas dan satu perunggu.

Posisi Indonesia, khususnya di antara negara Asia Tenggara, masih bisa digeser Malaysia. Kemungkinan ini ada karena Negeri Jiran itu masih menyisakan dua peluang medali emas dari bulu tangkis, atas nama tunggal putra Lee Chong Wei dan ganda putra Gov V Shem/Tan Wee Kiong.

Goh/Tan akan melakoni partai final pada Jumat (19/8) berhadapan dengan ganda China Fu Haifeng/Zhang Nan (China). Sementara Lee Chong Wei masih akan melakoni babak semifinal. Di Empat Besar, Chong Wei akan berhadapan dengan juara bertahan olimpiade, Lin Dan (China). Andai berhasil menang, Chong Wei akan jumpa pemenang antara Viktor Axelsen (Denmark) vs Chen Long (China).

Jika Malaysia mencuri satu emas saja dari dua peluang itu, posisinya akan lebih baik dari Indonesia. Saat ini, Malaysia berada di peringkat ke-56 dengan koleksi dua perak dan satu perunggu. (adk/jpnn)

Klasemen Sementara Rio 2016 (sampai pukul 09/30 WIB, 18/8):
No. Negara Emas Perak Perunggu

1. AMERIKA SERIKAT 29 31 29
2. INGGRIS RAYA 19 19 12
3. CHINA 19 15 20
4. RUSIA 12 14 15
5. JERMAN 11 8 9
6. JEPANG 10 5 18
7. PRANCIS 8 11 12
8. ITALIA 8 9 6
9. BELANDA 8 4 3
10. AUSTRALIA 7 8 9

=======

24. THAILAND 2 2 2
39. INDONESIA 1 2 0
45. VIETNAM 1 1 0
50. SINGAPURA 1 0 0
56. MALAYSIA 0 2 1
61. FILIPINA 0 1 0

Sumber : jpnn.com

(Rhd- PT Rifan Financindo Berjangka)

Hadeuh! Warga Garap Perayaan HUT RI, Pak Kades Malah Garap Istri Orang

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

Ilustrasi. Foto: Huffington Post

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA Kelakuan Kepala Desa Cimenga AH (38) ini sungguh-sunguh keterlaluan. Saat warganya sibuk membuat umbul umbul dan pernak pernik untuk menyemarakkan HUT RI ke-71, dia malah menyelinap masuk ke rumah istri orang yang menjadi selingkuhannya.

Karuan saja, oknum kades itu digerebek warga. Dia kini meringkuk di sel tahanan Markas Polsek Wanasalam guna bertanggungjawab atas perbuatannya. Kades yang baru menjabat satu tahun ini digerebek warga saat tengah berbuat mesum dengan perempuan berinisial JLH (36).

Aksi perselingkuhan itu dilakukan JLH di rumahnya, Kampung Pasir Nangka, Desa Katapang, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak saat sang suami tengah mencari nafkah keluar kota, Selasa (16/8) pukul 23.30 WIB.

Keterangan yang dihimpun INDOPOS, peristiwa berawal kecurigaan warga yang tengah sibuk membuat umbul umbul untuk peringatan HUT RI di Kampung Pasir Nangka. Mereka melihat orang tak dikenal masuk ke rumah JLH wanita setengah baya yang berparas cantik sekitar pukul 22.00 WIB.?Padahal, saat itu ?suami JLH sedang bekerja keluar kota.

Berdasarkan kecurigaan itu, warga lalu mengintai kediaman JLH. Penasaran apa yang dilakukan lelaki di rumah JLH, warga mengintipnya dari atas jendela. Ternyata, AD dan JLH tengah bergumul layaknya suami istri tanpa dibalut sehelai benangpun di rumah tersebut.

Warga lantas menggedor pintu rumah JLH dan meminta agar keduanya keluar. Warga yang geram pun menggiring keduanya ke Mapolsek Wanasalam untuk diproses secara hukum. Camat Cijaku, Cece Sahroni yang dihubungi INDOPOS mengakui adanya peristiwa yang menimpa bawahannya tersebut.

Namun camat yang baru beberapa bulan menjabat itu mengaku belum mengetahui secara jelas kronologis peristiwa hingga membuat AH sampai digiring warga ke Mapolsek Wanasalam bersama istri orang. ?Saya mendengar adanya kejadian itu,? ujarnya. Dia mengaku jika terbukti oknum kades itu digerebek saat meniduri isteri orang dia akan mengambil tindakan tegas.

Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cimenga?Azis?mengatakan, pihaknya akan segera menggelar rapat bersama anggota BPD lainnya untuk membahas kasus dugaan mesum kades tersebut. Dia mengaku kecewa dengan apa yang dilakukan kades.?Lantaran sudah tidak mencerminkan pemimpin yang jadi panutan masyarakat.

?Kami akan desak bupati agar segera mencopot jabatan Kades Cimenga ini. Kami sebagai warga Desa Cimenga malu dengan apa yang dilakukan kades,? katanya. (yas)

Sumber : jpnn.com

rhd – rifanfinancindo

Bebas dari Abu Sayyaf pada Hari Kemerdekaan RI

RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Setelah hampir dua bulan disekap Abu Sayyaf, Sofyan berhasil kabur.

Kisah dramatis muncul pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2016. Ini terjadi di Filipina, Seorang warga Indonesia yang jadi sandera kelompok Abu Sayyaf, Muhammad Sofyan, berhasil melarikan diri setelah disekap selama hampir dua bulan.

Sofyan merupakan anak buah kapal kapal tugboat Charles berwarganegara Indonesia, yang disandera Abu Sayyaf sejak 23 Juni 2016. Dia dan teman-temannya ditangkap di Perairan Sulu, Filipina Selatan.

Bersama dengan Sofyan, ada enam WNI lainnya yang diculik kelompok pengganggu di Filipina bagian selatan itu. Keenamnya adalah Kapten kapal Sofyan Feri Arifin, Muhammad Mahbrur Dahri, Edy Suryono, Ismail, Robin Piter dan Muhammad Nasir.

Sofyan ditemukan oleh penduduk setempat di garis pantai Barangay Bucal, kota Luuk, Sulu, Filipina Selatan, sekitar pukul 07.30 waktu setempat.

Lolosnya Sofyan disambut lega keluarganya di Samarinda, Kalimantan Timur. Sepupu Sofyan, Risna mengaku lega sanak saudaranya berhasil lolos setelah dua bulan disandera. Syukur itu disampaikan juga lantaran lolosnya Sofyan melewati tenggat waktu yang telah diberikan Abu Sayyaf sebelumnya, yaitu pada 15 Agustus 2016.

“Saya dan keluarga bersyukur karena saudara kami, Muhammad Sofyan, berhasil melarikan diri dan selamat dari Abu Sayyaf,” kata Risna.

Meski bersyukur, Risna mengatakan masih prihatin dengan nasib enam ABK lainnya yang ditangkap Abu Sayyaf bersama Sofyan. Rasa khawatir itu wajar, sebab lolosnya Sofyan bisa juga mengancam nasib keenam rekannya.

Laporan Antv menunjukkan kegelisahan Elona, istri Robin Piter. Elona mengaku sangat was-awas dan masih diliputi kekhawatiran. Sebab, sejauh ini belum ada tanda atau kabar enam sandera akan dilepaskan atau dibebaskan dalam waktu dekat.

Kabar lolosnya Sofyan dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan benar Sofyan telah lepas dari sekapan Abu Sayyaf. Kemenlu kini cepat langsung berkoordinasi dengan pemerintah Filipina untuk memastikan kondisi keberadaan Sofyan.

Iqbal mengatakan, Rabu siang ini waktu Filipina, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Filipina Perfecto Yasay Jr.

“Saat ini dia (Sofyan) sudah diamankan pihak Kepolisian Sulu, Filipina Selatan,” ujar Iqbal di Jakarta, Rabu 17 Agustus 2016.

Dia mengatakan, Tim dari KBRI Manila dan KJRI Davao langsung bergegas menuju Zamboanga City guna menangani proses selanjutnya dan memastikan kondisi yang bersangkutan.

Militer Filipina mengidentifikasi, penculik ketujuh ABK kapal Charles adalah kelompok yang pro Abu Sayyaf, Muktadil Brothers, yang berbasis di Tawi-Tawi, Filipina Selatan.

Dikutip dari laman Philstar, Rabu 17 Agustus 2016, Juru Bicara Militer di Filipina Selatan, Mayor Filemon Tan mengatakan kelompok tersebut punya tugas khusus dalam rangkaian penyanderaan.

“Tugas mereka menculik kru kapal dan mengirim korban sandera kepada kelompok Abu Sayyaf,” kata Tan.

Menurut laporan intelijen, Tan mengatakan, Abu Sayyaf tetap menuntut uang tebusan sebesar 20 juta Ringgit atau sekitar Rp60 miliar untuk pembebasan para sandera Indonesia.

Momen penting

Lolosnya Sofyan itu dipandang sebagai momentum baik bagi upaya pembebasan sandera tersisa. Pengamat hubungan internasional Universitas Paramadina, Emil Radiansyah, mengatakan pemerintah Indonesia bisa mengambil momen itu untuk meningkatkan kerja sama patroli bersama dengan Filipina dan Malaysia. Sebagaimana diketahui, ketiga negara telah sepakat untuk menggelar kerja sama patroli di Yogyakarta beberapa waktu lalu, merespons banyaknya kasus penyanderaan di perairan Filipina Selatan.

Emil menilai, dalam hal kerja sama patroli bersama itu, Filipina belum menunjukkan komitmen sepenuhnya. Sementara Indonesia dan Malaysia sudah total komitmen dalam patroli bersama.

“Filipina belum 100 persen soal itu. Jadi memang yang perlu ditekankan adalah dari pemerintah Filipina,” kata dosen Universitas Paramadina itu kepada VIVA.co.id, Rabu 17 Agustus 2016.

Untuk menekan komitmen pemerintah Filipina, Emil mengusulkan, Indonesia bisa memainkan ketergantungan Filipina atas batu bara dari Indonesia. Pemerintah, kata Emil, bisa memutuskan pengiriman (moratorium) batu bara ke Filipina. Hal itu agar ‘memaksa’ Filipina lebih fokus dalam penanganan sandera di area mereka.

“Opsi (menekan melalui) ASEAN bisa dilakukan. Filipina kan penggagas pemberantasan terorisme di regional,” kata dia.

Untuk itu, selain menekan Filipina, perlu dilakukan peningkatan kerja sama ketiga negara mutlak perlu dilakukan. Caranya pemerintah Indonesia perlu memainkan diplomasinya dalam patroli bersama.

Soal bentuk peningkatan kerja sama, Emil memaparkan bisa dilakukan beberapa bentuk. Pertama, misalnya TNI bisa masuk ke area angkatan bersenjata Filipina. Opsi peningkatan lainnya, bisa saja memungkinkan patroli bersama Filipina dan Malaysia di teritorial kedua negara tetangga tersebut.

Dia mengatakan opsi negosiasi perlu terus dilakukan pemerintah Indonesia. Sebab operasi militer tanpa negosiasi menurutnya langkah yang percuma. Jika saja operasi militer tetap dijalankan, tapi tak mengetahui detail kondisi sandera, maka bisa menjadi bumerang, sandera bisa dibunuh kelompok Abu Sayyaf.

Emil mengatakan operasi militer dan negosiasi dilakukan bersama dengan melibatkan milisi lokal di Filipina Selatan misalnya Moro National Liberation Front (MNLF).

Langkah itu perlu dilakukan sebab, menurut Emil, saat ini kelompok Abu Sayyaf sudah lintas batas, tak hanya beroperasi di perairan Filipina Selatan saja.

“Mereka (Abu Sayyaf) sifatnya lintas batas sekarang, berani lintas teritorial. Misalnya di area Malaysia mereka menculik lalu di bawa ke Filipina Selatan. Di area ini (Filipina Selatan) juga penjagaan kurang,” jelasnya.

Mengharap Duterte

Selain upaya diplomasi, Indonesia juga bisa berharap pada gebrakan dan ?kegarangan? dari Presiden Filipina, Rodrigo Roa Duterte.

Memang sejak dia dilantik jadi orang nomor satu Filipina, Duterte sudah memberikan sinyal ketegasan penegakan hukum. Bahkan tak tanggung, Duterte mengaku siap menghadapi langsung Abu Sayyaf.

Duterte memerintahkan kepada tiga matra di tubuh Angkatan Bersenjata Filipina, yakni AD, AL, dan AU, untuk menumpas habis kelompok militan Abu Sayyaf. Menurutnya, kawasan selatan yang mayoritas dihuni warga Muslim Filipina terancam dipengaruhi oleh paham ISIS apabila langkah tegas tidak cepat dilakukan.

“Hancurkan mereka. Itu adalah perintah!” tegas Duterte dalam pidatonya di Pangkalan Militer Zamboanga, Mindanao, Filipina Selatan, 11 Agustus 2016.

Di mata Duterte, Abu Sayyaf adalah kelompok bandit berkedok militan. Mereka membunuh warga sipil tanpa alasan dan sejak awal tidak membuka ruang negosiasi.

Dia mengatakan, jika Abu Sayyaf dibiarkan maka dalam tiga sampai tujuh tahun ke depan, Filipina akan mulai punya persoalan dengan ISIS. Makanya, dia siap berhadapan dengan Abu Sayyaf.

“Akan tiba waktunya bagi saya untuk berhadapan langsung dengan Abu Sayyaf,” tuturnya sebelum dilantik menjadi presiden.

Terbaru, Duterte menegaskan siap mempertaruhkan jabatannya untuk menumpas terorisme. Dia berjanji tak akan membiarkan Filipina diacak-acak oleh serangan teror apa pun.

Dia mengatakan, perbuatan teroris itu seperti ISIS. Kelompok teror tak punya ideologi politik, tak punya konsep, melukai membunuh perempuan dan anak-anak. Duterte juga miris dengan praktik barbar teroris di Filipina yang berani memenggal leher sandera.

“Ini (pernyataan) adalah sikap tegas saya dan saya akan terus mengingatkan. Saya akan hancurkan terorisme seperti yang saya katakan sebelumnya. Dan ini pertaruhan kehormatan, hidup dan jabatan saya sebagai Presiden Filipina,” paparnya.

Sikap tegas dan garang Duterte menjadi harapan bagi Indonesia. Emil mengakui kemampuan Duterte untuk mengendalikan keadaan sandera. Sebab mantan Wali Kota Davao itu dikenal punya pengalaman bisa menyelesaikan ketegangan dengan kelompok yang berseberangan dengan pemerintah Filipina.

Emil berharap Duterte bisa terus sigap dan aktif menjalin dukungan ke MNLF dan kelompok lain di Filipina Selatan untuk menuntaskan kelompok Abu Sayyaf.

“Diharapkan bisa jadi efek jera bagi Abu Sayyaf,” katanya.

Namun demikian, menurut Emil, tak mudah untuk menyelesaikan kelompok anti pemerintah di Filipina Selatan, sebab pengalaman selama ini, pemerintah Filipina belum berhasil sepenuhnya.

“Konflik di Filipina Selatan itu bisa lama (penyelesaiannya). Otonomi ke MNLF sudah pernah diberikan tapi tak selesaikan masalah,” tutur dia.

Tapi, bukan berarti langkah menyelesaikan pergolakan di Filipina Selatan tanpa peluang. Emil mengatakan, Duterte bisa menggandeng dukungan MNLF untuk menumpas Abu Sayyaf. Caranya, menjadikan MNLF sebagai sekutu sekaligus mitra menghancurkan kelompok teroris.

“Duterte bisa lebih erat dengan MNLF. Duterte tepat, tinggal dukungan dari aparatur militer (Filipina), masyarakat (Filipina) dan regional (ASEAN)” jelas dia.

(ren)

Sumber : viva.co.id

rhd – rifanfinancindo

Jokowi Puji Kinerja DPR/DPD Tahun Ini

RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -? JAKARTA?Presiden Joko Widodo memuji kinerja DPR RI tahun ini karena sudah menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik. Yaitu fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan. Terutama karena DPR bersama pemerintah telah menyelesaikan sepuluh rancangan yang disahkan menjadi undang-undang.

?Apresiasi juga kita berikan kepada DPR RI yang memegang amanah Undang Undang Dasar 1945 untuk menjalankan fungsinya. Dalam pelaksanaan fungsi legislasi, kita menyadari yang penting bukan banyaknya Rancangan Undang- Undang yang disahkan menjadi Undang-Undang, tetapi kualitas dan manfaat dari Undang-Undang itu bagi rakyat,? ujar Jokowi, sapaan Presiden saat berpidato di Sidang Tahunan MPR/DPR Tahun 2016 di Senayan, Jakarta, Selasa (16/8).

Undang-Undang yang telah diselesaikan pemerintah dan DPR antara lain UU tentang Tabungan Perumahan Rakyat, Amnesti Pajak, dan aturan tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidayaan Ikan dan Petambak Garam sebagai bagian dari upaya pemajuan kesejahteraan nelayan serta sektor kemaritiman di Tanah Air.

Dalam hal pelaksanaan fungsi anggaran, DPR bersama pemerintah saat ini sedang membahas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2017 dan RUU tentang Pertanggungjawaban Atas Pelaksanaan APBN 2015.

Menurutnya, DPR dan pemerintah berkomitmen untuk memastikan anggaran 2017 disusun dengan cermat demi peningkatan kesejahteraan rakyat.

?Anggaran itu harus mengikuti program prioritas. Tidak boleh lagi sekadar dibagi rata ke unit-unit kerja. Selanjutnya dalam hal pelaksanaan fungsi pengawasan, DPR telah mendorong optimalisasi pemeriksaan BPK, serta optimalisasi peran komisi dan anggota Dewan,? imbuhnya.

Presiden juga mengapresiasi kinerja DPD yang telah berpartisipasi aktif pada penetapan berbagai kebijakan pemerintah yang terkait dengan peningkatan kualitas pemilihan kepala daerah, percepatan pembangunan perbatasan negara, serta perlindungan sosial.

?DPD juga ikut mendukung pengembangan ekonomi kreatif hingga penyelesaian masalah kekerasan terhadap anak dan remaja. Kita juga berikan apresiasi atas komitmen DPD dalam mendukung kebijakan Amnesti Pajak, penguatan Bank Pembangunan Daerah, dan pengembangan koperasi,? pungkas Jokowi. (flo/jpnn)

Sumber : jpnn.com

rhd – rifanfinancindo

 

Kabarnya..Pekan Depan Komjen BG Fit and Proper Test jadi Kepala BIN

RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -? Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengklaim, pekan depan nama Komjen Budi Gunawan akan diajukan ke Komisi I DPR mengikuti uji kepatutan dan kelayakan sebagai Kepala Badan Intelijen Negara menggantikan Sutiyoso.

“IPW mendapat informasi, nama BG akan diajukan ke DPR pada 18 Agustus 2016,” katanya, Minggu (14/8).

Menurut dia, setelah melewati proses fit and proper test diperkirakan 22 Agustus 2016 BG sudah dilantik menjadi kepala BIN. Bersamaan dengan itu akan terjadi pergeseran posisi penting di Polri. Jabatan Wakapolri yang ditinggalkan BG disebut-sebut akan dipegang Komjen Syafruddin, yang sebelumnya Kalemdikpol.

Jabatan Sekretaris Lemhanas yang ditinggalkan Komjen Suhardi Alius ke BNPT akan diserahkan ke Irjen Arief Wahyunadi, yang sebelumnya menjabat Asrena.

Dengan demikian, nantinya ada dua posisi strategis yang kosong di Polri, yakni Kalemdikpol dan Asrena. Kapolda Metro Jaya Irjen Mugiharto disebut-sebut sebagai calon kuat menjadi Kalemdikpol.

Sementara calon yang akan menggantikannya ada tiga orang, yakni Irjen Condro Kirono, Irjen Iwan Iriawan, dan Irjen Bambang Waskito.

Sedangkan untuk mengisi jabatan Asrena ada empat nama yang disebut-sebut, yakni Brigjen Bambang Sunar, Brigjen Noval Yahya, Brigjen Mama Doa, dan Brigjen Gatot Edi.

“Tampilnya BG memimpin BIN nanti, diharapkan bisa bersinergi dalam membentengi keamanan dan pertahanan. Selama ini Indonesia sepertinya tidak henti-hentinya menjadi korban “serangan operasi intelijen” asing, melalui kasus-kasus terorisme, narkoba, perdagangan manusia, pencurian ikan, penyelundupan, dan lain-lain,” ujar Neta.

Semua serangan itu bertujuan untuk melemahkan Indonesia sehingga bangsa ini tidak bisa bangkit dan tak mampu mandiri serta gagal membangun kekuatan sosial ekonominya.

Melalui jaringan luas yang dimilikinya selama ini diharapkan BG bisa memperkuat BIN dan membuat jaringan intelijen Indonesia kian profesional. Jaringan yang luas di bidang sosial, politik, dan kemasyarakatan menjadi modal utama seorang kepala BIN.

Diharapkan BG dapat memaksimalkan jaringannya yang luas itu untuk mensinerjikan BIN dengan berbagai institusi, dalam rangka membentengi Indonesia dari serangan kasus-kasus terorisme, narkoba, perdagangan manusia, aksi pencurian yang dilakukan orang asing terhadap kekayaan alam Indonesia.

“Tampilnya jenderal polisi memimpin BIN bukanlah hal baru. Sebelumnya BIN juga pernah dipimpin mantan Kapolri Sutanto,” ungkap Neta. (boy/jpnn)

Sumber : jpnn.com

rhd – rifanfinancindo

Bergabung Parpol Jelang Pemilu tak Bisa jadi Caleg

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -? Anggota Tim Pakar Pemerintah dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyelenggaraan Pemilu DR. Dhani, membuka wacana agar syarat pencalegan di pemilu 2019 diperketat.

Yakni, seseorang bisa dipasang sebagai caleg harus sudah menjadi anggota parpol minimal satu tahun. Cara ini untuk menekan fenomena politisi pindah-pindah parpol alias kutu loncat.

?Untuk mencegah kutu loncat yang tiba-tiba bergabung atau pindah-pindah parpol, maka perlu diatur bahwa yang dapat diajukan caleg oleh parpol disyaratkan harus memiliki kartu tanda anggota parpol minimal lebih satu tahun sehingga dipastikan yang diajukan caleg hanyalah para kader parpol yang telah berkeringat di parpol,? ujar DR.Dhani dalam diskusi bertema Pendidikan Politik Bagi Politisi Perempuan: Tantangan dan Prospek Perempuan dalam Pusaran Pembangunan Demokrasi di Indonesia, yang digelar di Hotel Atria, Jalan S.Parman Kota Malang, Jatim, Minggu (14/8).

Acara digelar Direktorat Politik Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri.

Plt Direktur Politik Dalam Negeri Ditjen Polpum Kemendagri, DR. Bahtiar Baharudin yang hadir sebagai penyelenggara mengatakan, acara ini dihadiri unsur perempuan pengurus parpol, aktivis ormas perempuan, sejumlah anggota DPRD Kota Malang dari unsur perempuan, juga dari kalangan pemilih pemula yakni mahasiswi dan pelajar.

?Seminar juga menghadirkan dr.Juwita dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang,? ujar Bahtiar.

Dalam paparannya, Dhani juga menekankan pentingnya pendidikan politik, yang merupakan bagian dari agenda prioritas kemendagri, dalam hal ini Ditjen Polpum.

Kaitannya dengan peran perempuan di panggung politik, lanjut Dhani, tugas pemerintah adalah membuat aturan yang memungkinkan kaum perempuan mendapat akses yang siginifikan untuk bisa duduk di lembaga legislatif.

?Dan kader-kader perempuan yang menjadi pengurus parpol menjadi prioritas didorong menjadi angggota DPR dan DPRD. Bukan orang yang bergabung di partai menjelang pemilu,? terangnya.

Dikatakan, UU PIleg saat ini tidak memungkinkan kader parpol diprioritaskan duduk menjadi legislator karena sistem suara terbanyak sehingga membuat siapa yang banyak uangnya itulah yang terpilih.

?Maka solusi ke depan adalah pemilu menggunakan sistem proporsional tertutup. Di mana pemilih akan memilih partai. Namun supaya publik mengetahui calon wakil rakyat maka tugas parpol melakukan sosialisasi calon legislatifnya.

Berkali-kali, Dhani menekankan pentingnya kaum perempuan didorong masuk menjadi anggota legislative, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Dia menyebut data, jumlah penduduk indonesiaa 55 persen adalah perempuan. ?Namun perempuan yang terpilih jadi anggota DPR hanya 16 persen. DPRD provinsi perempuan hanya 14 persen dan DPRD kabupaten/kota perempuan hanya 12 persen. Hal tersebut merupakan anomali politik yang harus diatasi,? pungkasnya. (sam/jpnn)

Sumber : jpnn.com

rhd – rifanfinancindo

Begini Caranya Agar Taruna AAL Bertahan Hidup Di Laut

RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -? Wakil Gubernur Akademi Angkatan Laut (Wagub AAL) Laksamana Pertama TNI R. Edi Surjanto meninjau Latihan dan Praktik (Lattek) Sea Survival Taruna AAL Tingkat II Angkatan ke-64 di Koarmatim Ujung, Surabaya, Sabtu (6/8).

Tampak hadir dalam acara tersebut, Kepala Departemen Pelaut AAL Kolonel Laut (P) Benny Sukandari, para instruktur dari Dislambair, dan Pengasuh Taruna AAL.

Sebanyak 126 orang Taruna AAL tingkat II angkatan ke-64 melaksanakan latihan dan praktik Sea Survival (bertahan hidup di laut dalam keadaan darurat) selama lima hari yang dimulai dengan latihan di kolam renang Jala Krida Tirta AAL Bumimoro, pada tanggal 3 Agustus 2016 selama dua hari. Selanjutnya dilaksanakan di lokasi latihan Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmatim Ujung, Surabaya.

Lattek Sea Survival merupakan suatu kegiatan praktik lapangan yang secara periodik dilaksanakan sesuai dengan jadwal Kalender Akademi dan Kurikulum AAL.

Menurut Kepala Bagian Penerangan AAL, Letkol Laut (KH) Abdul Kadir, tujuan latihan dan praktek Sea Survival adalah untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada Taruna AAL tentang cara bertahan hidup di laut dalam keadaan darurat. Para Taruna akan dilatih tentang dasar survival, penyebab terjadinya survival, pengenalan terhadap peralatan survival dan keselamatan yang ada di KRI.

Dalam Lattek Sea Survival para Taruna AAL mendapatkan latihan dasar survival, penyebab terjadinya survival, pengenalan terhadap peralatan survival, dan keselamatan yang ada di KRI. Para Taruna juga mempraktikkan secara benar cara-cara pelaksanaan penyelamatan diri ke laut dengan menggunakan perlengkapan keselamatan yang telah tersedia.(fri/jpnn)

40 Taruna AAL Terpilih Jadi Pasukan Upacara HUT Proklamasi RI di Istana Negara # RIFAN FINANCINDO

Sebanyak 40 orang Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) terdiri dari 35 Taruna dan lima Taruni AAL terpilih menjadi pasukan upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Negara Jakarta.

Wakil Gubernur Akademi Angkatan Laut (Wagub AAL) Laksamana Pertama TNI R. Edi Surjanto, Rabu (10/8) melakukan inspeksi kesiapan Taruna AAL yang akan bergabung sebagai pasukan upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-71 RI tahun 2016 di Istana Negara Jakarta.

Setelah mengecek secara detail seluruh kebutuhan dan kesehatan serta kesiapannya, Wagub AAL memberangkatkan 40 orang Taruna AAL dari AAL Bumimoro, Surabaya menuju Jakarta.

Saat inspeksi kesiapan dan pemberangkatan Taruna AAL sebagai pasukan upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-71 RI tahun 2016 juga dihadiri para pejabat utama AAL.(fri/jpnn)

Sumber : jpnn.com

rhd – rifanfinancindo

Ketika Presiden Jokowi Terpingkal-pingkal

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -? Saat Jokowi Terpingkal-pingkal Dengar Santri Sebut Ahok,Megawati dan Prabowo Sebagai Menteri
Magelang.Santrionline-Acara peringatan Isra Mi’raj yang dihadiri Presiden Joko Widodo di Pondok Pesantren Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah berlangsung ramai. Bukan saja karena ribuan santri yang hadir, tapi suasana acara itu membuat Presiden Jokowi terpingkal-pingkal.

Suasana itu terjadi saat Presiden Jokowi mengakhiri sambutannya dengan membagikan 5 sepeda kepada santri. Sepeda itu diberikan kepada santri yang bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Jokowi.

“Tadi saya bawa 5 sepeda, akan saya berikan kepada santri yang bisa jawab pertanyaan saya. Tunjuk jari saja spontan. Saya bingung tanya ke santri, kalau suruh ngaji ya pintar semua. Ya sudah, tanya umum saja,” ucap Presiden Jokowi.

Hal itu disampaikan di Pesantren Tegalrejo, Magelang, Jateng, Rabu (4/5/2016) malam. Jokowi tampak mengenakan kemeja putih dan jas, dengan sarung dan kopiah hitam. Hadir ribuan santri pria di acara itu.

Hadir juga Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Tim Komunikasi Presiden Ari Dwi Payana, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko dan pejabat setempat. Mereka kompak berkopiah.

“Indonesia ada 34 provinsi, sebutkan 7 saja, Hayo…” kata Jokowi. Spontan para santri mengacungkan tangan.

Jokowi lalu memilih satu santri di hadapannya untuk maju ke depan dan menyebutkan 7 provinsi yang ditanyakan. “Apa saja?” kata Jokowi ke santri itu.

“Jawa Barat,” ucapnya.
“Terus?” tanya Jokowi lagi.
“Jawa Tengah,” lanjut si santri. Lalu dia menyebutkan Jawa Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Bali dan Sulawesi Utara.
“Luar biasa pinter banget. Dah, ambil saja sepedanya, milih,” timpal Jokowi santai meminta santri memilih sepeda.

Jokowi dan santri saat peringatan Isra Mi’raj (Foto: Muhammad Iqbal/detikcom)
Di sisi panggung memang sudah ada 5 sepeda yang bisa dipilih. Tapi si santri ini tampaknya bingung. Sepeda itu terlihat lebih tinggi dari perawakannya. Jokowi juga melihat si santri ini agak lama memilih sepeda.

“Disuruh milih kok bingung..” kata Jokowi tekekeh disusul tawa santri.
Pertanyaan berikutnya, Indonesia memiliki 516 kabupaten dan kota se-Indonesia. Jokowi meminta santri menyebukan 7 kabupaten/kota saja. Lalu santri yang mengacung di sisi kanan Jokowi diminta maju.

“Magelang, Kebumen, Kendiri.. Lamongan, Jogja, Kendal, Solo,” jawa si santri bernama Fajar terbata-bata.

“Apa yang terakhir?” tanya Jokowi.
“Solo pak,” jawab si santri bersarung itu yang membuat Jokowi terkekeh.
“Dah, ambil pilih..” sahut Jokowi meminta si anak memilih sepeda.
Pertanyaan ketiga, Jokowi meminta santri yang hafal Pancasila untuk maju ke depan. Tampaklah seorang santri yang diminta Jokowi maju.
“Satu, Ketuhanan Yang Maha Esa..” kata si santri.
“Dua?” tanya Jokowi sambil memegang pundak si santri.

Tapi santri itu tampak kebingungan alias grogi, mungkin karena dirangkul Jokowi. Santri itu mengulang menjawab dari sila pertama. Akhirnya bisa jawab sampai akhir, tapi ada yang salah pada sila keempat.

“Kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,” jawab santri.
“Empat ulangi?” pinta Jokowi.
Santri itu mengulang beberapa kali dan akhirnya bisa menyelesaikan Pancasila. “Sebetulnya bisa dan di luar kepala, tapi disoraki terus. Ya udah ambil sepedanya,” sahut Jokowi disusul tepuk tangan santri.
Pertanyaan berikutnya. “Menteri kabinet kerja ada 34, sebutkan 3 saja,” tanya Jokowi. Kali ini giliran santri yang di tengah diminta maju.
“Bismillahirrahmanirrahim..” kata santri sebelum menjawab.
“Nomor satu.. Ahok!” sebutnya lantang. Sontak tamu undang tertawa, termasuk Presiden Jokowi.
“Coba ulangi, sebutkan 3 menteri kabinet kerja,” tanya Jokowi lagi.
“Nomor satu, Megawati..!” sahut si anak dengan suara lantang. Disusul tawa Jokowi dan undangan lagi.
“Terus?” tanya Jokowi.
“Nomor satu Megawati. Nomor dua Ahok. Nomor tiga Prabowo!” si santri mantap dengan jawabanya, tapi Jokowi tertawa.
“Ha..ha.. Udah, ambil sepedanya..’ kata Jokowi tak ambil pusing.
Sisa satu sepeda lagi. Jokowi minta satu santri maju lebih dulu. Akhirnya seorang santri ditunjuk maju, tapi rupanya dia tak diajukan pertanyaan.

“Dah, ambil sepedanya langsung,” ucap Jokowi disusul riuh ribuan santri yang tak kebagian sepeda.
Bagi-bagi sepeda seperti ini memang sering dilakukan Jokowi saat kunjungan ke daerah. Pertanyaannya bisa macam-macam dan kadang tak harus benar karena hanya untuk menghibur.
Usai pembagian sepeda itu, Jokowi dan rombongan lalu pegi menuju lokasi lain menemui tokoh masyarakat. Setelah itu bergerak ke Wisma Negara Yogyakarta untuk menginap sampai Kamis (5/5) besok.

Source = (Detik.com/Abdul Wahab)

rhd – rifanfinancindo

Lebih Baik Mondok daripada Full Day School

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Lebih Baik Mondok daripada Full Day School yang Menabrak Madrasah Diniyah
Baru saja pelaksana pendidikan di Indonesia dibuat ribet dengan perubahan kurikulum. Nasib guru yang selalu terombang-ambing karena perubahan kebijakan yang tidak jelas arahnya. Belum lagi perlakuan yang tidak pantas untuk guru dari murid dan orang tuanya. Kini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhajir Effendy mewacanakan program full day school, anak harus ada di sekolah dari pagi hingga sore.
Soal full day school, Ketua PW Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta, Aris Adi Leksono menjelaskan, sesungguhnya program itu bukan hal yang baru. Bagi kalangan pesantren dan basis Nahdliyin mendidik anak dengan totalitas waktu dan daya dukung lainnya sudah ada sejak zaman dulu.
?Pesantren bukan sekedar full day, tapi thuluz zaman atau belajar sepanjang hayat sehingga karakter dan pengetahuan yang didapat menjadi matang dan tuntas (mastery learning),? ujar Aris.

Lebih lanjut, Aris menuturkan jika program menteri tersebut jadi dilakukan, pihaknya yakin akan menambah daftar trial and error sistem pendidikan nasional. Alasannya, kondisi sekolah kita masih banyak yang belum siap, sarana belum memadai, sistem pendidikan yang belum siap, sistem pembelajaran, dan masih banyak kendala teknis lainnya.

“Lebih baik memperkuat sistem yang ada, sudah jelas pesantren adalah sistem pendidikan khas Nusantara. Full day di pesantren lebih bermakna daripada di sekolah, mending Kemdikbud ikut kampanye Ayo Mondok,? terang Guru di MTsN 34 Jakarta itu.

Menurut Aris, Mendikbud harusnya lebih fokus pada pengembangan kurikulum dan pemerataan kompetensi guru, sehingga pelayanan standar pendidikan nasional dapat dirasakan seluruh pelosok negeri. Menurutnya, pemerintah harus mulai ‘taubat’ dari program pencitraan yang justru meresahkan masyarakat dan tidak jelas arahnya.

Belum lagi irisan akibat pelaksanaan program tersebut, karena tidak sedikit anak yang harus belajar agama di Madrasah Diniyah usai pulang sekolah. Madrasah Diniyah memiliki peran strategis untuk penanaman nilai agama bagi anak dan usia remaja. Belum lagi interaksi sosial anak menjadi terbatas, terutama dalam upaya pengembangan minat dan bakat anak di luar sekolah.

Dalam hal ini, Pergunu DKI Jakarta sebagaimana tradisi pesantren berharap Mendikbud istikhoroh dulu. Selain itu, sebuah program lebih baik melalui riset terlebih dahulu sebelum wacana itu menjadi kebijakan. Bukan serta merta langsung diterapkan, apalagi dijadikan pilot project.

?Jika hasilnya baik, tidak masalah mengadopsi sistem pesantren yang sudah menjadi keunggulan sistem pendidikan Indonesia sejak dulu,? pungkas Wakil Ketua STAINU Jakarta ini. (NU Online/Abdul Wahab)

Sumber : santrionline.net

rhd – rifanfinancindo