• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Bebas dari Abu Sayyaf pada Hari Kemerdekaan RI

RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Setelah hampir dua bulan disekap Abu Sayyaf, Sofyan berhasil kabur.

Kisah dramatis muncul pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2016. Ini terjadi di Filipina, Seorang warga Indonesia yang jadi sandera kelompok Abu Sayyaf, Muhammad Sofyan, berhasil melarikan diri setelah disekap selama hampir dua bulan.

Sofyan merupakan anak buah kapal kapal tugboat Charles berwarganegara Indonesia, yang disandera Abu Sayyaf sejak 23 Juni 2016. Dia dan teman-temannya ditangkap di Perairan Sulu, Filipina Selatan.

Bersama dengan Sofyan, ada enam WNI lainnya yang diculik kelompok pengganggu di Filipina bagian selatan itu. Keenamnya adalah Kapten kapal Sofyan Feri Arifin, Muhammad Mahbrur Dahri, Edy Suryono, Ismail, Robin Piter dan Muhammad Nasir.

Sofyan ditemukan oleh penduduk setempat di garis pantai Barangay Bucal, kota Luuk, Sulu, Filipina Selatan, sekitar pukul 07.30 waktu setempat.

Lolosnya Sofyan disambut lega keluarganya di Samarinda, Kalimantan Timur. Sepupu Sofyan, Risna mengaku lega sanak saudaranya berhasil lolos setelah dua bulan disandera. Syukur itu disampaikan juga lantaran lolosnya Sofyan melewati tenggat waktu yang telah diberikan Abu Sayyaf sebelumnya, yaitu pada 15 Agustus 2016.

“Saya dan keluarga bersyukur karena saudara kami, Muhammad Sofyan, berhasil melarikan diri dan selamat dari Abu Sayyaf,” kata Risna.

Meski bersyukur, Risna mengatakan masih prihatin dengan nasib enam ABK lainnya yang ditangkap Abu Sayyaf bersama Sofyan. Rasa khawatir itu wajar, sebab lolosnya Sofyan bisa juga mengancam nasib keenam rekannya.

Laporan Antv menunjukkan kegelisahan Elona, istri Robin Piter. Elona mengaku sangat was-awas dan masih diliputi kekhawatiran. Sebab, sejauh ini belum ada tanda atau kabar enam sandera akan dilepaskan atau dibebaskan dalam waktu dekat.

Kabar lolosnya Sofyan dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan benar Sofyan telah lepas dari sekapan Abu Sayyaf. Kemenlu kini cepat langsung berkoordinasi dengan pemerintah Filipina untuk memastikan kondisi keberadaan Sofyan.

Iqbal mengatakan, Rabu siang ini waktu Filipina, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Filipina Perfecto Yasay Jr.

“Saat ini dia (Sofyan) sudah diamankan pihak Kepolisian Sulu, Filipina Selatan,” ujar Iqbal di Jakarta, Rabu 17 Agustus 2016.

Dia mengatakan, Tim dari KBRI Manila dan KJRI Davao langsung bergegas menuju Zamboanga City guna menangani proses selanjutnya dan memastikan kondisi yang bersangkutan.

Militer Filipina mengidentifikasi, penculik ketujuh ABK kapal Charles adalah kelompok yang pro Abu Sayyaf, Muktadil Brothers, yang berbasis di Tawi-Tawi, Filipina Selatan.

Dikutip dari laman Philstar, Rabu 17 Agustus 2016, Juru Bicara Militer di Filipina Selatan, Mayor Filemon Tan mengatakan kelompok tersebut punya tugas khusus dalam rangkaian penyanderaan.

“Tugas mereka menculik kru kapal dan mengirim korban sandera kepada kelompok Abu Sayyaf,” kata Tan.

Menurut laporan intelijen, Tan mengatakan, Abu Sayyaf tetap menuntut uang tebusan sebesar 20 juta Ringgit atau sekitar Rp60 miliar untuk pembebasan para sandera Indonesia.

Momen penting

Lolosnya Sofyan itu dipandang sebagai momentum baik bagi upaya pembebasan sandera tersisa. Pengamat hubungan internasional Universitas Paramadina, Emil Radiansyah, mengatakan pemerintah Indonesia bisa mengambil momen itu untuk meningkatkan kerja sama patroli bersama dengan Filipina dan Malaysia. Sebagaimana diketahui, ketiga negara telah sepakat untuk menggelar kerja sama patroli di Yogyakarta beberapa waktu lalu, merespons banyaknya kasus penyanderaan di perairan Filipina Selatan.

Emil menilai, dalam hal kerja sama patroli bersama itu, Filipina belum menunjukkan komitmen sepenuhnya. Sementara Indonesia dan Malaysia sudah total komitmen dalam patroli bersama.

“Filipina belum 100 persen soal itu. Jadi memang yang perlu ditekankan adalah dari pemerintah Filipina,” kata dosen Universitas Paramadina itu kepada VIVA.co.id, Rabu 17 Agustus 2016.

Untuk menekan komitmen pemerintah Filipina, Emil mengusulkan, Indonesia bisa memainkan ketergantungan Filipina atas batu bara dari Indonesia. Pemerintah, kata Emil, bisa memutuskan pengiriman (moratorium) batu bara ke Filipina. Hal itu agar ‘memaksa’ Filipina lebih fokus dalam penanganan sandera di area mereka.

“Opsi (menekan melalui) ASEAN bisa dilakukan. Filipina kan penggagas pemberantasan terorisme di regional,” kata dia.

Untuk itu, selain menekan Filipina, perlu dilakukan peningkatan kerja sama ketiga negara mutlak perlu dilakukan. Caranya pemerintah Indonesia perlu memainkan diplomasinya dalam patroli bersama.

Soal bentuk peningkatan kerja sama, Emil memaparkan bisa dilakukan beberapa bentuk. Pertama, misalnya TNI bisa masuk ke area angkatan bersenjata Filipina. Opsi peningkatan lainnya, bisa saja memungkinkan patroli bersama Filipina dan Malaysia di teritorial kedua negara tetangga tersebut.

Dia mengatakan opsi negosiasi perlu terus dilakukan pemerintah Indonesia. Sebab operasi militer tanpa negosiasi menurutnya langkah yang percuma. Jika saja operasi militer tetap dijalankan, tapi tak mengetahui detail kondisi sandera, maka bisa menjadi bumerang, sandera bisa dibunuh kelompok Abu Sayyaf.

Emil mengatakan operasi militer dan negosiasi dilakukan bersama dengan melibatkan milisi lokal di Filipina Selatan misalnya Moro National Liberation Front (MNLF).

Langkah itu perlu dilakukan sebab, menurut Emil, saat ini kelompok Abu Sayyaf sudah lintas batas, tak hanya beroperasi di perairan Filipina Selatan saja.

“Mereka (Abu Sayyaf) sifatnya lintas batas sekarang, berani lintas teritorial. Misalnya di area Malaysia mereka menculik lalu di bawa ke Filipina Selatan. Di area ini (Filipina Selatan) juga penjagaan kurang,” jelasnya.

Mengharap Duterte

Selain upaya diplomasi, Indonesia juga bisa berharap pada gebrakan dan ?kegarangan? dari Presiden Filipina, Rodrigo Roa Duterte.

Memang sejak dia dilantik jadi orang nomor satu Filipina, Duterte sudah memberikan sinyal ketegasan penegakan hukum. Bahkan tak tanggung, Duterte mengaku siap menghadapi langsung Abu Sayyaf.

Duterte memerintahkan kepada tiga matra di tubuh Angkatan Bersenjata Filipina, yakni AD, AL, dan AU, untuk menumpas habis kelompok militan Abu Sayyaf. Menurutnya, kawasan selatan yang mayoritas dihuni warga Muslim Filipina terancam dipengaruhi oleh paham ISIS apabila langkah tegas tidak cepat dilakukan.

“Hancurkan mereka. Itu adalah perintah!” tegas Duterte dalam pidatonya di Pangkalan Militer Zamboanga, Mindanao, Filipina Selatan, 11 Agustus 2016.

Di mata Duterte, Abu Sayyaf adalah kelompok bandit berkedok militan. Mereka membunuh warga sipil tanpa alasan dan sejak awal tidak membuka ruang negosiasi.

Dia mengatakan, jika Abu Sayyaf dibiarkan maka dalam tiga sampai tujuh tahun ke depan, Filipina akan mulai punya persoalan dengan ISIS. Makanya, dia siap berhadapan dengan Abu Sayyaf.

“Akan tiba waktunya bagi saya untuk berhadapan langsung dengan Abu Sayyaf,” tuturnya sebelum dilantik menjadi presiden.

Terbaru, Duterte menegaskan siap mempertaruhkan jabatannya untuk menumpas terorisme. Dia berjanji tak akan membiarkan Filipina diacak-acak oleh serangan teror apa pun.

Dia mengatakan, perbuatan teroris itu seperti ISIS. Kelompok teror tak punya ideologi politik, tak punya konsep, melukai membunuh perempuan dan anak-anak. Duterte juga miris dengan praktik barbar teroris di Filipina yang berani memenggal leher sandera.

“Ini (pernyataan) adalah sikap tegas saya dan saya akan terus mengingatkan. Saya akan hancurkan terorisme seperti yang saya katakan sebelumnya. Dan ini pertaruhan kehormatan, hidup dan jabatan saya sebagai Presiden Filipina,” paparnya.

Sikap tegas dan garang Duterte menjadi harapan bagi Indonesia. Emil mengakui kemampuan Duterte untuk mengendalikan keadaan sandera. Sebab mantan Wali Kota Davao itu dikenal punya pengalaman bisa menyelesaikan ketegangan dengan kelompok yang berseberangan dengan pemerintah Filipina.

Emil berharap Duterte bisa terus sigap dan aktif menjalin dukungan ke MNLF dan kelompok lain di Filipina Selatan untuk menuntaskan kelompok Abu Sayyaf.

“Diharapkan bisa jadi efek jera bagi Abu Sayyaf,” katanya.

Namun demikian, menurut Emil, tak mudah untuk menyelesaikan kelompok anti pemerintah di Filipina Selatan, sebab pengalaman selama ini, pemerintah Filipina belum berhasil sepenuhnya.

“Konflik di Filipina Selatan itu bisa lama (penyelesaiannya). Otonomi ke MNLF sudah pernah diberikan tapi tak selesaikan masalah,” tutur dia.

Tapi, bukan berarti langkah menyelesaikan pergolakan di Filipina Selatan tanpa peluang. Emil mengatakan, Duterte bisa menggandeng dukungan MNLF untuk menumpas Abu Sayyaf. Caranya, menjadikan MNLF sebagai sekutu sekaligus mitra menghancurkan kelompok teroris.

“Duterte bisa lebih erat dengan MNLF. Duterte tepat, tinggal dukungan dari aparatur militer (Filipina), masyarakat (Filipina) dan regional (ASEAN)” jelas dia.

(ren)

Sumber : viva.co.id

rhd – rifanfinancindo

Kekuatan TNI AL Untuk Mengatasi Segala Bentuk Ancaman

Rifan Financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKAJAKARTA – Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, TNI Angkatan Laut memiliki tugas dan tanggung jawab konstitusional untuk melanjutkan proses pembangunan nasional.

Dengan dilandasi nilai kejuangan, TNI AL harus terus meningkatkan kinerja dan melanjutkan pengabdian dalam mendukung program pembangunan nasional.

“Untuk itu, program pembangunan kekuatan dan pembinaan kemampuan TNI Angkatan Laut diarahkan untuk mendukung terwujudnya pertahanan maritim yang dapat mengatasi segala bentuk ancaman,? tegas KSAL Laksamana TNI Ade Supandi.

Dalam amanat tertulis dibacakan Asisten Perencanaan dan Anggaran Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Asrena KSAL) Laksamana Muda TNI A. Taufiq R saat bertindak sebagai inspektur upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-71 Kemerdekaan RI Tahun 2016 di Lapangan Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (17/8).

Menurut KSAL, sesuai kebijakan pemerintah dan tugas TNI Angkatan Laut yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang No. 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Pembangunan kekuatan pertahanan maritim memiliki dua tujuan. Yaitu melindungi kedaulatan wilayah dan sumber daya nasional serta menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran di seluruh wilayah laut Indonesia.

Untuk itu, TNI Angkatan Laut harus mewujudkan empat program prioritas yaitu dukungan kesiapan Matra Laut.

Modernisasi Alutsista dan non Alutsista serta pembangunan fasilitas dan sarana prasarana pertahanan Negara Matra Laut.

Peningkatan profesionalisme personel Matra Laut, serta penyelenggaraan manajemen dan operasi Matra Laut.

Selain itu, TNI AL harus mampu membina dan memberdayakan potensi maritim untuk digunakan bagi kepentingan pertahanan negara.

Dalam rangka meningkatkan peran serta untuk mendukung percepatan pembangunan kemaritiman nasional.

?Untuk itu, TNI AL membangun kerja sama dengan kementerian maupun lembaga pemerintah lainnya.

Aktif terlibat dalam berbagai program pemberdayaan dan penguatan kemaritiman,? tegas KSAL seperti siaran pers Kasubdispenum Diispenal, Letkol Laut (KH) Heddy Sakti.(fri/jpnn)

Sumber : jpnn.com

(Rhd- PT Rifan Financindo Berjangka)

Giliran Toke Sawit, Rp 260 Juta Amblas dalam Sekejap

RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -? Kawanan begal spesialis pecah kaca kembali beraksi.? Lagi-lagi korbannya adalah nasabah bank.

Kali ini dialami Asep (30) toke sawit warga Desa Penarik Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Bandit pecah kaca berhasil menyikat Rp 260 juta. Pelaku diduga pemain lama. Sama dengan kejadian-kejadian sebelumnya, pelaku dua pria bermotor Satria FU.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Salak Raya Kelurahan Panorama, tak jauh dari Pos Polisi Panorama, Senin (15/8) sekitar pukul 11.30 WIB.

Pelaku memecahkan kaca kanan bagian belakang mobil Toyota Innova nopol B 1574 WFM milik korban. Lalu membawa kabur tas berisi uang Rp 260 juta yang diletakkan di bawah kursi tengah.

Seorang tukang ojek, Herly (39) menjadi orang yang pertama menyadari kejadian tersebut. Ketika itu dia melihat 2 pria berperawakan muda menggunakan motor Suzuki Satria FU berhenti tak jauh dari mobil yang terparkir menghadap ke arah pertokoan.

Herly awalnya tidak menaruh curiga kepada kedua pria itu. Namun dia melihat satu diantara dua pria itu seperti tergesa-gesa berjalan menuju motor dari arah mobil korban.

Herly merasa penasaran, lalu melihat ke arah kanan mobil. Herly baru menyadari dua pria itu adalah bandit. Kaca mobil korban sudah pecah. Pelaku langsung memacu motornya ke arah Simpang SLB.

?Saya waktu itu tidak curiga. Saya duduk-duduk di arah samping kiri mobil. Saya melihat dua orang pakai motor FU, parkir dekat dengan mobil sebelah kanan. Satu orang tidak pakai helm terlihat dari arah mobil menuju motor. Lalu di motor satu orang lagi pakai helm. Saat saya mendekat mereka (pelaku, red) sudah memacu motor. Saat saya melihat kaca mobil sudah pecah, mereka sudah kabur ke arah SLB,? terang Herly.

Bagaimana kronologis kejadian? Korban baru menyadari kejadian yang dialaminya setelah warga heboh. Ketika itu korban sedang asyik berbelanja bersama istri dan dua adiknya di toko tak jauh dari lokasi parkirnya.

Pagi itu sekitar pukul 10.00 WIB, mereka ke Bank Mandiri di Jalan S Parman. Dia mencairkan uang sebanyak Rp 260 juta. Uang itu untuk membayar sawit dan membeli keperluan rumah tangga.

Setelah dari bank, mereka ke Pasar Panorama untuk berbelanja. Uang dalam jumlah banyak itu ditinggalkan di mobil. Korban tampaknya cukup yakin, uang di dalam tas hanya diletakkan di bawah kursi tengah.

?Kami ada keperluan belanja. Sebelum membayar sawit, kami mampir ke Pasar Panorama untuk membeli barang-barang pecah belah. Saya merasa tidak ada yang mengikuti. Karena itu uang ditaruh di tengah,? ujar korban.

Dilihat dari kronologis kejadian sesuai yang diceritakan korban, kuat dugaan modus operandi komplotan pelaku sama dengan kejadian sebelumnya. Korban sudah diintai sejak dari mengambil uang di bank.

Belajar dari kasus yang pernah terungkap sebelumnya, komplotan ini berjumlah 3 orang. Dimana 1 orang melakukan pengintaian di dalam bank, 2 orang lagi sebagai eksekutor.

Dengan kejadian yang dialami Asep, menambah daftar kasus pencurian spesialis nasabah bank yang belum terungkap. Sepanjang tahun 2016, setidaknya ada 6 kasus di Kota Bengkulu yang belum terungkap.

Kemiripkan aksi bandit terhadap nasabah bank ini terlihat pada beberapa kejadian serupa, dengan target yang sama yakni nasabah bank.

Dugaan itu mengarah pada beberapa kesamaan antara pelaku yang yang beraksi baru-baru ini dengan pelaku yang beraksi pada beberapa kejadian sebelumnya. Diantaranya, pelaku berjumlah dua orang, menggunakan motor Satria FU dan ciri-ciri postur pelaku sama dengan yang beraksi di TKP sebelumnya.

Dalam kejadian kemarin, tidak satupun polisi yang mau memberi keterangan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Anggota Polsek Gading Cempaka dibackup Sat Reskrim Polres Bengkulu dan Subdit Jatanras Polda Bengkulu langsung bergerak melakukan pengejaran terhadap pelaku. (cuy/sam/jpnn)

Sumber : jpnn.com

rhd – rifanfinancindo

Menteri Susi: Pencurian Ikan Jadi Pintu Masuk Tindak Pidana Lain

RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -? International Organization for Migration (IOM) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar ASEAN Conference on Human Trafficking and Forced Labor in Fishing Industry pada 15-16 Agustus 2016 di Jakarta. Pertemuan ini membahas isu perdagangan orang dan kerja paksa di sektor perikanan di tingkat regional ASEAN.

Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastu?ti mengatakan, masalah perikanan ilegal dan pencurian ikan yang terjadi di perairan Indonesia sering kali disertai dengan tindak pidana lain. Salah satunya adalah perdagangan orang.

“?IUU Fishing telah terbukti menjadi pintu masuk pidana lain, tak terkecuali perdagangan orang kejahatan perikanan dan kejahatan terkait perikanan. Seperti tindak pidana perdagangan orang, penyelundupan dan perdagangan obat-obatan terlarang. Selain itu juga flora dan fauna yang dilindungi dan terancam punah, serta barang-barang impor ilegal, tindak pidana pencucian uang (money laundering), pemalsuan dokumen dan tindak pidana korupsi,” ujar dia di Hotel Arya Duta, Jakarta, Senin (15/8/2016).

?Sementara itu, Chief of Mission lOM Indonesia? Mark Getchell mengatakan, negara-negara ASEAN, seperti Indonesia, Myanmar, Vietnam, Filipina, Thailand, dan Malays?ia menyumbang 20,7 persen dari total tangkapan ikan dunia.

Sayangnya, kemajuan industri perikanan ASEAN terindikasi dengan praktik-praktik usaha yang berdampak pada penangkapan ikan yang? berlebihan (overfishing) dan kerusakan alam.

“Tak jarang, para pelaku usaha mengeksploitasi korban-korban perdagangan orang untuk melancarkan usaha perikanan ilegalnya,” dia menjelaskan.

Untuk merespons kondisi tersebut, pertemuan ini digagas untuk wahana berdiskusi dan berkoordinasi bagi institusi pemerintahan dari negara-negara terkait dalam rangka menanggulangi tantangan-tantangan yang disebabkan praktik IUU.

“Untuk memberikan informasi terkait peraturan-peraturan internasional yang memerangi produk-produk perikanan yang terindikasi kuat hasil dari praktik perdagangan orang,” tandas dia. (Dny/Nrm)

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -? International Organization for Migration (IOM) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar ASEAN Conference on Human Trafficking and Forced Labor in Fishing Industry pada 15-16 Agustus 2016 di Jakarta. Pertemuan ini membahas isu perdagangan orang dan kerja paksa di sektor perikanan di tingkat regional ASEAN.

Sumber : liputan6.com

rhd – rifanfinancindo

Status Paspor Prancis, Gloria Tak Lagi Latihan Paskibraka di Istana

rifan financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -? Kementerian Pemuda dan Olahraga memastikan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Jawa Barat Gloria Natapradja Hamel merupakan warga negara Prancis. Dengan begitu, Gloria tidak diizinkan mengibarkan bendera pusaka di Istana Merdeka.

Kepala Staf Garnisun Tetap I/Jakarta Brigjen TNI Yoshua Pangdip Sembiring mengatakan, keputusan itu diambil berdasarkan undang-undang yang berlaku saat ini. Setiap warga yang sudah memiliki paspor negara lain, otomatis bukan warga Indonesia. Di sisi lain, syarat Paskibraka yang paling utama adalah WNI.

“Jadi demikian, kita harus taat yah. Sehingga warga negara yang baik kita harus taat dengan undang-undang, demikian,” ujar Yoshua di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/8/2016).

Mendengar kabar itu, Yoshua yang juga menjabat Ketua sub Bidang Upacara dan Paskibraka itu langsung memeriksa kebenaran kabar itu. Setelah diketahui kebenarannya, Gloria tidak bisa melanjutkan tugasnya sebagai Paskibraka 17 Agustus 2016 mendatang.

“Kita sudah tahu. Makanya begitu latihan di Istana dia sudah tidak kami libatkan,” lanjut dia.

Ia menambahkan, kewenangan dalam menyeleksi peserta ada pada Kemenpora, sehingga pihaknya tidak bisa melakukan pemeriksaan. Setelah ditetapkan, barulah semua proses latihan dan karantina berada di bawah Garnisun.

“Kalau posisinya ada di P3PON sana, Cibubur. Silahkan di cek ke sana. Bisa ditanya dengan pihak Kemenpora karena untuk fasilitas sana yang bertanggung jawab adalah Kemenpora,” ucap Yoshua.

Akui Lalai

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nachrowi mengakui seleksi di tingkat kabupaten atau kota tidak terpantau dengan baik oleh Kemenpora. Sehingga, nama Gloria yang telah mengikuti proses seleksi dari tingkat Kabupaten/kota lolos hingga ke tingkat pusat.

“Karena ada seleksi di tingkat kabupaten yang tidak sempat kami pantau. Dia dari Depok,” imbuh politisi PKB itu.

Imam memastikan, berkurangnya jumlah Paskibraka tidak akan mengurangi tugas yang mereka emban. “Jadi semuanya 68, sekarang tinggal 67. Ini tidak mengurangi konfigurasi maupun tugas-tugas penting yang besok akan dilakukan di istana,” ujar Imam.

Meski tidak bisa bertugas di Istana Merdeka, Gloria tetap mendapat pendampingan dari Kemenpora. Imam juga memastikan kondisi Gloria baik dan dapat menerima keputusan yang telah dibuat.

Selain itu, Gloria tetap bisa mengikuti rangkaian acara yang akan diikuti oleh anggota Paskibraka. Kecuali acara yang diselenggarakan di Istana Kepresidenan.

“Terus kami dampingi dan Gloria sangat tegar. Dia katakan, pak ini kesempatan baik bagi kami untuk minta kepada orangtua untuk mengurus kewarganegaraan kami,” pungkas Imam.

Sumber : lip[utan6.com

rhd – rifanfinancindo

Waduh! Yusril Juga Pengin Jegal Ahok di MK

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -? JAKARTA – Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mengaku tengah mempertimbangkan untuk maju sebagai pihak terkait dalam pengujian UU Pilkada yang diajukan Basuki Tjahaja Purnama.

Menurut Yusril, peluang dirinya maju sebagai pihak terkait dalam perkara tersebut cukup besar. Mengingat dirinya berada pada posisi yang sama dengan gubernur DKI yang akrab disapa Ahok tersebut, yakni bakal calon gubernur.

“Sebagaimana Pak Ahok, posisi saya sama-sama mempunyai legal standing, baik untuk menguji UU Pilkada maupun maju sebagai pihak terkait,” ujar Yusril, Jumat (12/8).

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) ini menilai, seorang petahana haruslah mundur atau cuti ketika maju dalam pilkada. Agar keadilan ditegakkan dan kecurangan dijauhkan.

“Seorang petahana yang tidak berhenti atau cuti, potensial menyalahgunakan kekuasaan untuk curang dalam pilkada. Saya menentang keras hal itu,” ujarnya.

Ahok kata Yusril, seharusnya berani bertarung secara kesatria, jujur dan adil. Serta menjauhkan diri dari niat buruk untuk memanfaatkan jabatan.?”Saya akan membantah dan melawan argumentasi Pak Ahok di MK dan memohon agar MK menolak permohonannya demi keadilan dan kepastian hukum,” ujar Yusril.

Selain itu, Yusril juga menilai alasan Ahok minta pasal cuti dihapuskan karena sedang membahas APBD juga merupakan akal-akalan yang tidak punya basis alasan konstitusional. Yusril kemudian mengajak warga DKI mendukung Pilkada yang jujur dan adil serta bersih dari segala kecurangan dan pemanfaatan jabatan.(gir/jpnn)

Nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memang tidak ikut mendaftar dalam proses seleksi calon gubernur DKI Jakarta di PDIP. Namun, hal itu bukan berarti Risma tak masuk dalam daftar bakal calon gubernur DKI dari PDIP.

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan, akhir-akhir ini memang banyak suara yang meminta partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu segera memboyong Risma untuk ikut pilkada DKI. Pasalnya, Risma diyakini mampu menandingi Basuki T Purnama alias Ahok.

Hendrawan mengatakan, politik memang sangat dinamis. Bahkan perubahan bisa terjadi pada saat-saat akhir.

“Ya kita lihat nanti lah. Kan menurut Chairul Anwar, suka dan duka silih berganti,? ujar Hendrawan di Jakarta, Jumat (12/8).

Apakah Megawati akan berupaya membujuk Risma agar mau maju pada pilkada DKI? Hendrawan tak berani memastikannya.

Namun, siang ini memang ada rapat khusus di rumah Megawati untuk membahas pilkada. ?Yang jelas, pukul 14 ada rapat penting di Teuku Umar (alamat rumah Megawati di Menteng, Jakarta Pusat, red),” pungkasnya.(dna/JPG)

Sumber : jpnn.com

rhd – rifanfinancindo

Ketika Presiden Jokowi Terpingkal-pingkal

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -? Saat Jokowi Terpingkal-pingkal Dengar Santri Sebut Ahok,Megawati dan Prabowo Sebagai Menteri
Magelang.Santrionline-Acara peringatan Isra Mi’raj yang dihadiri Presiden Joko Widodo di Pondok Pesantren Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah berlangsung ramai. Bukan saja karena ribuan santri yang hadir, tapi suasana acara itu membuat Presiden Jokowi terpingkal-pingkal.

Suasana itu terjadi saat Presiden Jokowi mengakhiri sambutannya dengan membagikan 5 sepeda kepada santri. Sepeda itu diberikan kepada santri yang bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Jokowi.

“Tadi saya bawa 5 sepeda, akan saya berikan kepada santri yang bisa jawab pertanyaan saya. Tunjuk jari saja spontan. Saya bingung tanya ke santri, kalau suruh ngaji ya pintar semua. Ya sudah, tanya umum saja,” ucap Presiden Jokowi.

Hal itu disampaikan di Pesantren Tegalrejo, Magelang, Jateng, Rabu (4/5/2016) malam. Jokowi tampak mengenakan kemeja putih dan jas, dengan sarung dan kopiah hitam. Hadir ribuan santri pria di acara itu.

Hadir juga Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Tim Komunikasi Presiden Ari Dwi Payana, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko dan pejabat setempat. Mereka kompak berkopiah.

“Indonesia ada 34 provinsi, sebutkan 7 saja, Hayo…” kata Jokowi. Spontan para santri mengacungkan tangan.

Jokowi lalu memilih satu santri di hadapannya untuk maju ke depan dan menyebutkan 7 provinsi yang ditanyakan. “Apa saja?” kata Jokowi ke santri itu.

“Jawa Barat,” ucapnya.
“Terus?” tanya Jokowi lagi.
“Jawa Tengah,” lanjut si santri. Lalu dia menyebutkan Jawa Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Bali dan Sulawesi Utara.
“Luar biasa pinter banget. Dah, ambil saja sepedanya, milih,” timpal Jokowi santai meminta santri memilih sepeda.

Jokowi dan santri saat peringatan Isra Mi’raj (Foto: Muhammad Iqbal/detikcom)
Di sisi panggung memang sudah ada 5 sepeda yang bisa dipilih. Tapi si santri ini tampaknya bingung. Sepeda itu terlihat lebih tinggi dari perawakannya. Jokowi juga melihat si santri ini agak lama memilih sepeda.

“Disuruh milih kok bingung..” kata Jokowi tekekeh disusul tawa santri.
Pertanyaan berikutnya, Indonesia memiliki 516 kabupaten dan kota se-Indonesia. Jokowi meminta santri menyebukan 7 kabupaten/kota saja. Lalu santri yang mengacung di sisi kanan Jokowi diminta maju.

“Magelang, Kebumen, Kendiri.. Lamongan, Jogja, Kendal, Solo,” jawa si santri bernama Fajar terbata-bata.

“Apa yang terakhir?” tanya Jokowi.
“Solo pak,” jawab si santri bersarung itu yang membuat Jokowi terkekeh.
“Dah, ambil pilih..” sahut Jokowi meminta si anak memilih sepeda.
Pertanyaan ketiga, Jokowi meminta santri yang hafal Pancasila untuk maju ke depan. Tampaklah seorang santri yang diminta Jokowi maju.
“Satu, Ketuhanan Yang Maha Esa..” kata si santri.
“Dua?” tanya Jokowi sambil memegang pundak si santri.

Tapi santri itu tampak kebingungan alias grogi, mungkin karena dirangkul Jokowi. Santri itu mengulang menjawab dari sila pertama. Akhirnya bisa jawab sampai akhir, tapi ada yang salah pada sila keempat.

“Kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,” jawab santri.
“Empat ulangi?” pinta Jokowi.
Santri itu mengulang beberapa kali dan akhirnya bisa menyelesaikan Pancasila. “Sebetulnya bisa dan di luar kepala, tapi disoraki terus. Ya udah ambil sepedanya,” sahut Jokowi disusul tepuk tangan santri.
Pertanyaan berikutnya. “Menteri kabinet kerja ada 34, sebutkan 3 saja,” tanya Jokowi. Kali ini giliran santri yang di tengah diminta maju.
“Bismillahirrahmanirrahim..” kata santri sebelum menjawab.
“Nomor satu.. Ahok!” sebutnya lantang. Sontak tamu undang tertawa, termasuk Presiden Jokowi.
“Coba ulangi, sebutkan 3 menteri kabinet kerja,” tanya Jokowi lagi.
“Nomor satu, Megawati..!” sahut si anak dengan suara lantang. Disusul tawa Jokowi dan undangan lagi.
“Terus?” tanya Jokowi.
“Nomor satu Megawati. Nomor dua Ahok. Nomor tiga Prabowo!” si santri mantap dengan jawabanya, tapi Jokowi tertawa.
“Ha..ha.. Udah, ambil sepedanya..’ kata Jokowi tak ambil pusing.
Sisa satu sepeda lagi. Jokowi minta satu santri maju lebih dulu. Akhirnya seorang santri ditunjuk maju, tapi rupanya dia tak diajukan pertanyaan.

“Dah, ambil sepedanya langsung,” ucap Jokowi disusul riuh ribuan santri yang tak kebagian sepeda.
Bagi-bagi sepeda seperti ini memang sering dilakukan Jokowi saat kunjungan ke daerah. Pertanyaannya bisa macam-macam dan kadang tak harus benar karena hanya untuk menghibur.
Usai pembagian sepeda itu, Jokowi dan rombongan lalu pegi menuju lokasi lain menemui tokoh masyarakat. Setelah itu bergerak ke Wisma Negara Yogyakarta untuk menginap sampai Kamis (5/5) besok.

Source = (Detik.com/Abdul Wahab)

rhd – rifanfinancindo

Lebih Baik Mondok daripada Full Day School

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Lebih Baik Mondok daripada Full Day School yang Menabrak Madrasah Diniyah
Baru saja pelaksana pendidikan di Indonesia dibuat ribet dengan perubahan kurikulum. Nasib guru yang selalu terombang-ambing karena perubahan kebijakan yang tidak jelas arahnya. Belum lagi perlakuan yang tidak pantas untuk guru dari murid dan orang tuanya. Kini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhajir Effendy mewacanakan program full day school, anak harus ada di sekolah dari pagi hingga sore.
Soal full day school, Ketua PW Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta, Aris Adi Leksono menjelaskan, sesungguhnya program itu bukan hal yang baru. Bagi kalangan pesantren dan basis Nahdliyin mendidik anak dengan totalitas waktu dan daya dukung lainnya sudah ada sejak zaman dulu.
?Pesantren bukan sekedar full day, tapi thuluz zaman atau belajar sepanjang hayat sehingga karakter dan pengetahuan yang didapat menjadi matang dan tuntas (mastery learning),? ujar Aris.

Lebih lanjut, Aris menuturkan jika program menteri tersebut jadi dilakukan, pihaknya yakin akan menambah daftar trial and error sistem pendidikan nasional. Alasannya, kondisi sekolah kita masih banyak yang belum siap, sarana belum memadai, sistem pendidikan yang belum siap, sistem pembelajaran, dan masih banyak kendala teknis lainnya.

“Lebih baik memperkuat sistem yang ada, sudah jelas pesantren adalah sistem pendidikan khas Nusantara. Full day di pesantren lebih bermakna daripada di sekolah, mending Kemdikbud ikut kampanye Ayo Mondok,? terang Guru di MTsN 34 Jakarta itu.

Menurut Aris, Mendikbud harusnya lebih fokus pada pengembangan kurikulum dan pemerataan kompetensi guru, sehingga pelayanan standar pendidikan nasional dapat dirasakan seluruh pelosok negeri. Menurutnya, pemerintah harus mulai ‘taubat’ dari program pencitraan yang justru meresahkan masyarakat dan tidak jelas arahnya.

Belum lagi irisan akibat pelaksanaan program tersebut, karena tidak sedikit anak yang harus belajar agama di Madrasah Diniyah usai pulang sekolah. Madrasah Diniyah memiliki peran strategis untuk penanaman nilai agama bagi anak dan usia remaja. Belum lagi interaksi sosial anak menjadi terbatas, terutama dalam upaya pengembangan minat dan bakat anak di luar sekolah.

Dalam hal ini, Pergunu DKI Jakarta sebagaimana tradisi pesantren berharap Mendikbud istikhoroh dulu. Selain itu, sebuah program lebih baik melalui riset terlebih dahulu sebelum wacana itu menjadi kebijakan. Bukan serta merta langsung diterapkan, apalagi dijadikan pilot project.

?Jika hasilnya baik, tidak masalah mengadopsi sistem pesantren yang sudah menjadi keunggulan sistem pendidikan Indonesia sejak dulu,? pungkas Wakil Ketua STAINU Jakarta ini. (NU Online/Abdul Wahab)

Sumber : santrionline.net

rhd – rifanfinancindo

Menteri Muhadjir: Baru Ide, Saya Sudah Dibully Habis-habisan?

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Penerapan full day school (FDS) atau sekolah seharian penuh baru sebatas ide. Namun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi tak menyangka, berita ini sudah bergulir begitu panas di masyarakat.

“Saya baru lontarkan ide saja, bagaimana bila siswa pulangnya jam 5 sore agar dia bisa mendapatkan pendidikan karakter lewat kegiatan-kegiatan yang menyenangkan sesuai program nawacita,” kata Menteri Muhadjir dalam konpres di Jakarta, Selasa (9/8).

Muhadjir kaget, reaksi masyarakat begitu besar, ?sehingga timbul penolakan. Padahal belum tentu ide itu dilaksanakan.

“Saya lempar ke masyarakat untuk melihat reaksi publik. Eh, ternyata saya dibully habis-habisan, tapi tidak apa-apalah,” ujarnya sambil tersenyum.

Muhadjir menegaskan, keputusan akhir ada di tangan Presiden Jokowi. Kalau ide ini ternyata tidak bisa dilaksanakan, masih ada pendekatan lain yang bisa dilakukan. (esy/jpnn)

Mendikbud: Full Day School Menyesatkan!

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi meminta masyarakat tidak menggunakan istilah full day school (FDS) lagi. Istilah itu dinilainya menyesatkan dan membuat resah masyarakat.

“Tolong jangan gunakan lagi? istilah FDS atau sekolah seharian penuh. Karena ini bisa membuat di pikiran orang siswa itu sekolah seharian penuh. Padahal tidak begitu,” kata Muhadjir dalam konpres di Jakarta, Selasa (9/8).

Dia menambahkan, pihaknya tidak ingin menggunakan istilah FDS dan lebih tepatnya kegiatan tambahan yang menyenangkan. Siswa ketika pulang sekolah, dilanjutkan dengan kegiatan bermain atau ekskul.

“Pokoknya siswa itu enak dan nyaman. Jadi bukan dipaksa belajar dari pagi sampai sore,” ujarnya. ?(esy/jpnn)

Deddy Corbuzier Anggap Lucu Wacana Full Day School # PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PRESENTER Deddy Corbuzier mengkritik kebijakan full day school atau belajar sehari penuh di sekolah yang diwacanakan oleh Mendikbud Muhadjir Effendy. Menurut dia, wacana tersebut lucu dan konyol.

“Mereka yang punya ide seperti itu stres. Orang tua stres kerja dari pagi sampai sore, jangan bikin anak-anak jadi stres juga dong,” kata Deddy usai bertemu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (9/8).

Deddy menyebut ada kebijakan lain yang bisa diterapkan bagi anak-anak. Bukan malah mengeluarkan wacana full day school.

“Kalau dia alasan bahwa anak-anak banyak yang pulang, orang tua belum pulang, makanya kadang-kadang jadi terlantar, ada yang namanya ekstakurikuler. Kalau orang tuanya belum pulang masukin ekskul, bukan full day school,” tutur Deddy.

Pria kelahiran Jakarta ini menyatakan, kebijakan full day school merupakan penyiksaan terhpadap anak-anak. Sebab, anak-anak mempunyai kegiatan selain belajar. “Anak-anak itu harus main, bersosialisasi,” ucap Deddy.

Saat ini, ada petisi menolak rencana Mendikbud menerapkan full day school. Deddy mengatakan, tanpa adanya petisi tersebut, ia tetap menolak rencana full day school.

“Kalau itu (full day school) sampai ada, anak gue, gue keluarin dari sekolah,” ungkap Deddy. (gil/jpnn)

Sumber : Liputan6.com

rhd? – rifanfinancindo

Aneh Tapi Nyata, Di Desa ini Janin Dalam Kandungan Sering Hilang

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Janin seorang ibu hamil di sebuah Dusun di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta mendadak suka hilang saat usia kandungannya sembilan bulan. Kisah misteri semacam itu bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut.

Hilangnya beberapa janin bayi dalam kandungan yang dialami pasangan Pasutri di Gunung Kidul, DIY, bukan yang pertama kali. Sebab, dari penuturan beberapa warga sudah beberapa kali terjadi.

Menurut keterangan seorang warga sekitar, kejadian serupa pernah dialami oleh anaknya sendiri, setahun yang lalu. Menurut dia, tetangganya hamil tujuh bulan dengan pemeriksaan rutin bidan.

?Tetapi tiba-tiba kandungannya hilang,? kata Sumi seorang warga

Tapi yang lebih ngerinya lagi, ternyata kejadian kaya gitu tuh bukan yang pertama terjadi, udah sering banget katanya di sana terjadi hal kaya gitu, dengan usia janin yang berbeda, ada yang waktu usia janin 3 bulan, 4 bulan dan yang lebih seringnya waktu janin memasuki usia 7 bulan. Dan baru ibu Sesilah aja yang kehilangan janin diusianya yang 9 bulan. Sebenernya kenapa ya? Apa mungkin ada semacam mahluk halus gitu yang nyuri janin warga di sana untuk mendalami sebuah ilmu hitam?

Menurut dia kejadian serupa juga dialami oleh beberapa orang di wilayah dusun ini. ?Dulu-dulu sering ada orang hamil lalu hilang, tetapi jaraknya lama,? ucapnya.

Sumi mengaku anaknya, telah lebih dahulu mengalami fenomena misterius tersebut. Saat itu, kisah dia, kandungan anaknya memasuki usia tujuh bulan, namun janin pada kandungan itu hilang secara tiba-tiba.

Warga lainnya, menambahkan, sudah mendengar kejadian serupa. Namun rata-rata kehamilan yang hilang di bawah tujuh bulan. ?Saya baru pertama kali melihat fenomena bayi hilang pada usia sembilan bulan,? katanya.

Sebelumnya, Pasangan suami istri juga harus merelakan Bayi yang ditunggunya selama 17 tahun hilang misterius pada 25 Desember 2 tahun lalu.

Dalam dunia medis, janin yang hilang disebut dengan istilah kehamilan kosong atau Blighted Ovum. Kehamilan ini disebut juga sebagai kehamilan tanpa embrio. Saat terjadi pembuahan, sel-sel dalam rahim tetap membentuk kantung ketuban dan plasenta, tetapi telur yang telah bertemu sperma tidak berkembang seperti kehamilan yang seharusnya. Pada kondisi kehamilan kosong, kantung kehamilan tetap berkembang, tetapi tidak ada embrio yang berkembang di sana. Sang wanita tetap merasakan tanda-tanda kehamilan, produksi hormon HCG meningkat, cek kehamilan menunjukkan positif hamil, terjadi juga tanda kehamilan seperti muntah, pusing mudah lelah dan tanda awal kehamilan lainnya. Kehamilan kosong biasanya baru terdeteksi setelah usia kehamilan 6 – 8 minggu melalui pemeriksaan USG atau saat sang ibu mengalami keguguran

Sumber : britafb.blogspot.co.id

rhd? – rifanfinancindo