• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT Rifan – Massa Mahasiswa dan Petani Mulai Kepung Gedung DPR/MPR

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Aksi unjuk rasa akan kembali dilakukan ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di depan gedung DPR/MPR/DPD, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa ini (24/9/2019).

Aksi dilakukan berbarengan dengan pelaksanaan Rapat Paripurna DPR yang digelar di ruang sidang DPR.

Pada pagi ini, di depan gedung DPR/MPR/DPD, massa berbendera Serikat Petani Indonesia (SPI) dan Himpunan Mahasiswa Asli Sukabumi sudah tampak. Mereka membawa bendera dan poster.

Pantuan detik.com, massa petani dan mahasiswa tiba pada pukul 08.20 WIB dengan menggunakan dua bus.

“Ini dari campuran mahasiswa asal Sukabumi. Berangkat dari Sukabumi pukul 04.00 WIB,” ujar salah seorang mahasiswa, Irfan, seperti dilansir detik.com.

Para petani dan mahasiswa membawa poster dan bendera SPI yang diikatkan pada bambu. Poster bertuliskan antara lain “Hentikan Pengesahan RUU Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan” dan “Agroekologi Solusi Atasi Perubahan Iklim”.

“DPR tidak paham bagaimana petani saat ini. Sudah sepantasnya tani dan anak muda Indonesia menolak Undang-Undang Pertanahan. Sudah sepantasnya tidak takut digusur,” ujar orator di atas mobil komando.


Berdasarkan undangan, ada enam RUU yang akan dibahas pada pembicaraan tingkat II atau pengambilan keputusan, yaitu RUU Pemasyarakatan (PAS), RUU perubahan UU Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (PPP), RUU APBN 2020, RUU Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, RUU Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan dan RUU Pesantren.

Sekretaris DPR Indra Iskandar mengatakan, RUU yang dibawa ke rapat paripurna merupakan RUU yang sudah dibahas dan disepakati bersama antara DPR dan pemerintah. Namun, bisa saja nantinya RUU tersebut ditunda pengesahannya berdasar kesepakatan di rapat paripurna.

“Tetap lanjut nanti kalau ada pandangan-pandangan pemerintah yang kurang pas ya Menkum HAM yang menyampaikan. Karena kan itu semua undang-undang kalau sudah sampai tingkat dua itu kan antara pemerintah dan DPR sudah sepakat sudah ketuk palu kedua belah pihak,” ujarnya dilansir detik.com

Personel gabungan
Sebagai persiapan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan sebanyak 18.000 personel gabungan akan diterjunkan mengamankan aksi unjuk rasa. Mereka berasal dari berbagai unsur mulai dari TNI-POLRI hingga Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Jumlah personel gabungan itu lebih besar ketimbang sehari sebelumnya, yaitu 10.000 personel. Mereka bertugas di dua tempat, yaitu depan gedung DPR/MPR/DPD dan gedung KPK.

PT Rifan – Mau Jadi ‘Debt Collector’ BPJS Kesehatan? Intip Gajinya Nih

PT Rifan –Jakarta, CNBC Indonesia – BPJS Kesehatan bakal terus melakukan sosialisasi bahkan penagihan langsung kepada 15 juta peserta yang saat ini masih menunggak pembayaran premi.

Penagihan langsung ini ternyata dilakukan oleh para relawan.

“Penagihan langsung ini kami kan ada relawan kader JKN. Jadi kami itu menggunakan tele-collecting, menelpon ke peserta yang menunggak, kemudian ada juga dengan SMS dan menerjunkan kader JKN,” kata Kepala Humas BPJS Kesehatan Muhammad Iqbal Anas Ma’ruf kepada CNBC Indonesia, Senin (23/9/2019).

Perekrutan relawan BPJS Kesehatan ini menurut Iqbal langsung dilakukan di kantor cabang dan dibuka kepada siapapun yang rela menjadi kader JKN dengan beberapa kriteria. Misalnya, sambung Iqbal seperti memiliki kendaraan, SIM, dan juga figur atau sosok di suatu daerah yang telah dikenal.

Sampai Juni 2019 lalu, jumlah kader JKN atau relawan ini mencapai 3.288 orang.

Lebih jauh berikut fungsi para kader JKN:

  • Pengingat dan Pengumpul Iuran
  • Sosialisasi dan Edukasi mengenai program JKN-KIS
  • Pendaftaran peserta JKN-KIS
  • Pemberian informasi dan menerima keluhan

Sementara, relawan ini dilengkapi dengan beberapa atribut. Ini dia :

Mau Jadi 'Debt Collector' BPJS Kesehatan, Gajinya Joss Nih!Foto: BPJS Kesehatan

Walaupun melakukan penagihan bak ‘debt collector’, Iqbal menjelaskan relawan ini tidak diperkenankan meminta uang langsung secara cash. Namun peserta akan diarahkan ke tempat pembayaran resmi.

“Skema penagihannya juga tidak langsung dibayarkan kepada relawan tapi bisa ke loket BPJS atau diminta ke rekanan BPJS Kesehatan seperti mini market yang ditunjuk dan ATM,” kata Iqbal.

PT Rifan – Danai Ratusan Juta, Ini ‘Bohir’ Demo Mahasiswa ke DPR

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia– Ribuan mahasiswa turun ke jalan pada 23 dan 24 September 2019, mereka membawa sejumlah tuntutan untuk pemerintah di antaranya adalah penolakan untuk disahkannya RKUHP. Lantas, siapa yang membiayai aksi demo tersebut?

Banyak yang bertanya-tanya, adakah bohir yang menggerakkan aksi tersebut, jawabannya ada yakni musisi Ananda Badudu yang dulu dikenal sebagai personel “Banda Neira”.

Ananda Badudu sampai hari ini masih aktif mencuit soal apa saja kebutuhan para mahasiswa di lapangan untuk aksi mereka. Tapi uang yang digunakan bukan uang pribadinya, melainkan hasil donasi yang ia kumpulkan lewat platform kitabisa.com.

Tercatat sampai pagi ini jumlah donasi sudah mencapai Rp 100 juta lebih, dan masih berlanjut. Galangan dana ini sendiri dibuka sejak Minggu sore lalu. “Gak nyangka sih bisa kekumpul sebanyak ini, luar biasa juga. Ini belum ditutup karena antisipasi kebutuhan hari ini akan lebih besar,” kata Ananda saat dihubungi, Selasa (24/9/2019).

Menurutnya, jumlah donasi tersebut berasal dari 1000 lebih donatur. “Artinya ini yang menyumbang mungkin jumlahnya kecil-kecil jika dirata-rata, sekitar Rp 70 ribuan seorang, tapi banyak. Benar-benar ini bergerak dari aspirasi rakyat sendiri,” jelasnya.
Untuk penggalangan dana ini, Ananda juga menggandeng musisi lainnya sebagai fundraiser seperti Efek Rumah Kaca. Setiap penggunaan dana, langsung ia laporkan di akun sosial medianya sebagai transparansi publik. “Nanti di akhir juga akan dirinci pertanggungjawabannya.”

Ananda juga bercerita alasannya membuat galangan donasi ini, ia meyakinkan tidak ada dorongan apa-apa selain rasa simpatik untuk perjuangan para mahasiswa. Sebelumnya, ia juga menciptakan lagu yang berjudul “Pemakaman Harapan”, isinya mengkritik sejumlah kebijakan yang dilakukan pemerintah beberapa pekan ini.

PT Rifan – Bakal Masuk ke Startup, BRI Ventures Siapkan Dana Rp 3,5 T

PT Rifan –Jakarta, CNBC Indonesia– BRI Ventures menyiapkan US$ 250 juta atau Rp 3,5 triliun (kurs Rp 14.000) untuk mengembangkan startup financial technology (fintech). Anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ini akan berperan sebagai investor untuk membangun fintech dalam pembentukan ekosistemnya.

Direktur Digital, Teknologi Informasi dan Operasi Bank BRI Indra Utoyo, mengatakam BRI juga membuka kesempatan bagi fintech agar bisa memanfaatkan platform digital milik BRI yakni BRIAPI (BRI Application Programming Interface).

“Sebagai bank dengan jaringan terbesar di Indonesia, kami ingin membuka peluang berkolaborasi dengan startup fintech. Kami sangat terbuka bagi startup fintech untuk memanfaatkan produk Open Banking BRI atau platform digital milik BRI yakni BRIAPI,” kata Indra, Senin (23/9/2019).

BRIAPI diharapkan bisa menjadi jembatan penghubung antara Bank BRI dan industri startup yang terus berkembang. Utamanya untuk meningkatkan brand awareness transformasi digital yang telah dilakukan Bank BRI kepada pelaku startup.

Bersamaan dengan Indonesia Fintech Summit Expo (IFSE) 2019, BRI menggelar kompetisi pengembangan layanan berbasis BRIAPI sebagai upaya melahirkan inovasi baru maupun solusi dari permasalahan yang ada di tengah masyarakat bernama BRI Hackathon Digital Challenges.

Indra menyataan ajang ini merupakan gelaran yang bertujuan menciptakan solusi dan inovasi-inovasi terbaru untuk membangun ekosistem digital di Indonesia.

“Kita ingin menantang para pengembang aplikasi agar melahirkan produk dan layanan baru bagi masyarakat menggunakan BRIAPI yang sudah kita sediakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan,” jelas Indra.

Nantinya BRIAPI juga menjadi cara bagi Bank BRI untuk membuka potensi kerja sama dengan sekitar 50 startup yang nantinya terpilih dalam event hackhaton tersebut.
Industri fintech kian tumbuh pesat di Indonesia. Mengacu data yang dirilis AFTECH pada tahun ini, dari 235 startup fintech berbagai sektor pada tahun 2018 lalu, sektor payment mencatatkan porsi terbesar mencapai 39%, dan kemudian diikuti oleh sektor lending atau pinjaman di angka 32%.

Dari jumlah tersebut, saat ini sudah terdapat berbagai fintech yang bekerja sama dengan Bank BRI diantaranya Gojek, Shopee, Tokopedia, Dana, Investree, dan lain-lain.

(dob/dob)

PT Rifan – Mantap! Wilton Tender Offer Saham Renuka Rp 250/Saham

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Induk usaha baru dari PT Renuka Coalindo Tbk. (SQMI), yakni Wilton Resources Holding Pte. Ltd. akan melakukan penawaran wajib (tender offer) atas 1,5% saham SQMI yang beredar di publik. Tender offer ini akan dilaksanakan di harga Rp 250/saham, sama dengan nilai akuisisi yang dilakukan perusahaan.

Berdasarkan prospektus yang dirilis perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pelaksanaan tender offer ini akan mulai dilakukan pada 24 September 2019 hingga 23 Oktober 2019. Perusahaan efek yang ditunjuk sebagai pelaksana adalah PT Valbury Sekuritas Indonesia.

Tanggal pembayaran akan jatuh pada 4 November 2019 dan para pemegang saham yang melaksanakan tender ini nantinya akan dikenakan biaya sebesar 0,35% dari nilai transaksi.

Perlu diketahui, Wilton telah menjadi pemegang saham pengendali Renuka, setelah perusahaan ini menyerap seluruh saham yang diterbitkan dalam Penawaran Umum Terbatas (PUT) I dengan total nilai transaksi senilai Rp 3,76 triliun. Jumlah saham yang diserap mencapai 15,06 miliar atau setara dengan kepemilikan 96,95%.

Setelah transaksi ini dilakukan Renuka praktis langsung akan berganti bisnis dari batu bara menjadi pertambangan emas. Wilton Resources Holding (WRH) adalah perusahaan terbatas yang didirikan pada 21 Oktober 2011 di Singapura.

Tujuan dari pengendalian ini adalah untuk memperluas kegiatan usaha WRH di Indonesia. Bisnis WRH beragam, tapi saat ini mereka fokus pada industri pertambangan emas di regional Asia.

Adapun pemegang saham utama WRH ialah Wijaya Lawrence 23,91% yang merupakan pendiri dari perusahaan ini. Sisa saham WRH dipegang oleh Ngiam Mia Je Patrick 14,94%, Seah Cheong Leng dan Ng Suk Kian 8,43%, Winstet Chong Thim Phem 8,06%, dan Law Hui Kun 7,77%.

Kabar rencana tersebut membuat harga saham SQMI melesat naik hingga 17% ke level harga Rp 246/unit. (hps/hps)

PT Rifan – IMB Mau Dihapus, Karena Jokowi Marah Terlalu Banyak Izin

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Agraria dan Tata Ruang & Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil menceritakan latar belakang rencana pemerintah mencabut Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dinilai menjadi salah satu faktor yang menghambat investasi khususnya sektor properti.

Menurut Sofyan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat kesal dengan banyaknya perizinan di Indonesia yang menyebabkan investasi jadi terhambat.

“Pak Presiden pernah mengatakan, ada izin Amdal (Analisa Dampak Lingkungan). Amdal itu apa? Untuk bla…bla…bla. Itu sepanjang kali Citarum semua orang (perusahaan) punya Amdal, tapi semua buang limbahnya ke sungai,” cerita Sofyan, saat Rapat Koordinasi Kadin Bidang Properti, di Jakarta, Rabu (18/09/2019).

Jadi, cerita Sofyan, pemerintah menilai salah satu hambatan masuknya investasi ke Indonesia adalah banyaknya izin yang harus dilengkapi. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) adalah salah satu izin dinilai membuat hambatan investasi bagi sektor properti.

Sofyan mengatakan perlu ada perubahan paradigma. Tidak diperlukan izin yang terlalu banyak kecuali untuk hal yang sangat terbatas.

“Tapi yang penting standar. Misalnya, mau bikin gedung silahkan bikin gedung, ini standarnya. Kalau tidak punya standar kita bongkar gedung ini. Ini tanggungjawab,” kata Sofyan.

Untuk itu pemerintah sedang membuat omnibus law dimana Presiden bisa membuat Kepres atau Perpres dengan mengeyampingkan aturan yang ada. “Semua hambatan akan di clear dan harus bisa jalan. Jangan sampai banyak peraturan yang menghambat investasi,” kata Sofyan.

“Dengan omnibus law kita akan kurangi izin. Karena sekarang termasuk izin itu ada hanya untuk melanggar. Ada IMB, izin bangunan dikasih 400 meter bapak bangun 800 ada yang peduli ga? Nanti kita akan ubah izin itu menjadi standar,” kata Sofyan.

Nanti, kata Sofyan, akan dikurangi izin tapi akan diperbanyak inspektur untuk mengawasi bangunan. Nanti pelaku industri diharapkan bisa lebih bertanggungjawab.

“Jadi bapak-bapak pengusaha, izin IMB itu barangkali tidak diperlukan lagi nanti. Izin-izin yang selama ini merepotkan tidak diperlukan lagi. Tinggal kita buat standar-standarnya saja,” tambah Sofyan.

“Tapi kalau ada yang melanggar standar akan ada sanksi yang keras dan merugikan. Bahkan bisa dipidana,” tegas Sofyan.

PT Rifan – Penjualan Mobil Anjlok, Prospekkah Kinerja Emiten Otomotif?

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Harga saham emiten otomotif cenderung bergerak variatif pada awal perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis ini (19/9/2019). Padahal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat hingga Agustus penjualan mobil turun double digit.

Pada pukul 09:53 WIB, harga saham emiten otomotif naungan Grup Astra kompak melemah. Tercatat, saham PT Asta International Tbk (ASII) terkoreksi 1,43% menjadi Rp 6.600/saham dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) melemah 0,38% ke level Rp 1.300/saham.

ASII dan AUTO juga tertimpa aksi jual oleh investor asing dengan nilai jual bersih masing-masing sebesar Rp 26,77 miliar dan Rp 5,21 miliar.

Berlawanan arah, harga saham PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) menguat 0,35% ke level Rp 1.425/saham dan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) naik 0,29% menjadi Rp 1.755/saham.

Selain itu investor asing juga membukukan aksi beli bersih atas SMSM dan IMAS masing-masing senilai Rp 4 miliar dan Rp 155 juta.

Untuk diketahui, hingga akhir Agustus Gaikindo mencatat penjualan domestik turun 13,5% menjadi 660.286 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 763.444 unit. Ini artinya terdapat selisih capaian penjualan sebanyak 103.158 unit.


Momok utama yang menyebabkan penurunan volume penjualan mobil yaitu rendahnya permintaan dan ketatnya persaingan antarpemain.

Penurunan permintaan mobil dipicu oleh tingginya bunga kredit kepemilikan mobil seiring dengan peningkatan suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, kendati dalam beberapa bulan terakhir suku bunga acuan dipangkas hingga level 5,5% pada 22 Agustus silam.

Sementara itu ketatnya persaingan ditandai dengan masuknya pemain baru dari China, seperti Wuling, yang menawarkan harga lebih rendah. Belum lagi perang harga antarpemain lama.

Lalu, bagaimana performa emiten otomotif sepanjang tahun ini?

PT Rifan – Nyali Besar! Investasi di BRPT Rp 100 Juta, Jadi Rp 216 Juta

PT Rifan – Emiten sumber daya terdiversifikasi, PT Barito Pacific Tbk (BRTP) menjadi emiten dengan saham yang paling cuan dari awal tahun hingga Kamis ini (19/9/2019) atau year to date. Kenaikan harga saham pada periode tersebut mencapai lebih dari 100%.

Artinya jika anda berinvestasi pada saham perusahaan milik keluarga Prajogo Pengestu ini, cuan aliasn untung yang didapat bisa dua kali lipat. Tentu ini ini menjadi keuntungan yang sangat besar pada saat pasar saham domestik sedang mengalami tekanan tahun ini.

Berdasarkan data perdangangan Bursa Efek Indonesia, harga saham BRPT tahun ini (year to date) melesat 116,53%. Ini dihitung dari kenaikan harga saham dari Rp 478/saham di akhir 2018 ke harga Rp 1.035/saham pada perdagangan kemarin.

Jika anda berinvestasi Rp 100 juta pada saham BRPT di awal tahun, maka jumlah saham yang anda miliki 2.092 lot atau 209.205 unit. Saham tersebut dibeli pada harga Rp 478/saham.

Nah, jika anda menjual saham tersebut kemarin, Rabu (19/09/2019) di harga Rp 1.035/saham dengan jumlah saham saham, maka nilai uang anda sudah bertambah menjadi Rp 216,53 juta. Hanya dalam kurung waktu kurang dari 9 bulan uang anda sudah bertambah Rp 116,53 juta.

Dari sisi kinerja, Barito Pacific membukukan penurunan laba bersih yang lebih dalam hingga 80,37% secara tahunan pada kuartal I-2019 dari laba US$ 29,59 juta menjadi hanya US$ 5,81 juta atau setara Rp 82,97 miliar.

Perseroan belum melaporkan kinerja semester I-2019.

Beberapa waktu lalu (3/5/2019), Moody’s memberikan Corporate Family Rating/CFR B1 untuk semua surat utang dan obligasi yang dinaungi oleh Barito Pacific, termasuk entitas anaknya. Peringkat B1 menandakan surat utang perusahaan memiliki risiko kredit (gagal bayar) yang tinggi.

Peringkat yang sama juga diberikan pada senior secured notes yang akan diluncurkan perusahaan, di mana sejumlah saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) akan menjadi penjamin surat utang tersebut.

Vice President Moody’s Brian Grieser menyampaikan bahwa CFR B1 diberikan pada surat utang Grup Barito karena ada dukungan dari dua entitas anaknya, yaitu Chandra Asri dengan kepemilikan 46,26% dan Star Energy Group Holdings Pte Ltd (Star Energy) dengan kepemilikan 66,7%.

Kedua anak perusahaan tersebut diharapkan dapat menyumbangkan laba yang cukup untuk membayarkan biaya bunga dan beban operasional Barito.

Moody’s memproyeksikan bahwa beban bunga Barito terutama akan disokong oleh dividen dari Chandra Asri dan tingkat likuiditas anak perusahaan tersebut. Hal ini dikarenakan, aliran dividen dari Start Energy masih terbilang kecil dalam 3 tahun ke depan.

Sementara tingkat likuiditas Barito terbantu dari dividen atas investasi yang dilakukan perusahaan dan arus kas yang masuk yang berasal dari penerbitan surat utang senilai US$ 200 juta atau setara Rp 2,84 miliar (Kurs Rp 14.200/US$).

Sedangkan struktur permodalan Barito akan dibiayai dari kontribusi kepemilikan tanah, potensi investasi dari investor, arus kas dari penerbitan surat utang, serta konversi waran yang dimiliki oleh Prajogo Pangestu.

(hps/tas)

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – TIM CORPCOMM RFB ADAKAN KEGIATAN INTERNAL TRAINING DAN MEDIA RELATION DI PALEMBANG

IMG 4748

Palembang – Setelah Yogyakarta, kini giliran RFB Palembang mendapat lawatan dari tim Corporate Communication. Selain untuk Media Visit ke kantor redaksi Palembang Ekspres, juga digelar acara Media Training yang dihadiri 26 jurnalis dari berbagai media, juga kegiatan pelatihan untuk tim Business Consultant dan Team Leader.

Tema pelatihan untuk jurnalis di Palembang sama dengan di kota sebelumnya yaitu, “Mengenal Seluk Beluk Transaksi Produk Berjangka Indeks”. Pemateri dibawakan oleh Pimpinan Cabang RFB Palembang, Eko Budhi Prasetyo.

IMG 4880

Ada yang menarik dalam kegiatan ini yaitu dukungan dari PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) selaku Self Regulatory Organization dengan memberikan apresiasi kepada dua peserta terbaik dengan total hadiah Rp 3 juta.

Alhasil, antusiasme rekan media yang ikut serta semakin menggelora. Banyak pertanyaan dari mereka seputar perhitungan keuntungan transaksi indeks Nikkei dan Hanseng serta berapa besar animo nasabah terhadap produk ini.

IMG 4793

Usai dilakukan media training, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan internal untuk kalangan Business Consultant Junior dan Senior serta para team leader. Materi yang dibawakan meliputi Mnejadi Duta Perusahaan dan Broker Andal, 9 Teknik Closing, dan Bagaimanan Membangun Tim yang Hebat.

Head of Corporate Communication RFB, Andri Darmawan menyampaikan beberapa hal terkait pelaksanaan internal training yaitu setiap individu yang bekerja di RFB maka mereka adalah duta perusahaan. Sehingga setiap tutur kata, sikap dan cara presentasi kepada nasabah harus mencerminkan sebagai profesional RFB. Selanjutnya, untuk para manajer, kunci penting dalam membangun tim adalah menjadi role model dan mendengarkan.

IMG 4912

“Kita baru bisa disebut pemimpin bila kita mampu membuat orang lain sukses bersama kita dan menciptakan pemimpin-pemimpin baru,” tandasnya.

Acara yang berlangsung selama kurang lebih dua jam dan dibagi dua sesi ini menuai antusiasme yang cukup menggembirakan. Salah satu peserta, Ani mengatakan bahwa kegiatan training seperti ini perlu dilakukan berulang-ulang agar membantu recharge motivasi dan ilmu bagi tim marketing.

Dokumentasi :

202bea71 5afc 4d49 a8c9 cbe2ea60e7b5

PT Rifan – Perkenalkan Pesaing Baru RI: Kamboja

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Setelah Vietnam perlahan tetapi pasti menjadi kekuatan baru di Asia Tenggara dan mulai menyalip Indonesia, kini muncul pesaing baru yang tidak kalah tangguh. Sama seperti Vietnam, negara ini berada di daerah Indochina. Siapa?

Kamboja. Ya, Kamboja. Negeri Seribu Pagoda kini menjadi favorit baru untuk menanamkan modal.

Bank Dunia mencatat penanaman modal asing (Foreign Direct Investment/FDI) di Kamboja adalah yang tertinggi di Asia Tenggara. Secara neto, proporsi FDI terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Kamboja adalah rata-rata 11,8% dalam lima tahun terakhir.

Bank Dunia

Sementara untuk pertumbuhan FDI sendiri, catatan Kamboja juga impresif yaitu rata-rata 58,8% pada periode 2014-2017. Alasannya banyak, mulai dari performa ekonomi yang kinclong, tenaga kerja murah hingga kestabilan .politik.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Kamboja membukukan rata-rata 7,15% selama 2014-2018. Meski tidak masuk jajaran ASEAN-6, tetapi performa Kamboja tidak bisa dipandang sebelah mata