• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

LPS Bayar Klaim Rp 168,51 Miliar Sepanjang 2016

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta,  Pembayaran klaim Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kepada nasabah bank yang terkena pencabutan izinnya mencapai Rp 168,51 miliar pada 2016. Sementara total jumlah rekening yang telah dibayarkan simpanannya mencapai 36.513 rekening.

Selama pembayaran klaim pada tahun 2016, terdapat 2.033 rekening tidak layak bayar yang sebagian besar disebabkan karena pemilik rekening terkait dengan kredit macet.

“Hanya ada 16 rekening tidak layak bayar yang karena bunga simpanannya di atas bunga penjaminan LPS. Artinya, masyarakat semakin tahu dan paham mengenai ketentuan persyaratan layak bayar dan simpanan yang dijamin,” kata Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan di Jakarta, Jumat (13/1/2017).

Sedangkan bila sejak LPS beroperasi pada 2005, klaim yang telah dibayarkan LPS mencapai Rp 1,176 triliun dengan jumlah rekening sebanyak 152.883 rekening.

Selain itu, sepanjang 2016, LPS telah melikuidasi 10 BPR dan BPRS yang dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kesepuluh bank tersebut tersebar di beberapa provinsi. Yakni Jawa Timur sebanyak 3 bank, Sumatera Barat 2 bank, Jawa Barat 2 bank, Yogyakarta 1 bank, Sulawesi Selatan 1 bank, dan Sulawesi Tenggara 1 bank.

Hingga saat ini, LPS telah melakukan likuidasi terhadap 76 bank (1 bank umum, 70 BPR dan 5 BPRS). Dari 76 bank yang dilikuidasi tersebut, yang telah selesai proses likuidasinya sebanyak 63 bank. (Nrm/Ndw)

 

LPS Putuskan Suku Bunga Penjaminan Tak Berubah |PT RIFAN FINANCINDO

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tak mengubah suku bunga penjaminan pada periode 12 Januari 2017 sampai dengan 15 Mei 2017. Suku bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) di Bank Umum serta untuk simpanan dalam rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sama dengan periode sebelumnya.

Sekretaris LPS Samsu Adi Nugroho menjelaskan, suku bunga penjaminan pada bank umum untuk rupiah berada di angka 6,25 persen, sedangkan untuk valas ada di level 0,75 persen. Sedangkan untuk bank BPR untuk rupiah ada di level 8,75 persen,” jelasnya seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (12/1/2017).

Samsu Adi melanjutkan, LPS memandang bahwa tingkat bunga penjaminan dimaksud masih sejalan dengan arah perkembangan terkini suku bunga simpanan perbankan. Kondisi ekonomi makro dalam negeri secara umum dipandang masih stabil.

Terdapat kenaikan bunga simpanan selama beberapa pekan terakhir yang mengindikasikan sedikit pengetatan pada kondisi likuiditas. Namun hal tersebut masih dalam koridor. LPS juga terus mencermati perkembangan sejumlah faktor risiko eksternal karena dapat berpengaruh bagi kondisi likuiditas.

Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi Tingkat Bunga Penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin.

Berkenaan dengan hal tersebut, bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai Tingkat Bunga Penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan.

Sejalan dengan tujuan untuk melindungi nasabah dan memperluas cakupan tingkat bunga penjaminan, LPS menghimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana.

Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan. Dengan demikian, bank diharapkan dapat mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian oleh Bank Indonesia, serta pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Sumber – liputan6.com

rhd – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Bookmark the permalink.

Comments are closed.