• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Kang Dedi Ajak Lapisan Masyarakat Perkuat Pencegahan Intoleran dan Radikalisme

kang-dedi-ajak-lapisan-masyarakat-RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – PURWAKARTA – Pemkab Purwakarta, Jawa Barat mengumpulkan unsur musyawarah pimpinan daerah (Muspida), para tokoh organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan setempat, di Bale Maya Datar, halaman perkantoran pemkab, Kamis (14/9/2017).

Mereka sengaja dikumpulkan, untuk bersama-sama membacakan deklarasi anti Intoleransi dan Radikalisme.‎ Pembacaan deklarasi ini dipimpin Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi dan di‎saksikan langsung Deput VI bidang kordinasi Kesatuan Bangsa, Kemenkopolhukam, Arief P Moekiyat.

Dalam sambutannya, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menuturkan, munculnya intoleransi dan paham radikalisme ini sangatlah berbahaya. Menurutnya, kemunculan paham tersebut akibat adanya kegundahan yang dialami rakyat saat ini. Makanya, perlu ada tameng dari pemerintah dan peran serta masyarakarat untuk menahan masuknya paham yang menyesatkan ini.

“‎Intoleran dan Radikalisme itu sangat berbahaya. Karena, bisa memunculkan embrio yang mengancam ideologi negara,” ujar Dedi saat membuka Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Kewaspadaan Nasional bersama Kemenko Polhukam di Purwakarta.

Dedi pun berpendapat, perlu peran strategis organisasi kemasyarakatan untuk pencegahan Intoleransi dan radikalisme. Salah satunya, melalui penguatan ekonomi dan budaya desa.‎ Menurutnya, penguatan ekonomi dan kebudayaan bisa menjadi obat penangkal dua paham yang hari ini menjadi musuh dunia internasional itu.

“Saat ini, ‎telah timbul kecemasan masyarakat akibat munculnya faham dari luar negeri yang masuk ke negara kita. Di sisi lain, akar kebudayaan yang menjadi identitas kita tidak diperkuat. Kegalauan rakyat ini jangan dibiarakan berlarut-larut‎,” jelas dia.

Untuk itu, pihaknya kembali mengingatkan akan pentingnya pendekatan organisasi kebudayaan, khususnya di wilayah pedesaan.‎ Karena, identitas budaya di pedesaan, menurut dia, menjadi kunci bagi terpeliharanya warga negara Indonesia dari paham-paham yang dibawa dari luar.

Untuk itu, sambung dia, dengan deklarasi ini pihaknya berharap seluruh lapisan masyarakat bisa bahu-membahu untuk menangkal berkembangan paham radikal dan intoleransi ini.

“Kalau ingin Indonesia tidak subur teroris, maka jangan ubah kebudayaan Indonesia menjadi kebudayaan lain. Indonesia harus tetap menjadi Indonesia,” kata dia menambahkan.

Sementara itu, dalam forum tersebut juga digelar diskusi dengan menghadirkan beberapa nara sumber. Di antaranya, Guru Besar FHUI, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, Deputi VI Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kementerian Koordinator Politik, Hukum, Keamanan Kemenko Polhukam, Arief P Moekiyat, dan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.‎

(kha)

Sumber: oke.com

Rhd – rifanfinancindo
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.