• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Journal: Ironi Puncak yang Menjelma Surga Dunia?

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKAPuncak, Cipanas, Jawa Barat, kini menjadi salah satu tempat tujuan wisatawan asal Timur Tengah. Geliat kedatangan wisatawan terekam dalam tiga tahun terakhir. Kedatangan mereka satu perumahan mentereng di Puncak menjadikan kawasan yang semula perumahan elite warga lokal ini menjadi tempat hunian wisatawan asing. Arus kedatangan pelancong yang cukup deras membuat hiruk pikuk perumahan elit ini menjadi bergeliat. Perumahan yang tadinya hampir mati, kini hidup kembali. # rifanfinancindo

Geliat kehadiran pendatang asal Timur Tengah ini menjadikan sebuah perumahan di Puncak ini bak Warung Kaleng yang berada di Cisarua, Bogor. Warung Kaleng juga terkenal sebagai favorit wisatawan Timur Tengah. Di sepanjang jalan menuju kawasan perumahan elit ini, mudah ditemui sejumlah toko, biro perjalanan, dan restoran bertuliskan huruf Arab. Pemandangan ini hampir sama dengan yang terjadi di Warung Kaleng. Yang membedakan, bangunan tak berdiri berderetan. Jumlahnya pun masih terbilang sedikit dibanding Warung Kaleng.

Salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya menjelaskan bahwa arus kedatangan pelancong Timur Tengah terjadi lebih kurang tiga tahun ke belakang. Mereka datang, karena Cisarua kian sesak. Terlebih, yang datang adalah anak muda yang butuh tempat yang lebih aman dan bebas. ?Karena minat mereka datang ke Puncak makin banyak, makanya lebih diarahkan ke vila yang lebih terjamin keselamatan mereka. Di sini kan komplek, ada security juga jadi lebih terjamin,? kata warga tersebut, Minggu (22/5/2016).

Kedatangan wisatawan asal Timur Tengah perlahan mengubah perumahan mewah di Puncak. Perumahan elite yang semula tenang itu kini perlahan mulai bising. Musababnya, pendatang muda ini senang menggeber kendaraan roda dua. Kebisingan sangat terasa ketika azan Ashar selesai berkumandang. Raungan mesin-mesin motor terdengar bersamaan dengan berseliwerannya sepeda motor. Suaranya memecah suasana sore yang tenang.

Keberadaan wisatawan muda yang karib disebut shabab ini menggeser pamor anak muda setempat. Pemuda setempat sebelumnya sering lalu lalang menggeber sepeda motor matik untuk berkeliling komplek. Namun kini shabab membuat mereka menepi lantaran sepeda motor yang digunakan shabab lebih mentereng, yakni motor gede bertenaga 250 cc dengan knalpot racing. Shabab doyan menggeber motor bertenaga besar lantaran kebut-kebutan di jalanan tak bisa mereka lakukan di negara asal mereka.

Tujuan kedatangan wisatawan muda ini jelas berbeda dengan wisatawan yang sudah berkeluarga. Pemuda-pemuda Timur Tengah ini tampak mencari kebebasan dibanding hanya sekadar bertamasya. Sementara wisatawan yang membawa keluarga, mereka tampak hanya ingin mencari keindahan alam dan suasana yang tak bisa didapat di Timur Tengah. ?Semua yang ada di sini sangat alami. Banyak taman di sini,? kata Fahad, wisatawan yang membawa keluarganya?, Kamis, 19 Mei 2016.

pemuda Timur Tengah yang menempati salah vila di Kota Bunga, mengatakan dia bersama empat temannya berasal dari Riyadh, Arab Saudi. Berbekal uang USD 5.000 atau sekitar Rp 67,5 juta (kurs Rp 13.500) per orang, Majid dan teman-temannya liburan ke perumahan elit tersebut.

Vila yang mereka tempati punya dua lantai. Mereka menjadikan ruangan tengah lantai dua sebagai tempat pesta. Lampu warna-warni sengaja dipasang di ruangan itu. Di ruangan tersebut juga terdapat sound system, kursi yang ditata seperti bentuk huruf L dan ada meja kaca yang di atasnya terdapat dua botol Jack Daniels serta makanan ringan.# rifanfinancindo

?Di sini, tempatnya enak, pemandangan bagus, dan cuacanya dingin. Di sini gampang mencari lady. Tapi, lady dan minumannya kurang bagus,? kata Majid, Minggu dinihari kemarin. Majid membandingkan perempuan yang dia tawar malam itu dengan perempuan yang pernah dia kencani sebelumnya. Lelaki yang sudah 10 hari berada di Puncak ini mengaku dirinya tak masalah mengeluarkan kocek Rp 4 juta sampai Rp 5 juta buat membayar lady. ?Asal cakep,? kata Majid dengan nada bicara yang mulai tak beraturan.

Manajemen perumahan mewah tersebut mengaku pihaknya terus memantau keberadaan wisatawan asal Timur Tengah. Kepala Bagian Umum dan Keamanan perumahan tersebut Hadiman menceritakan, petugas keamanan komplek selalu mengecek dan berpatroli guna mengantisipasi kabar ada pihak yang menjajakan perempuan untuk wisatawan. Menurut Hadiman, petugas keamanan sudah mampu mengidentifikasi dan akan langsung bertindak jika benar prostitusi terjadi di lingkungannya.

?Karena cirinya kan kelihatan. Dari beberapa menit saja, kami sudah tahu,? ucap Hadiman , Minggu kemarin. Pensiunan TNI Angkatan Darat ini menjamin prostitusi tak ada di komplek perumahan mewah itu. Dia pun mengakui, keberadaan wisatawan asal Timur Tengah tak berdampak buruk bagi Kota Bunga. ?Mereka baik-baik saja,? kata Hadiman.

Sumber : Liputan6.com

rhd? – rifanfinancindo

Tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.