• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

OJK Yakin Tak Akan Ada Tarik Uang Besar-besaran di 25 November

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menyatakan isu penarikan uang secara besar-besaran (rush money) pada 25 November 2016 tidak akan terjadi. Hal ini juga dinilai tidak akan mengganggu industri keuangan nasional.

Muliaman menyatakan, saat ini industri keuangan Indonesia dalam kondisi yang baik. Jika pun ini terjadi, diyakini tidak akan memberikan dampak pada industri keuangan nasional.

“Industri keuangan kita sehat walafiat, kalau ditarik buka semata karena persoalan yang terjadi di industri keuangan,” ujar dia dalam acara Ekonomi Indonesia Menyongsong 2017 di SCTV Tower, Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Muliaman jika terjadi penarikan uang besar-besaran maka akan ditaruh simpan di mana uang tersebut. Dia berharap isu ini tidak terealisasi.

“Kalau ditarik mau dibawa di bawah bantal?‎ Mudah-mudahan ini hanya desas desus ya. Saya optimis tidak akan terjadi karena tidak ada alasan untuk itu,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menganggap isu tersebut merupakan pengalihan dari permasalahan politik ke ekonomi.

Pemerintah meminta masyarakat tidak menyebarkan isu yang dapat mengganggu stabilitas dalam negeri.

“Janganlah mengada-ada. Itu namanya sudah mengalihkan langkah-langkah yang sifatnya ekonomi, padahal itu persoalan politik.

Itu namanya sudah tidak negarawan,” tegas Darmin di kantornya, Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Dia mengaku tidak mengetahui dampaknya terhadap ekonomi Indonesia apabila aksi tersebut benar dilakukan.

Sebab tergantung juga seberapa masif penarikan dana tersebut.

“Saya tidak tahu dampaknya, tapi jangan lupa itu tergantung seberapa masif.

Tapi saya melihat hal-hal itu tidak bagus dilakukan karena tidak ada yang untung sama sekali,” jelas Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu.

Dikatakan Darmin, isu rush money tidak memberikan sentimen negatif bagi ekonomi Indonesia.

Sentimen justru datang dari pelaku pasar yang masih menunggu kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih, Donald Trump. (Dny/Gdn)

Sumber – liputan6.com

rhd – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

4 Kesalahan Umum Saat Memakai Kartu Kredit

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta,  Memiliki kartu kredit sebenarnya bukanlah sebuah hal yang mudah. Memiliki kartu kredit membutuhkan pengelolaan keuangan yang baik dan disiplin agar kamu tidak terjebak dalam utang.

Jika tidak disiplin mengelola keuangan pribadi, dengan kemudahan untuk memiliki kartu kredit saat ini, kartu kredit bisa membawa banyak kesulitan.

Faktanya banyak terjadi kesalahan umum di kalangan pemilik kartu kredit. Apa saja kesalahan umum dalam penggunaan kartu kredit? , Rabu (9/11/2016):

1. Tidak disiplin mengontrol penggunaan kartu kredit dan tagihannya

Tentukan batas maksimum transaksi yang boleh kamu ‘gesek’ setiap bulan. Lalu kontrol dan catat setiap pemakaian kartu kredit kamu.

Ketika jumlah pemakaian tersebut sudah mendekati batas maksimum yang kamu tentukan, ‘segel’ kartu kredit kamu. Bahkan jika perlu bagi kamu yang lemah menghadapi godaan belanja, tinggalkan kartu kredit di rumah.

2. Terlalu banyak memiliki kartu kredit

Semakin banyak Kartu Kredit yang kamu miliki, semakin sulit bagi kamu untuk mengontrol pengeluaran pada masing-masing kartu kredit. Dalam pelunasan kartu kredit pun kamu akan lebih direpotkan karena kamu perlu mengingat tanggal pelunasan masing-masing kartu agar tidak terlambat bayar!

Jika kamu memiliki kartu kredit lebih dari satu, catatlah setiap transaksi yang kamu lakukan, dan tanggal jatuh tempo tagihan pada setiap kredit yang kamu gunakan.

Uang tambahan

3. Menganggap kartu kredit sebagai ‘uang tambahan’

Kartu kredit bukanlah ‘berkah’, ‘rezeki’ ataupun ‘durian runtuh’.  Jika kamu tidak bijak dalam menggunakannya, yang ada justru hanyalah ‘malapetaka’. Ingatlah bahwa Kartu kredit hanyalah merupakan alat bantu pembayaran dan bukan pendapatan tambahan.

Kamu bisa berhutang kepada bank dengan menggunakan kartu kredit, tetapi cepat atau lambat hutang kartu kredit tersebut tentu harus kamu bayar! Kartu kredit hanya alat pembayaran untuk memudahkan kamu bertransaksi tanpa menggunakan uang tunai.

Namun sebelum tagihan telah jatuh tempo, kamu perlu melunasi tagihan tersebut agar kamu tidak terkena bunga tinggi.
4. Menggunakan kartu kredit untuk Semua belanja dan pembayaran

Tidak semua kebutuhanmu bisa dipenuhi dengan kartu kredit. Hanya jika ada program promo atau diskon harga, mungkin sebaiknya kamu menggunakan kartu kredit.

Ketika kamu berbelanja dengan kartu kredit, pihak penjual barang akan dikenakan biaya sebesar 2,5 persen-3 persen dari harga transaksi itu oleh pihak bank.

Untuk beberapa jenis produk (terutama yang margin labanya kecil), penjual barang tidak bersedia menanggung biaya tersebut, sehingga mengoper biaya tersebut kepada pembeli alias kamu.

Bahkan jika penjual barang tersebut tidak mengenakan charge, cobalah untuk bertanya apakah ada diskon untuk pembelian tunai. Seringkali kamu akan mendapatkan potongan harga yang lumayan untuk pembelian dengan menggunakan uang tunai.

Sumber – liputan6.com

rhd – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Mapan di Singapura, Jay dan Dimas Pilih Bikin “Startup” di Indonesia

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – JAKARTA, Kerja mapan dengan gaji tinggi di Singapura bukan tujuan hidup Jay Jayawijayaningtiyas dan Made Dimas Astra Wijaya. Dua sahabat yang sempat tinggal serumah di Negeri Singa itu memilih pulang ke Tanah Air dan mendirikan startup jasa rumah tangga “Ahlijasa”.

Jay adalah lulusan Nanyang Technology University (NTU), sementara Dimas merupakan alumi National University of Singapore (NUS). Menyandang titel sebagai lulusan dua universitas ternama di Singapura, Jay dan Dimas pun diterima kerja di industri perbankan yang dipandang bergengsi di negeri tetangga.

Keduanya memegang posisi strategis di tempat kerja masing-masing. Dimas bahkan sempat menjabat Assistant Vice President di FX Trading Technology Team of Merrill Lynch di Singapura. Lantas, apa yang mendorong mereka menanggalkan kemapanan itu?

“Di Singapura kami cuma memperkaya diri sendiri, nggak ada hasilnya untuk banyak orang. Rasanya kosong,” kata Jay saat ditemui KompasTekno beberapa saat lalu di Conclave, Jakarta.

Dimas sepakat dengan rekan rantaunya itu. Bekerja di perusahaan membuatnya merasa seperti mesin yang tiap hari melakukan hal sama.

“Kalau ada masalah, saya nggak bisa apa-apa kecuali stres di kantor. Akhirnya pekerjaan nggak maksimal, masalah juga nggak selesai,” ia menuturkan.

Pada satu titik, Dimas pun merasa sudah waktunya melakukan hal yang lebih menantang dan berdampak bagi orang banyak. Menurut dia, menjadi entrepreneur memang tak menjanjikan penghasilan tetap. Namun setidaknya ia bisa mengontrol hidupnya secara utuh.

“Di Ahlijasa, kalau hari ini ada yang mau kencan atau pergi sama keluarga silakan saja. Nggak perlu minta izin, asalkan pekerjaan beres. Kami lebih fleksibel bekerja tapi justru lebih efektif,” ia menjelaskan.

Pilihan banting stir dari kerja korporat ke usaha rintisan digital diakui Dimas penuh lika-liku. Pria yang mendirikan Ahlijasa sekaligus menjabat CTO itu sempat diusir dari rumah karena keluarga tak senang dengan jalur yang ia ambil.

“Value membangun startup susah saya jelaskan. Ayah, ibu, dan saudara saya semua orang perbankan,” ia mengimbuhkan.

Kesulitan restu keluarga juga dirasakan Jay, meski kasusnya tak seekstrim Dimas. Jay tumbuh di keluarga pegawai negeri di mana pemikiran yang terbentuk soal kesuksesan adalah gaji tetap dan tunjangan hari tua.

Tapi Jay berhasil meyakinkan keluarga bahwa ia mampu bertanggung jawab atas pilihannya. Keluarga Jay pun pelan-pelan luluh dan percaya pada jalan yanh ditempuh sang anak lelaki.

“Ini waktunya kami ambil risiko, selama masih muda. Tentu saja risikonya juga sudah dipikirkan secara matang,” kata sang CEO.

Kenapa pilih jasa rumah tangga?

Ahlijasa sejatinya adalah layanan on-demand untuk jasa rumah tangga yang terstandardisasi. Beberapa kebutuhan yang telah terakomodir di aplikasi dan sitis Ahlijasa adalah laundry, servis AC, dan jasa pembersih rumah.

Sistem bisnisnya mengandalkan kemitraan dengan para pelaku bisnis kecil dan menengah. Mitra-mitra itu menyediakan jasa, sedangkan Ahlijasa menjadi pematok standar baku dan mediator ke pelanggan yang lebih luas.

Ahlijasa baru berjalan pada Januari 2016. Mulanya mereka cuma menawarkan jasa laundry kelas premium dengan harga menengah. Seiring berjalannya waktu, Ahlijasa pun mulai merambah ke servis AC dan jasa pembersih rumah.

Sebanyak 15.000-an netizen telah menjadi pengguna Ahlijasa. Angka itu mencatat pertumbuhan rata-rata 40 persen per bulan sejak didirikan delapan bulan lalu. Tiap harinya mereka melayani sekitar 100 order dengan mengandalkan jasa 30 mitra.

Menggeluti bisnis rumah tangga, bukan berarti Dimas dan Jay punya hasrat besar di bidang tersebut. Dimas mengatakan hasrat dasar mereka adalah menjadi entrepreneur.

“Kami lihat industri apa saja di Indonesia. Kemudian kami cari masalahnya. Ternyata memang jasa laundry sangat banyak bermasalah. Di situ pasti peluang bisnisnya besar,” Dimas menjelaskan.

Prinsip utamanya adalah tak ikut arus. Jika saat ini layanan ride-sharing dan e-commerce dianggap “seksi”, Dimas justru enggan terjun ke industri tersebut.

Menurut dia, startup pada dasarnya tentang siapa yang pertama. Misalnya ada startup jenis A yang sukses, ia yakin si A akan selamanya jadi raja dan tak bisa ditandingi para pengikutnya.

Kegigihan Dimas dan Jay mampu membawa mereka ke kompetisi dunia Startup Worldcup yang berlangsung pada Maret 2017 mendatang. Ahlijasa terpilih sebagai startup perwakilan regional Asia Tenggara.

Mereka berhasil menyisihkan sekitar 800 startup yang mendaftar. Pada tahap terakhir, Ahlijasa berkompetisi dengan sembilan startup terbaik dari Indonesia, Singapura, dan Filipina. Masing-masing adalah U-Hop, QLue, Pro Sehat, Kashmi, Talenta, Recomn, Klikdaily, Kioson, dan Taralite.

Meski kompetisi dunia lebih menegangkan bagi Dimas dan Jay, keduanya mengaku optimis karena potensi startup di Indonesia sangat besar.

Sumber – kompas.com

rhd – rifanfinancindo

 

Terungkap! Beginilah Cara Sadis Bripda Eko Membunuh Anwar

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Anggota brigade mobile (Brimob) Polda Kepri, Eko Dilona jalani persidangan sebagai terdakwa dalam perkara pembunuhan, Senin (29/8) di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Batam.

Sidang beragendakan pemeriksaan saksi itu, menghadirkan lima saksi yang juga rekan-rekan seprofesi dengan terdakwa, yang sedang bersama terdakwa saat peristiwa pembunuhan terjadi terhadap almarhum Anwar Bapa Lego alias Bem, pada 2 April lalu.

Saksi Okky, M.Yani, Erik, Arif dan Hengki, bersama terdakwa berkumpul bersama di pujasera Golden Land Batamcenter untuk makan dan menikmati beberapa minuman beralkohol.

Mirisnya, para satuan Brimob yang masih tinggal dilingkungan Asrama atau Mess ini, berani melanggar peraturan untuk keluar area Mess lewat dari pukul 21.00 WIB (batas waktu kunci Mess).

Kejadian pun bermula saat terdakwa ke toilet pujasera Golden Land, sekira pukul 01.20 WIB. Akibat pengaruh minuman alkohol yang diminumnya, terdakwa mudah tersulut emosi.

“Kami (saksi,red) tidak mengetahui pasti kejadian didalam toilet seperti apa. Tapi menurut cerita terdakwa, ia dengan saksi Hendra (warga umum) berkelahi,” ujar saksi Okky.

Lanjut saksi, Hendra seolah-olah menghalangi terdakwa untuk masuk ke ruang toilet, lalu terdakwa emosi dan terjadi perkelahian.

“Kedengaran ribut dari luar. Hendra lari keluar, terdakwa juga mengejar Hendra dengan pelipis mata yang berdarah,” katanya.

Hingga aksi kejar-mengejar pun berlangsung sampai ke halte dekat perumahan Plamo Garden. Terdakwa bersama saksi M.Yani, Erik dan Arif mengejar saksi Hendra. “Sampai di Plamo, Hendra kami amankan. Tiba-tiba Anwar datang,” sambung saksi Erik.

Saat itu, Anwar menghampiri dengan maksud agar terdakwa membawa saksi Hendra ke pos polisi sekitar. Namun, terdakwa tanpa pikir panjang langsung mengeluarkan pisau lipat yang dikantonginya, dan menggorok leher Anwar.

Belum cukup sampai disitu, terdakwa juga menikam saksi Hendra dibagian dada dan perut, tapi Hendra berhasil melarikan diri kembali.

Sementara, rekan-rekan terdakwa yang berada di lokasi kejadian berdalih dengan mengatakan tidak mengetahui aksi pembunuhan itu. “Kami membelakangi, jadi tidak kelihatan,” sebut Erik seperti diberitakan batampos (Jawa Pos Group) hari ini (30/8).

Seusai kejadian terdakwa bersama rekan-rekannya itu kembali ke Markas Brimob, tanpa mempedulikan jasad Anwar yang tergeletak di pinggir jalan. Saksi dari sekuriti Golden Land dan warga sekitar yang mengurus jasad Anwar hingga pihak keluarga korban melaporkan terdakwa ke polisi.

Persidangan yang dipimpin Hakim Tiwik, didampingi Hakim Endi dan Egi, turut dijaga ketat puluhan petugas kepolisian. Pasalnya, pihak keluarga korban yang cukup terpukul dengan aksi pembunuhan terhadap Anwar Bapa Lego, terlihat penuh amarah dalam menghadiri persidangan terdakwa Eka Dilona.

Namun begitu, terdakwa dengan gestur dan raut wajahnya yang terlihat menunjukkan seperti orang tak bersalah. Tidak tampak paras penyesalan. Didampingi dua penasehat hukum (PH) dari Polda Kepri, terdakwa dengan santai bercengkrama dengan PH saat persidangan berlangsung. (cr15)

Sumber – jpnn.com

rhd – rifanfinancindo

Promosikan Wonderful Indonesia di Shanghai, Arief Yahya Kutip Pidato Jokowi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – SHANGHAI – Bukan lantaran kehabisan stok kata-kata atau sedang tidak menemukan ide segar untuk mempromosikan Wonderful Indonesia. Kali ini, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meng-amplifying atau memperkuat pidato Presiden Joko Widodo dalam peringatan HUT ke-71 RI lalu.

Di depan diaspora di Shanghai, yang didominasi oleh pengusaha dan profesional anggota INACHAM-Indonesia China Chamber of Commerce di Grand Hyatt Shanghai, Jin Mao Tower, Tiongkok, Arief mengutip pidato Jokowi.

“Saya yakin banyak di antara kalian yang belum mendengarkan pidato Bapak Presiden Joko Widodo. Ini bisa jadi pengobat rindu pada Indonesia. Ini saya kutip, kata-kata beliau yang perlu disimak dan digaris bawahi,? prolog Arief Yahya, Menteri Pariwisata yang berdiri di stage dengan back ground LED bertuliskan ?Celebration of the 71 st Anniversary of the Republic Indonesia? itu.

Inilah kata-kata yang dikutip kembali untuk me-remind bagi yang sudah mendengar, atau meng-amplifier bagi mereka yang belum menyimak. ?Sekarang kita berada pada era persaingan global. Kompetisi antarnegara luar biasa kerasnya, luar biasa sengitnya. Untuk memenangkan kompetisi, untuk menjadi bangsa pemenang, kita harus berani keluar dari zona nyaman. Kita harus kreatif, optimis, bahu-membahu, dan melakukan terobosan-terobosan. Semua itu demi mempercepat pembangunan nasional, dem meningkatkan daya saing kita sebagai bangsa.

Tanpa keberanian kita keluar dari zona nyaman, kita terus dihadang oleh tiga masalah utama bangsa, yaitu kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan sosial. Diperlukan langkah-langkah terobosan, diperlukan kecepatan kerja, diperlukan lembaga-lembaga negara yang kuat dan efektif untuk mengatasi tiga masalah utama bangsa tersebut.

Tahun 2016 ini telah ditetapkan sebagai Tahun Percepatan Pembangunan Nasional. Kita harus melangkah menuju Indonesia maju.

Percepatan pembangunan tersebut mutlak kita perlukan. Sudah 71 tahun Indonesia merdeka, kita belum mampu memutus rantai kemiskinan, memutus rantai pengangguran, dan memutus rantai kesenjangan sosial.

Pada tahun percepatan pembangunan ini, Pemerintah fokus pada tiga langkah terobosan untuk pengentasan kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan sosial. Ketiga langkah itu adalah: Pertama, Percepatan pembangunan infrastruktur. Kedua, penyiapan kapasitas produktif dan Sumber Daya Manusia. Ketiga, deregulasi dan debirokratisasi.? Itulah kata-kata penting Presiden Jokowi.

Tiga hal penting dari pernyataan Presiedn Jokowi yang diteruskan ke para pengusaha dan professional di Shanghai itu. ?Kita masih sulit memutus rantai kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan sosial. Lalu yang akan digenjot adalah infrastruktur, kapasitas produksi dan SDM, serta deregulasi-debirokratisasi. Itulah yang bisa kita perankan semua, melalui sektor Pariwisata,? kata Arief Yahya mengajak para kolega untuk investasi di bidang pariwisata saat ini.

Mengapa harus Pariwisata? ?Pariwisata adalah jalan baru, paling cepat dan paling mudah untuk memutus rantai kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan yang selama 71 tahun kita hadapi. Tahun 2019, Pariwisata diproyeksikan menyumbangkan PDB sebesar 15%, devisa sebesar 20 Milliar USD, dan menyerap 13 juta tenaga kerja, serta diyakini mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih tersebar di seluruh tanah air,? kata Arief.

Tiga fokus langkah percepatan yang sudah disampaikan Presiden Jokowi di atas, adalah strategi yang sedang kita jalankan di Kementerian Pariwisata. ?Fokus pertama, Infrastruktur, itu syarat mutlak memajukan pariwisata. Kami sedang percepatan 10 destinasi prioritas, dari Danau Toba Sumatera Utara, Tanjung Kelayang Belitung, Kep Seribu Jakarta, Borobudur Jateng, BTS Jatim, Mandalika NTB, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara,? ujarnya.

Fokus kedua, SDM merupakan kunci untuk memenangkan persaingan global. Tuntutannya adalah segera memiliki SDM-SDM profesional terbaik. Caranya, build, borrow, dan buy. Cara optimal saat ini adalah borrow. Oleh karena itulah kita sekarang didampingi oleh Shadow Management yaitu para ahli dengan reputasi yang sudah teruji di bidangnya.

Fokus Ketiga, debirokrasi-deregulasi. Beberapa langkah deregulasi yang sudah kita lakukan antara lain BVK (Bebas Visa Kunjungan) 196 negara termasuk Tiongkok, Pencabutan CAIT untuk industri wisata layar dan moratorium azas cabotage untuk wisata kapal pesiar pada lima pelabuhan besar di Indonesia. ?Sehingga kapal pesiar bisa menaik turunkan penumpang di pelabuhan-pelabuhan tersebut,? kata dia.

Langkah debirokrasi, kata Arief Yahya, yang dilakukan adalah implementasi teknologi digital, kita harus semakin digital, karena itu kita kembangkan E-Government, E-Tourism, TXI (Travel Exchange Indonesia), ITDW (Indonesia Travel Data Warehouse) dan lain-lain. ?Kami punya War Room untuk menjadi pemain global, dan siap bersaing di level internasional,? papar Arief.

Mantan Dirut PT Telkom yang asli Banyuwangi ini juga menunjukkan fakta-fakta situasi pariwisata Indonesia yang belakangan sangat bergairah. ?Pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan dalam pembangunan ekonomi nasional untuk mewujudkan kemakmuran. Peningkatan investasi dan destinasi pariwisata menjadi faktor kunci dalam hal pendapatan ekspor dan penciptaan lapangan kerja,? kata dia.

Pariwisata juga telah melakukan lompatan yang luar biasa, yang membuatnya menjadi salah satu sektor ekonomi terbesar dan tercepat di dunia. Industri pariwisata merupakan pilihan yang termudah dan termurah untuk meningkatkan pertumbuhan PDB, menghasilkan devisa, dan meningkatkan penciptaan lapangan kerja.

Pertama, untuk menaikkan Produk Domestik Bruto (PDB). Data terbaru World Travel & Tourism Council (WTTC), sektor pariwisata Indonesia telah memberikan kontribusi 10% dari total GDP, dengan nominal tertinggi di ASEAN. Pertumbuhan PDB pariwisata sebesar 4,8% dan memiliki potensi untuk mencapai 7%, tingkat pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan industri pertanian, otomotif, manufaktur dan pertambangan.

?Selain itu, saya juga ingin menunjukkan bahwa pendapatan dari 1 juta USD valuta asing (valas) dalam pariwisata akan menghasilkan 1,7 juta USD, atau berkontribusi 170% bagi PDB Pariwisata, sebagai penyumbang tertinggi dibandingkan dengan industri lainnya,? tandas Arief.

Kedua, Pariwisata adalah penghasil devisa, dan diambil di dalam negeri. ?Tahun 2015, devisa pariwisata peringkat ke-4, berkontribusi 9,3%. Tingkat pertumbuhan tertinggi dialami juga pariwisata, 13%. Industri minyak dan gas, batubara, minyak kelapa sawit, yang selama ini menjadi primadona mengalami pertumbuhan negatif. ?Ini perlu dicatat baik-baik, biaya pemasaran pariwisata hanya 2% dari proyeksi pendapatan devisa. Jadi tinggal kita balik, kita menginginkan proyeksi berapa, maka 2% nya lah biaya promosinya,? kata dia.

Ketiga soal ketenagakerjaan, yang selama bertahun-tahun menjadi problem bagi Indonesia. ?Pariwisata Indonesia telah memberikan kontribusi 9,8 juta pekerjaan, atau sekitar 8,4% dalam skala nasional. Peringkat ke-4 dari keseluruhan sektor. Tingkat pertumbuhan total sektor pariwisata adalah 30%, dalam kurun 5 tahun. ?Pariwisata hanya perlu 5.000 USD untuk membuat satu pekerjaan penuh-waktu, sedangkan industri lain membutuhkan lebih dari 100.000 USD,? ucap Arief Yahya.

Dalam acara ini juga dihadiri oleh Dubes RI untuk China Soegeng Rahardjo, Konjen Shanghai Siti Mauludiah, Presiden INACHAM James Hartono, Chairman INACHAM Liky Sutikno, GM Garuda Indonesia I Wayan Sudiarta, dan tokoh pengusaha lainnya.

Sore sebelumnya, Menpar Arief Yahya juga mempresentasikan potensi bisnis Pariwisata Indonesia dalam business forum yang digelar dengan audience yang berbeda. Vincensus Jemadu, Asdep Pengembangan Pemasaran Mancanegara Wilayah Asia Pasifik, Kemenpar memaparkan 10 Top Destinasi Baru yang biasa disebut sebagai 10 Bali baru itu. (adv/jpnn)

Sumber – jpnn.com

rhd – rifanfinancindo

 

Ketika Chairil Dipisahkan Dengan Rokok

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -?Majalah Tempo edisi kemerdekaan menghadirkan sampul depan yang cukup menarik perhatian. Tempo menghadirkan gambar Chairil Anwar, seniman legendaris pelopor angkatan ?45 tanpa gambar rokok. Ilustrasi itu tentu saja aneh sekaligus kontroversial. Chairil memang dikenal karena karya-karyanya, namun percayalah, mereka yang tak mengenal Chairil dan kiprahnya, paling tidak mengenal Chairil karena fotonya yang dengan penuh khidmat menghisap sebatang rokok itu.

Saya tak tahu, dan atas pertimbangan apa alasan Tempo berani memasang ilustrasi Chairil tanpa sebatang rokok di mulutnya itu. Apa untuk iseng-isengan saja, atau merupakan bagian dari upaya mereka memerangi asap rokok yang konon di negeri ini katanya telah membunuh sekian ribu jiwa dalam sehari. Jika benar, tentu saja itu masuk dalam kerja budaya. Tempo, bisa jadi hendak mengubah stereotipe masyarakat yang mengenal Chairil bukan karena karya-karyanya, namun karena fotonya yang kharismatik itu.

Tempo memang jago urusan gambar sampul di majalah mereka. Pasca bredel, gambar-gambar di sampul majalah itu dikenal kerap menarik perhatian untuk dipuji dan dicaci. Saya curiga, justru karena itulah mereka berani memasang sang pujangga tanpa ?teman kesayangannya? itu. Jelas sudah. Dengan terbitnya majalah itu, dengan gambar Sang Seniman tanpa rokoknya, Tempo telah berdiri sebagai bagian dari kelompok anti-rokok di negara ini.

Boleh jadi keputusan redaksi Tempo untuk menghadirkan Chairil di sampul majalah edisi khusus mereka itu didasari atas niatan baik; hendak mengingat kiprah Chairil yang berperan besar dalam dunia literasi Indonesia. Tak lain. Bukan karena Chiril lahir dari keturunan bangsawan alias darah biru, atau karena memiliki ikatan keluarga dekat dengan Sutan Sjahrir. Bukan. Apalagi, di hari yang bersamaan majalah itu terbit, Tempo juga menggelar panggung pembacaan sajak-sajak Chairil di kantor majalah itu bersama sejumlah kalangan, mulai dari aktor layar lebar, politisi, maupun pejabat pemerintahan.

Nah, artinya Chairil dan karya-karyanya?lebih tepatnya puisi?itu merupakan satu kesatuan: Chairil ya puisi, puisi ya Chiril. Tapi, agaknya Tempo juga lupa, bahwa ada satu hal yang tak bisa dipisahkan dalam diri Chairil. Masyarakat kita telah kadung mengenal Chairil karena rokoknya. Walhasil, dalam stereotipe masyarakat kita hari ini, Chairil-puisi-rokok itu tak bisa dipisahkan.

Memisahkan Chairil dengan rokoknya itu sama saja memisahkan memisahkan Che Guevara dengan cerutunya. Memisahkan Soekarno dengan songkok hitamnya. Atau, memisahkan Gus Dur dengan humornya. Itu lah identitas. Ia melekat pada diri seseorang dan memberikannya ciri khas yang membedakannya dengan yang lain. Dan justru karena itu lah, ia banyak dan dengan mudah ?dikenal luas. Orang boleh saja tidak mengenal jauh Chairil Anwar dan karya-karyanya, atau tak tahu seberapa besar kontribusinya dalam dunia sastra kontemporer Indonesia. Tapi sayangnya, Chairil telah dikenal karena fotonya yang lazim kita lihat itu.

Dalam ilmu filsafat kita mengenalnya dengan teori semiotik; penanda dan petanda. Kalangan politisi kita belakangan juga lazim menggunakan itu dalam mencitrakan dirinya. Jokowi dikenal karena gaya bulusukannya. Ahok dengan bacotnya. Risma dengan ketegasannya.

Tanda memberi kita kemudahan untuk mengingat. Bayangkan saja, bagaimana jika dulu tak ada foto Chairil dengan rokoknya itu. Apakah orang-orang kini belakangan dengan mudah mengenalnya atau mengingat mukanya. Agaknya kita patut berterimakasih kepada orang yang telah mendokumentasikan foto itu. ?Dan saya tidak bisa membayangkan, bagaimana Tempo akan memberikan sampul majalah mereka untuk GM beberapa tahun kemudian?

Sumber : komunitaskretek.or.id

rhd – rifanfinancindo

Semester Pertama, Citilink Angkut 34.668 Ton Kargo

RIFAN FINANCINDO
PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – JAKARTA,? Maskapai Citilink Indonesia bersama regulated agent PT Angkasa Pura Solusi (APSarana) menggelar seminar bertajuk Dangerous Goods Security Awareness kepada agen kargo Citilink di wilayah Jabodetabek.

Penyelenggaraan acara ini sebagai bentuk kepedulian dan komitmen akan keselamatan dan keamanan kargo dan pos yang diangkut dengan pesawat udara.

Direktur Utama Citilink Indonesia Albert Burhan mengatakan, acara ini juga diselenggarakan sebagai bentuk implementasi dari Peraturan Menteri Perhubungan (PM) No 153/ 2015 mengenai pengamanan kargo dan pos serta rantai suplai kargo dan pos yang diangkut dengan pesawat udara.

?Melalui acara seminar ini kami ingin menyosialisasikan kepada agen Citilink mengenai jenis-jenis kategori barang kargo dan dangerous goods (barang berbahaya) serta jenis kargo yang boleh diangkut dengan menggunakan pesawat Citilink,? kata Albert dalam siaran persnya, kemarin.

Albert lebih lanjut menjelaskan, jenis kargo yang diangkut menggunakan penerbangan Citilink adalah kargo umum dan tidak mengangkut barang yang termasuk dalam kategori barang berbahaya.

Adapun terdapat sembilan jenis klasifikasi barang berbahaya sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh International Air Transport Association (IATA).

Barang-barang tersebut adalah barang yang bersifat mudah meledak (eksplosif), gas, cairan yang mudah terbakar, bahan padat yang mudah terbakar, zat yang dapat teroksidasi, zat beracun, zat yang mengandung radioaktif, bahan yang dapat menimbulkan karat, dan aneka bahan berbahaya lainnya.

Menurut Albert, sosialisasi mengenai ketentuan Citilink yang tidak mengangkut barang berbahaya juga telah dilakukan sebelumnya.

Baik melalui cargo embargo notice (pemberitahuan embargo kargo) terhadap dangerous goods maupun melalui pengumuman yang disampaikan kepada pengguna jasa layanan kargo Citilink Indonesia.

Citilink Indonesia telah mengangkut 34.668 ton kargo sepanjang semester pertama tahun 2016 atau naik 45 persen dari sebelumnya 23.910 ton kargo pada semester pertama tahun 2015.

Dengan digelarnya acara ini menjadikan Citilink sebagai maskapai pertama di Indonesia yang menyelenggarakan acara sosialisasi mengenai dangerous goods security awareness (kesadaran keamanan barang berbahaya). (ers)

(Rhd- PT Rifan Financindo Berjangka)

Sedihnya! Pelajar Tawuran Membawa Bendera Merah Putih

RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Dua kelompok pelajar dari dua SLTA berbeda ?di Kota Palembang, Sumsel, terlibat tawuran.

Kejadian usai upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-71 di plaza BKB, Palembang.

Tawuran itu berlangsung di depan mata Wali Kota (Wako) Palembang H Harnojoyo dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) serta para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang masih ada di lokasi.

Semua berlangsung demikian cepat. Bahkan, Wako masih sibuk menyapa masyarakat Palembang dan berfoto bersama mereka. Tiba-tiba, di sudut BKB, muncul sejumlah pelajar SMK lengkap dengan seragam putih abu-abu dan tas di pundak.

Mereka membawa bendera merah-putih yang diikatkan pada bambu runcing. Mereka berjalan menyusuri pinggir plaza BKB hingga sampai ke samping gedung ACC (Ampera Convention Center).

Di sana, rupanya mereka terlibat tawuran dengan puluhan pelajar lain. Pecahan beling dari botol yang pecah berserakan di lokasi. ?Hey, hey, hey,? terdengar suara anggota Satpol PP, polisi dan Dishub yang melihat tawuran itu.

Melihat petugas mendatangi tempat mereka tawuran, para pelajar itu lari tunggang langgang. Mereka menyebar agar tak tertangkap. Sebagian menuju jalan di depan RS AK Gani. Namun, para petugas berhasil mengamankan mereka. Total ada 26 pelajar yang tertangkap.

Rupanya, 26 pelajar tersebut sengaja datang ke BKB, bukan peserta upacara. Mereka berasal dari SMK YP Gajah Mada Plaju dan SMK Bistek Sukabangun.

?Kami baru sudah berfoto dengan Pak Wali, rombongan mereka mengajak kami bersalaman, tiba-tiba langsung memukuli kami,? ungkap Ari, seorang pelajar yang diamankan.

Dia mengaku datang ke BKB bersama temannya untuk melihat lomba bidar. ?Tidak tahu kenapa langsung dipukuli,? cetusnya.

Fikri, siswa SMK YP Gajah Mada berdalih ketika itu hendak menjemput adiknya.

?Aku tidak tahu dan tidak kenal dengan mereka,? elaknya. Dia ngotot membantah telah terlibat dalam tawuran itu.

Namun, petugas menemukan busur jarum dari tasnya. ?Itu untuk belajar, bukan untuk tawuran,? sangkalnya lagi.

Usai dikumpulkan, ke-26 pelajar disuruh melepas baju seragam masing-masing. mereka dihukum dengan menyanyikan lagu ?Maju Tak Gentar. Meski berstatus pelajar, ternyata banyak dari mereka yang tak hapal lagu tersebut.

Wako H Harnojoyo yang melihat langsung kejadian tersebut mengaku sangat prihatin. Dia sangat menyayangkan ulah pelajar yang terlibat tawuran. Harnojoyo meminta kepada aparat keamanan untuk langsung menindak mereka.

?Panggil orang tua dan kepala sekolah (kepsek)-nya. Jangan sampai ulah mereka dibiarkan,? cetusnya sembari meninggalkan lokasi.

Kepala Satpol PP Palembang, Tatang Duka Direja yang turut mengamankan para pelajar tawuran itu telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Hasil pendataan mereka, dari ?26 pelajar, sebanyak 22 orang dari SMK Gajah Mada dan empat dario SMK Bistek. Pihaknya sendiri sudah mencurigai kedatangan para pelajar tersebut dan terus memantau keberadaan mereka yang membawa bambu runcing. ?Untung tidak ada korban jiwa,? lanjutnya.

Kepala Disdikpora Palembang Ahmad Zulinto Spd MM melalui Kabid SMP, SMA/SMK Drs H Lukman Haris MSi menegaskan, pihaknya telah meminta kepsek dari kedua sekolah memanggil orang tua siswa yang terlibat tawuran.

?Bila perlu dikeluarkan, ini sangat memalukan,? kata Zulinto. Kepala Disdik Sumsel, Drs Widodo MPd juga menyesalkan kejadian ini. ?Saya prihatin,? ujarnya.

Semestinya HUT RI dirayakan dengan suka cita. Peringatan kemerdekaan ini jadi momen membangkitkan semangat untuk membangun.

?Kok ini malah ada segelintir anak-anak yang tidak menyadari dan menyia-nyiakan betapa berharganya masa muda mereka,? cetusnya.

Kata Widodo, seharusnya para pelajar belajar keras, mempersiapkan diri dan membangun jejaring pertemanan untuk maju bersama di masa depan. Kondisi sekarang, pintar saja tidak cukup, tapi harus punya networking.

?Artinya pelajar selain terus belajar secara akademik, harus menjalin pertemanan seluas-luasnya Bukan mencari musuh sebanyak-banyaknya,? tuturnya.

Ia berharap para siswa yang terlibat tawuran menyadari itu. Pihak sekolah diimbau untuk menambah kegiatan ekstrakurikuler untuk menyalurkan energi siswa. Tak kalah penting, meningkatkan komunikasi antara sekolah, guru dengan orang tua.

Tujuannya agar setiap perkembangan siswa dapat terpantau. ?Kedepankan pembinaan. Mengeluarkan mereka hendaknya jadi solusi terakhir. Kalau dikeluarkan, mau jadi apa mereka nanti,? tandasnya. (chy/nni/ce2/sam/jpnn)

Sumber : jpnn.com

(Rhd- PT Rifan Financindo Berjangka)

Kekuatan TNI AL Untuk Mengatasi Segala Bentuk Ancaman

Rifan Financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKAJAKARTA – Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, TNI Angkatan Laut memiliki tugas dan tanggung jawab konstitusional untuk melanjutkan proses pembangunan nasional.

Dengan dilandasi nilai kejuangan, TNI AL harus terus meningkatkan kinerja dan melanjutkan pengabdian dalam mendukung program pembangunan nasional.

“Untuk itu, program pembangunan kekuatan dan pembinaan kemampuan TNI Angkatan Laut diarahkan untuk mendukung terwujudnya pertahanan maritim yang dapat mengatasi segala bentuk ancaman,? tegas KSAL Laksamana TNI Ade Supandi.

Dalam amanat tertulis dibacakan Asisten Perencanaan dan Anggaran Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Asrena KSAL) Laksamana Muda TNI A. Taufiq R saat bertindak sebagai inspektur upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-71 Kemerdekaan RI Tahun 2016 di Lapangan Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (17/8).

Menurut KSAL, sesuai kebijakan pemerintah dan tugas TNI Angkatan Laut yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang No. 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Pembangunan kekuatan pertahanan maritim memiliki dua tujuan. Yaitu melindungi kedaulatan wilayah dan sumber daya nasional serta menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran di seluruh wilayah laut Indonesia.

Untuk itu, TNI Angkatan Laut harus mewujudkan empat program prioritas yaitu dukungan kesiapan Matra Laut.

Modernisasi Alutsista dan non Alutsista serta pembangunan fasilitas dan sarana prasarana pertahanan Negara Matra Laut.

Peningkatan profesionalisme personel Matra Laut, serta penyelenggaraan manajemen dan operasi Matra Laut.

Selain itu, TNI AL harus mampu membina dan memberdayakan potensi maritim untuk digunakan bagi kepentingan pertahanan negara.

Dalam rangka meningkatkan peran serta untuk mendukung percepatan pembangunan kemaritiman nasional.

?Untuk itu, TNI AL membangun kerja sama dengan kementerian maupun lembaga pemerintah lainnya.

Aktif terlibat dalam berbagai program pemberdayaan dan penguatan kemaritiman,? tegas KSAL seperti siaran pers Kasubdispenum Diispenal, Letkol Laut (KH) Heddy Sakti.(fri/jpnn)

Sumber : jpnn.com

(Rhd- PT Rifan Financindo Berjangka)

Giliran Toke Sawit, Rp 260 Juta Amblas dalam Sekejap

RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -? Kawanan begal spesialis pecah kaca kembali beraksi.? Lagi-lagi korbannya adalah nasabah bank.

Kali ini dialami Asep (30) toke sawit warga Desa Penarik Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Bandit pecah kaca berhasil menyikat Rp 260 juta. Pelaku diduga pemain lama. Sama dengan kejadian-kejadian sebelumnya, pelaku dua pria bermotor Satria FU.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Salak Raya Kelurahan Panorama, tak jauh dari Pos Polisi Panorama, Senin (15/8) sekitar pukul 11.30 WIB.

Pelaku memecahkan kaca kanan bagian belakang mobil Toyota Innova nopol B 1574 WFM milik korban. Lalu membawa kabur tas berisi uang Rp 260 juta yang diletakkan di bawah kursi tengah.

Seorang tukang ojek, Herly (39) menjadi orang yang pertama menyadari kejadian tersebut. Ketika itu dia melihat 2 pria berperawakan muda menggunakan motor Suzuki Satria FU berhenti tak jauh dari mobil yang terparkir menghadap ke arah pertokoan.

Herly awalnya tidak menaruh curiga kepada kedua pria itu. Namun dia melihat satu diantara dua pria itu seperti tergesa-gesa berjalan menuju motor dari arah mobil korban.

Herly merasa penasaran, lalu melihat ke arah kanan mobil. Herly baru menyadari dua pria itu adalah bandit. Kaca mobil korban sudah pecah. Pelaku langsung memacu motornya ke arah Simpang SLB.

?Saya waktu itu tidak curiga. Saya duduk-duduk di arah samping kiri mobil. Saya melihat dua orang pakai motor FU, parkir dekat dengan mobil sebelah kanan. Satu orang tidak pakai helm terlihat dari arah mobil menuju motor. Lalu di motor satu orang lagi pakai helm. Saat saya mendekat mereka (pelaku, red) sudah memacu motor. Saat saya melihat kaca mobil sudah pecah, mereka sudah kabur ke arah SLB,? terang Herly.

Bagaimana kronologis kejadian? Korban baru menyadari kejadian yang dialaminya setelah warga heboh. Ketika itu korban sedang asyik berbelanja bersama istri dan dua adiknya di toko tak jauh dari lokasi parkirnya.

Pagi itu sekitar pukul 10.00 WIB, mereka ke Bank Mandiri di Jalan S Parman. Dia mencairkan uang sebanyak Rp 260 juta. Uang itu untuk membayar sawit dan membeli keperluan rumah tangga.

Setelah dari bank, mereka ke Pasar Panorama untuk berbelanja. Uang dalam jumlah banyak itu ditinggalkan di mobil. Korban tampaknya cukup yakin, uang di dalam tas hanya diletakkan di bawah kursi tengah.

?Kami ada keperluan belanja. Sebelum membayar sawit, kami mampir ke Pasar Panorama untuk membeli barang-barang pecah belah. Saya merasa tidak ada yang mengikuti. Karena itu uang ditaruh di tengah,? ujar korban.

Dilihat dari kronologis kejadian sesuai yang diceritakan korban, kuat dugaan modus operandi komplotan pelaku sama dengan kejadian sebelumnya. Korban sudah diintai sejak dari mengambil uang di bank.

Belajar dari kasus yang pernah terungkap sebelumnya, komplotan ini berjumlah 3 orang. Dimana 1 orang melakukan pengintaian di dalam bank, 2 orang lagi sebagai eksekutor.

Dengan kejadian yang dialami Asep, menambah daftar kasus pencurian spesialis nasabah bank yang belum terungkap. Sepanjang tahun 2016, setidaknya ada 6 kasus di Kota Bengkulu yang belum terungkap.

Kemiripkan aksi bandit terhadap nasabah bank ini terlihat pada beberapa kejadian serupa, dengan target yang sama yakni nasabah bank.

Dugaan itu mengarah pada beberapa kesamaan antara pelaku yang yang beraksi baru-baru ini dengan pelaku yang beraksi pada beberapa kejadian sebelumnya. Diantaranya, pelaku berjumlah dua orang, menggunakan motor Satria FU dan ciri-ciri postur pelaku sama dengan yang beraksi di TKP sebelumnya.

Dalam kejadian kemarin, tidak satupun polisi yang mau memberi keterangan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Anggota Polsek Gading Cempaka dibackup Sat Reskrim Polres Bengkulu dan Subdit Jatanras Polda Bengkulu langsung bergerak melakukan pengejaran terhadap pelaku. (cuy/sam/jpnn)

Sumber : jpnn.com

rhd – rifanfinancindo