• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Polisi Kaji Penangguhan Penahanan Dokter Tersangka Vaksin Palsu

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ? Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri belum memutuskan penangguhan penahanan salah satu tersangka vaksin palsu, dokter Indra Sugiarno. Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya menyatakan, pihaknya masih mengkaji penangguhan penahanan dokter Indra.

“Penangguhan penahanan masih dikaji, belum diputuskan,” kata Agung di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (21/7/2016).

Agung menegaskan, pertimbangan tidak segera dikabulkannya penangguhan penahanan yang diajukan keluarga dokter Indra karena alasan teknis. Namun ia tidak menyebut secara rinci.

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ? “Alasannya teknis, intinya soal penangguhan masih kami kaji, belum diputuskan,” ucap Agung.

Hanya Menyuntik, dr Indra Sebut Suster yang Jual Vaksin Palsu

 

Untuk menjual, susternya. Jadi dokter Indra hanya menyuntikkan saja. Indra bilang ada budaya di dokter, kalau ada kelangkaan, dokter itu mencari. Karena tujuannya untuk bantu pasien. Pasien kan ada injury time, kalau dua tahun harus divaksin. Maka dia membantu,” kata Fahmi di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/7/2016).

Menurut dia, segala macam urusan administrasi khususnya yang berkaitan dengan imunisasi, murni dilakukan oleh pihak RS. Lagi-lagi ia mengatakan kliennya hanya bertugas sebagai tenaga medis saja.

“Ya itu lah, urusan administrasi di rumah sakitnya bagaimana,” ucap Fahmi.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri menetapkan tiga dokter sebagai tersangka atas kasus dugaan pemalsuan vaksin. Mereka adalah dokter AR, H, dan I.

Total tersangka atas kasus ini berjumlah menjadi 23 orang. 23 tersangka itu terdiri dari enam produsen, sembilan distributor, dua pengumpul botol bekas, satu pemalsu label, dua bidan, dan tiga dokter.

“Kami sudah tetapkan 23 tersangka. Ada penambahan kemarin 3. Terdiri dari beberapa peran,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Pori, Brigjen Agung Setya di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat 15 Juli 2016 lalu.

Sementara untuk tersangka yang ditahan adalah 20 orang. Sementara sisanya tidak dilakukan penahanan dengan alasan kemanusiaan, yaitu menyusui anaknya yang masih bayi dan di bawah umur.

Dokter spesialis anak di RS Harapan Bunda Indra Sugiarno ditetapkan sebagai tersangka kasus vaksin palsu. Dia diduga menyuplai langsung vaksin palsu dari sales berinisial S.

Namun, Agung menegaskan penetapan tersangka terhadap Indra itu tak perlu dikhawatirkan oleh dokter lain. Sebab, jika dokter menyuplai melalui penyediaan farmasi, yang berpotensi besar terjerat hukum adalah pihak farmasi, bukan dokternya.

sumber : liputan6.com

rhdn – PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Tagged , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.