• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – RFB AJAK MEDIA PAHAMI PELUANG DAN RISIKO INVESTASI PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

b91771c2 bd6e 4e14 9dd1 ec7650962b74

Bandung – PT Rifan Financindo Berjangka (“RFB”) cabang Bandung memberikan edukasi Perdagangan Berjangka Komoditi  (PBK) dan Produk Derivatif Indeks kepada rekan-rekan media di Bandung pada Kamis,12 September 2019.

Kegiatan ini merupakan rangkaian program edukasi RFB untuk lebih mendekatkan produk investasi berjangka kepada masyarakat agar mengenal peluang dan risikonya.

Hadir sebagai narasumber di acara ini yaitu Stephanus Paulus Lumintang – Direktur Utama PT. Bursa Berjangka Jakarta, Fajar Wibhiyadi – Direktur Utama PT. Kliring Berjangka Indonesia (Persero) dan Anthony Martanu – Pimpinan Cabang RFB Bandung.

Dalam paparannya, Direktur Utama PT. Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus Paulus Lumintang memulai penjelasan dari sejarah awal industri berjangka komoditi yang dimulai dari perdagangan beras di Dojima, Jepang pada tahun 1710. Lalu berkembang sistem forward di Amerika Serikat sampai terbentuk Chicago Board of Trade (CBOT) dan bertumbuh bursa- bursa berjangka komoditi lainnya di berbagai negara.

Selanjutnya, kehadiran Bursa Berjangka Jakarta di Indonesia yang dimulai pada tahun 1999, memiliki misi dan fungsi utama sebagai lindung nilai terhadap komoditi di Indonesia dari perubahan kurs.

f3693116 830b 4be4 8855 1967b5e9a7f7

“Indonesia kaya dengan sumber alam di sektor perkebunan, migas dan pertambangn. BBJ ingin menjadi sarana bagi setiap pelaku komoditi di Indilonesia dengan menjalankan fungsi sebagai sarana price discovery, sarana hedging, dan sarana investasi,” terang Paulus.

Pemateri berikutnya, Direktur Utama PT.Kliring Berjangka Indonesia, Fajar Wibhiyadi mengungkapkan fungsi KBI dalam melakukan proses kliring pada setiap transaksi perusahaan pialang berjangka yang menjadi anggotanya.

“Peran KBI di industri perdagangan berjangka komoditi ada tiga, pertama pengelolaan risiko, penjamin transaksi dan perhitungan IRCA,” terangnya.

Lebih jauh, Ia menjelaskan bahwa salah satu cara mengenali pialang berjangka legal yang menjadi anggota bursa berjangka dan KBI adalah dengan melihat apakah nasabah mereka menggunakan Sistem Informasi Transaksi Nasabah (SITNA) atau tidak. Karena setiap transaksi dari anggota KBI dan BBJ akan terdaftar dan tercatat di sistem tersebut.

Artinya, setiap nasabah dapat melihat laporan transaksi mereka kapan pun dan dimanapun secara transparan melalui sistem SITNA.

Kemudian masuk kepada pembahasan produk derivatif Indeks, Pimpinan Cabang RFB Bandung, Anthony Martanu menjelaskan bahwa kontrak produk derivatif di industri berjangka komoditi terbagi dua yaitu multilateral, seperti kontrak berjangka olein, kopi, kakao, timah dan bilateral yang terbagi tiga juga antara lain, kontrak berjangka locogold, forex dan index.

93377b29 2727 4e48 8685 c1ca69e042bc

Berbicara indeks, untuk saat ini ada indeks Hanseng dan Indeks Nikkei. Pergerakan produk derivatif ini termasuk high risk, high return. Semua posisi harus diperhitungkan dengan cermat dengan memperhitungkan analisis fundamental dan teknikal.

“Meski indeks memiliki peluang keuntungan yang cukup baik, namun harus diakui saat ini kontrak berjangma emas merupakan primadona seiring kenaikkan tren harga emas yang positif dalam beberapa waktu terakhir,” ujarnya

-Selesai-