• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Indonesia dan Italia Sepakat Tingkatkan Nilai Perdagangan

PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka |?Indonesia dan Italia Sepakat Tingkatkan Nilai Perdagangan

PT Rifan Financindo Berjangka – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi di Hangzhou International Expo Center, Senin, 5 September 2016. Pertemuan berlangsung di sela perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Hangzhou, China.

Pada pertemuan ini, Presiden Jokowi mengemukakan, Italia merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia dan sebagai pusat kegiatan ekspor Indonesia di Eropa. “Indonesia berkomitmen untuk tingkatkan perdagangan dengan Italia ke depan,” ujar Presiden dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Selain sektor perdagangan, sejumlah sektor yang dijajaki kemungkinannya untuk dilakukan kerja sama antara kedua negara adalah pendidikan dan kebudayaan, maritim, energi terbarukan, teknologi digital, dan agrobisnis.

Kepada Presiden Jokowi, PM Renzi mengundang untuk berkunjung ke Italia pada tahun 2017 untuk menindaklanjuti beberapa poin kerja sama yang dibicarakan pada kesempatan kali ini.

“Saya ingin mengedepankan kerja sama di bidang pendidikan dan budaya dengan Indonesia untuk meningkatkan hubungan people to people contact antar kedua negara,” kata PM Renzi.

Terkait kelanjutan dari proses dialog antar-keyakinan antara kedua negara, PM Renzi mengatakan, Italia akan terus melanjutkan dialog karena Indonesia memiliki peran penting sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Presiden Jokowi juga menyetujui agar kelanjutan proses ini ditingkatkan.

“Indonesia 87 persen penduduknya Muslim dan moderat serta toleran. Saya mendukung agar Indonesia dan Italia dapat menyelenggarakan forum interfaith dialogue untuk memajukan nilai moderasi serta mengatasi ekstrimisme dan xenophobia.” ujar Presiden Jokowi.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok Sugeng Rahardjo

Baca juga ” Pemerintah Tambah Jumlah Lembaga Penyalur KUR

PT Bestprofit Futures – Pemerintah menambah jumlah perbankan dan lembaga keuangan bukan bank (LKBB) untuk menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR). Dengan penambahan ini diharapkan KUR bisa menjangkau lebih banyak usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo mengatakan, pemerintah menambah 12 bank dan LKKB penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penambahan ini akan mempercepat penyaluran KUR uang ditarget sebesar Rp 100 triliun-Rp 120 triliun.

“Dengan ?begitu diharapkan agresivitas penyaluran semakin tinggi untuk mendorong percepatan penyaluran KUR setiap bulannya. Maka, jumlah penyalur KUR sebanyak 28 bank dan LKBB,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Bank dan LKBB penyalur KUR baru tersebut antara lain Bank BCA, Bank Permata, Bank Sinarmas, BPD Kalbar, BPD NTT, BRI Agroniaga, Bank Jabar Banten, BPD Kalsel, BPD Jambi, BPD Papua, Adira Finance, dan Mega Central Finance.

“Dengan total 28 penyalur KUR tersebut, berarti tinggal delapan yang belum lolos sistem informasi kredit program (SIKP), yaitu BRI Syariah, BPD Sumsel Babel, BPD Lampung, BCA Finance, Federal International Finance, BPD Bengkulu, BPD Sulteng, dan PT Permodalan Nasional Madani,” kata dia.

Braman menjelaskan, realisasi penyaluran KUR 2016 hingga 29 Agustus 2016 sebesar Rp 64,7 triliun kepada 2.983.417 debitur. Di antaranya, Bank BRI sudah menyalurkan Rp48,723 triliun kepada 2.749.800 debitur, Bank Mandiri Rp 7,763 triliun kepada 197.438 debitur, Bank BNI Rp 8,144 triliun kepada 32.747 debitur.

Sisanya terbagi di Bank Sinarmas, Bank NTT, Bank Kalbar, Bank DIY, BPD Bali, BPD Sumut, dan Bank BPTPN. “Presiden Jokowi dalam setiap kesempatan selalu mengingatkan Menkop UKM agar terus mendorong penyaluran KUR,” ungkap dia.

Menurut Braman, dengan adanya tambahan penyalur KUR, maka diharapkan target bisa terealisasi pada akhir Desember. “Sebenarnya targetnya selesai di November, namun ada pelemahan dan penurunan sedikit dalam penyaluran KUR. Namun, dengan adanya penambahan jumlah penyalur KUR, maka kami optimis, pada akhir Desember tahun ini dapat diwujudkan,” jelas dia.

?Braman menambahkan, pihaknya akan terus mendorong agar koperasi dapat juga menyalurkan KUR. Hingga kini, baru satu koperasi yang lolos verifikasi untuk menyalurkan KUR, yaitu Kospin Jasa.

“Untuk itu, kita berharap agar Permenko 13/2015 dapat segera direvisi. Kalau tidak, maka koperasi tidak memiliki payung hukum untuk menyalurkan KUR. Mudah-mudahan, Minggu ini sudah bisa diselesaikan,”

Tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.