• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Imbas Kasus First Travel, Bos OJK: Kami Bakal Lebih Giat Lakukan Edukasi

RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA –   JAKARTA , Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, pihaknya akan menggiatkan edukasi kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati memilih produk keuangan. Hal ini menyusul kasus penipuan umrah oleh agen First Travel yang memakan korban hingga 25.000 calon jamaah.

“Tentu kita ke depan akan kita giatkan edukasi ke masyarakat, untuk bisa memilih jasa-jasa dan produk-produk apa pun, yang bisa mengikat untuk jangka waktu tertentu uang dia, agar perusahaan-perusahaan itu bisa men-deliver dengan baik dan juga masyarakat bisa memilih mana yang berisiko dan tidak,” kata Wimboh di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Wimboh menambahkan, ke depan pihaknya akan merambah pembiayaan kepada usaha mikro yang selama ini belum menjadi perhatian OJK. “Yang tradisional dan yang perlu kita dorong, kita bantu,” ujar dia.

Bukan hanya pembiayaan, tapi juga pendampingan yang melibatkan instansi lain. Dengan demikian, diharapkan usaha mikro berkembang dan menunjang pertumbuhan ekonomi.

“Bukan pembiayaannya, tapi juga pendampingan. Dan kita kerja sama dengan instansi yang lain. Dan agar yang kecil ini tidak terus kecil ini dan bisa menjadi maju lagi dan ke depan mendorong pertumbuhan ekonomi cukup kuat,” tutup Wimboh.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menangkap pasangan suami istri pemilik First Travel Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari. Keduanya disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP terkait penipuan dan Pasal 378 KUHP terkait penggelapan. Pada kasus ini, First Travel menawarkan harga pemberangkatan umrah yang lebih murah dari agen travel lainnya. Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, calon jamaah tak kunjung berangkat.

Tuntaskan Kasus First Travel, Kemenag dan Polisi Diminta Bentuk Crisis Center

Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipindum) Bareskrim Polri menangkap pasangan suami istri, yaitu Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan. Keduanya merupakan Direktur Utama dan Direktur PT First Anugerah Karya atau First Travel.

Ditangkapnya bos First Travel ini tak serta-merta membuat kasus yang menimpa masyarakat. Untuk itu, satuan tugas waspada investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendesak Bareskrim dan Kementerian Agama (Kemenag) membentuk crisis center.

“Itu kan dorongan untuk menampung semua permasalahan yang ada di jamaah, tapi mengenai realisasinya kan enggak di target.

Kita satgas investasi mendorong agar dibentuk crisis center,” kata Kepala satuan tugas waspada investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam L Tobing kepada Okezone, Jumat (10/8/2017).

Dia menjelaskan, masukan Satgas sebelumnya sudah diberikan kepada Kemenag. Namun, karena kasus ini sudah masuk ke Bareskrim, lanjut dia, pihaknya mendorong Kemenag dan Bareskrim merealisasikan crisis center.Lebih lanjut dirinya menuturkan, nantinya crisis center bisa berupa posko pengaduan ataupun berbentuk layanan call center.

“Ada baiknya didorong Kemenag dan Bareskrim untuk merealisasikan crisis center, bisa bentuknya bisa jadi ada posko, bisa jadi call center, tapi kita melihat perlu dibentuk,” jelas dia.

Sekadar menambahkan, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat sudah ada lebih dari 22.000 pengaduan calon jamaah umrah. Mayoritas pengaduan disampaikan oleh jamaah dari PT First Anugerah Karya atau First Travel.

“Hingga detik ini, YLKI menerima lebih dari 22.000 pengaduan, 18.000 pengaduan itu dari calon jamaah First Travel,” ungkap Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi.

Tulus mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi terhadap penegakan hukum pidana yang telah menangkap pasangan suami istri, yaitu Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan selaku Direktur Utama dan Direktur First Travel.

Namun sangat disayangkan, tindakan tersebut lambat dilakukan, mengingat sudah begitu banyak korban yang berjatuhan akibat penghimpunan dana umrah yang tidak berizin ini.
(kmj)

(dni)

Sumber: okezone.com

Rhd – rifanfinancindo
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.