• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Misteri Keterlibatan Jenderal, Polda Metro Minta Novel Baswedan Mau Diperiksa

RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – JAKARTA – Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan masih menjadi sebuah misteri. Seratus hari berlalu pasca-teror keji tersebut tidak ada satupun pelaku yang berhasil diungkap oleh aparat kepolisian.

Novel Baswedan pun menaruh curiga terhadap Korp Bhayangkara karena lamban dalam menangani perkara tersebut. Novel Baswedan menyebut ada keterlibatan oknum jenderal polisi sehingga kasus tersebut masih saja menjadi teka teki.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menegaskan, polisi sudah maksimal mengusut kasus tersebut. Ia meminta Novel Baswedan bersabar menunggu hasil penyelidikan dan tidak mengeluarkan statemen kontroversial yang akan berujung fitnah.

“Makanya itu, kita akan kesana memeriksa yang bersangkutan. Daripada informasi itu kemana-mana lebih baik kita tuangkan dalam berita acara (BAP), kita enggak masalah mau jam berapa ke sana (Singapura) kita berangkat,” ungkap Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/8/2017).

Argo menyayangkan sikap Novel Baswedan yang tidak mau diperiksa penyidik tapi selalu melemparkan bola liar demgan statement tanpa dasar. Padahal, kata Argo, selaku mantan anggota polisi sekaligus penyidik di KPK, Novel mengerti hukum, tanpa dituangkan dalam BAP kecurigaannya tidak bisa diusut.

“Anggota (polisi) sudah ke sana (Singapura) bawa laptop, ada saksinya, kita mau tanyakan, kita mau periksa. ‘Sudah lah enggak usah (periksa) kita ngobrol-ngobrol saja'” ucap Argo sambil menirukan ucapan Novel Baswedan. (sym)

(erh)

Taufik Baswedan: Kasus Novel Hanya Perlu Keberanian untuk Diungkap

Keluarga Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel, Taufik Baswedan menganggap, tidak adanya keberanian Polri dalam mengungkap kasus kekerasan yang menimpa Novel.

Pasalnya, menurut kakak kandung Novel ini, rencana dibentuknya tim khusus tidak memiliki unsur kuat karena ini bukan merupakan perkara rumit.

Hingga saat ini, Novel masih mendapatkan perawatan medis di salah satu rumah sakit di Singapura. Kasus yang sudah terjadi 4 bulan lebih ini menyedot banyak perhatian publik dan mempertanyakan kinerja Polri dalam pengungkapan kasus tersebut.

“Dari awal kan sudah kita sampaikan, bahwa ini adalah kasus yang mudah bagi Polri, dengan banyaknya saksi- saksi dan alat bukti lainnya biasanya paling lama seminggu juga sudah terungkap,” kata Taufik saat berbincang , Rabu (2/8/2017).

Menurut Taufik, pada kasus tersebut pengungkapan kasus ini cenderung lambat akibat tidak adanya kemauan dan keberanian dari pihak Polri.

“Yang membuat berlarut-larut karena tidak ada kemauan dan keberanian untuk mengungkap kasus ini. Itu aja masalahnya,” jelasnya.

Taufik menambahkan, jika pihak Polri berencana membentuk tim khusus dari KPK, hal tersebut dianggap bukan langkah yang masuk akal.

“Tim khusus itu dibentuk kalau perkaranya rumit dan alat buktinya tidak ada,” pungkasnya.

(wal)

 

 

Sumber: news.okezone.com

Rhd – rifanfinancindo
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.