• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

ISIS mengklaim ledakan Afghanistan membunuh puluhan Jiwa

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ???ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri bersama Sabtu yang menewaskan puluhan orang selama demonstrasi damai oleh kelompok minoritas di Kabul, Afghanistan.
“Saya melihat puluhan orang meletakkan dalam darah di sekitar saya dan ratusan orang melarikan diri dari tempat kejadian,” kata Fatima Faizi, seorang jurnalis lepas Afghanistan.

Sejauh ini, 80 mayat dan lebih dari 260 orang terluka dibawa ke rumah sakit di Kabul, menurut Ismail Kawoosi, juru bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan.
Sayed Hamed, 30, menghadiri protes tetapi meninggalkan sebelum ledakan. Dia sekitar dua kilometer (1,2 mil).

“Saat aku sedang menonton (dari hotel) dan beberapa (orang) yang berlari menuju lokasi kejadian dan beberapa menangis datang dari tempat kejadian,” tulisnya dalam email ke CNN. “Ini adalah situasi yang sangat menyedihkan, dan semua orang berusaha mencari kerabat atau teman-teman mereka.”
Serangan, yang terburuk dalam beberapa bulan dalam hal korban, menarik perhatian ISIS bukan Taliban, yang telah disalahkan atas pemboman baru-baru ini.

Sebelum ledakan mematikan, ribuan minoritas Syiah Hazara berdemonstrasi di Kabul pada Sabtu 23 Juli menuntut jalur transmisi listrik utama melewati provinsi listrik kelaparan mereka. Itu protes besar kedua atas masalah tahun ini.

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ???Dua pejuang ISIS meledakkan sabuk bunuh diri mereka di antara para pengunjuk rasa, menurut sayap media yang ISIS ‘, Amaq. Seorang penyerang ketiga dibunuh oleh pasukan keamanan sebelum meledakkan bomnya, menurut seorang pejabat keamanan Afghanistan berbicara tanpa menyebut nama.
Gedung Putih mengutuk “serangan mengerikan,” menambahkan bahwa itu dibuat “semua lebih hina oleh fakta bahwa itu ditargetkan demonstrasi damai.”
Inggris Foreign and Commonwealth Office menggema sentimen. Menteri FCO Alok Sharma mengatakan “Inggris tetap teguh dan tegas dalam komitmen jangka panjang kami untuk orang-orang Afghanistan. Kami akan terus bekerja sama dengan Pemerintah Afghanistan untuk membantu membangun lebih stabil dan aman Afghanistan.”
Dalam insiden terpisah Minggu, sebuah roket mendarat di halaman TK di distrik Macroryan dari Kabul, Sediq Sediqqi, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan kepada CNN. Meskipun tidak ada korban yang dilaporkan, Afghanistan tetap waspada Minggu, mengatakan Sediqqi.

Kelompok teroris jihad telah meningkatkan serangan-serangan di seluruh dunia – dan yang paling baru di Afghanistan – sementara kehilangan wilayah di khalifah memproklamirkan diri di Irak dan Suriah.
Ledakan di Kabul pada Sabtu sore terjadi selama demonstrasi oleh anggota Hazara, kelompok minoritas Syiah, dekat gedung Parlemen Afghanistan dan Universitas Kabul. Mendeklarasikan hari berkabung nasional Sabtu malam, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani memerintahkan bendera di negara yang akan dikibarkan setengah-staf.

Para pengunjuk rasa menuntut kabel listrik yang direncanakan akan dialihkan melalui provinsi Bamiyan miskin mereka untuk memastikan listrik di daerah yang relatif terisolasi barat dari Kabul.
Akuntansi untuk sampai seperlima dari penduduk Afghanistan, Hazara, orang-orang berbahasa Persia yang terutama tinggal di Afghanistan tengah, telah lama dicap luar karena iman Syiah dan fitur Asia jauh di negara yang didominasi oleh pengikut Islam Sunni , menurut sebuah artikel National Georgraphic 2008.
The Hazara di masa lalu telah menuntut pemerintah melindungi mereka dari serangan yang dipersalahkan pada Taliban Sunni dan ISIS.

Sementara itu, perang 14 tahun melawan Taliban di pedesaan adalah sebagai berdarah seperti biasa. Sementara Taliban adalah kekuatan pemberontak yang dominan di negara Asia Tengah, ISIS telah membangun kehadiran.
Presiden AS Barack Obama mengumumkan pada 6 Juli bahwa ia akan memperlambat penarikan yang direncanakan dari 9.800 pasukan pendukung negara Afghanistan karena situasi keamanan yang genting, termasuk ancaman yang muncul dari ISIS.
Dalam 18 bulan terakhir, 38 orang Amerika, baik sipil maupun militer, tewas di negara itu.
Obama mencatat bahwa AS tidak lagi terlibat dalam perang darat besar seperti itu pada 2009 ketika ia mengambil alih dengan rencana untuk mengakhiri keterlibatan Amerika, tetapi ia mengatakan, “Afghanistan … tetap salah satu negara termiskin di dunia. Ini akan terus mengambil waktu bagi mereka untuk membangun kemampuan militer yang kadang-kadang kita anggap remeh. Dan mengingat tantangan besar yang mereka hadapi, rakyat Afghanistan akan membutuhkan kemitraan dunia, yang dipimpin oleh Amerika Serikat, selama bertahun-tahun untuk datang.”

sumber : cnn.com

rhdn ? PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.