• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT Rifan – Wow! Dikejar Pajak, Ada 565.360 Pemilik Saldo Bank Rp 1 M

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Pajak adalah kontrak politik antara negara dengan warga negara. Konstitusi mengamanatkan pajak sebagai pungutan wajib yang harus dibayarkan rakyat untuk modal pembangunan.

Meski sudah menjadi kewajiban konstitusional, bukan berarti seluruh Wajib Pajak sudah patuh. Rasio penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau tax ratio Indonesia masih relatif rendah.

Negara punya hak untuk memungut pajak, dan oleh karena itu memiliki kewenangan untuk mencari potensi pajak yang belum tergali. Kini, ruang untuk menghindari kewajiban pajak semakin sempit karena sudah ada berbagai aturan.

Di level internasional, Indonesia sudah berpartisipasi dalam Automatic Exchange of Information (AEoI). Program yang diinisiasi oleh Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) ini bertujuan untuk menekan penghindaran pajak antar negara.

Melalui AEoI, otoritas pajak di Indonesia bisa berkoordinasi dengan otoritas di negara lain dan mendapatkan data mengenai Wajib Pajak Indonesia di negara tersebut. Bahkan di luar negeri pun ruang dan kesempatan untuk menghindari pajak sudah sedemikian kecil.

Sementara di dalam negeri, pemerintah sudah memiliki UU No 9/2017 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) No 1/2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan Menjadi Undang-undang. Dengan beleid ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan diberikan akses untuk memeriksa data keuangan nasabah lembaga keuangan jika dirasa ada kejanggalan dalam pelaporan pajaknya.

Pasal 2 ayat (3) Perppu No 1/2017, DJP berhak mendapat informasi dari lembaga keuangan paling sedikit berupa:
1. Identitas pemegang rekening.
2. Nomor rekening.
3. Identitas lembaga jasa keuangan.
4. Saldo atau nilai rekening.
5. Penghasilan yang terkait dengan rekening.

Nasabah yang menolak proses verifikasi oleh lembaga keuangan dan DJP tidak diperbolehkan membuka rekening baru atau melakukan transaksi melalui rekeningnya, demikian ketentuan dalam pasal 2 ayat (4). Sementara di pasal 2 (7) menegaskan kerahasiaan perbankan tidak berlaku saat menjalankan peraturan ini.

Lembaga keuangan pun harus patuh, sanksi menanti jika tidak bersedia menjalankan UU No 9/2017. Pasal 7 ayat (1) Perppu No 1/2017 menegaskan, pimpinan dan/atau pegawai lembaga keuangan yang tidak menyampaikan laporan, tidak melaksanakan prosedur identifikasi, dan tidak memberikan informasi yang benar dipidana dengan pidana kurungan maksimal setahun atau denda paling banyak Rp 1 miliar. Sedangkan di pasal 7 (2) menyebutkan lembaga keuangan yang tidak patuh bisa dipidana dengan denda maksimal Rp 1 miliar.

Baca Juga :
Sumber: CNN Indonesia

PT Rifan – Alasan OJK Tak Ingin Masyarakat Datangi Kantor Cabang Bank

PT Rifan –Jakarta, CNBC Indonesia – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso berharap masyarakat tidak lagi datangi kantor cabang bank. Ia berharap transaksi perbankan yang dilakukan masyarakat dilakukan secara digital.

Keinginan OJK ini merupakan dorong agar bank melakukan digitalisasi layanan agar lebih efisien dan menekan biaya perbankan. Digitalisasi juga memberikan kemudahan, daya jangkau yang luas dan memberikan kenyamanan bagi nasabah untuk bertransaksi.

Baca Juga :
Sumber: CNN Indonesia

PT Rifan – Saat Kantor Cabang Bank Tak Lagi Digandrungi Masyarakat

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Kini jarang terlihat antrean mengular di kantor cabang bank. Ini karena nasabah yang bertransaksi di kantor cabang bank terus berkurang. Mereka pindah ke layanan kanal elektronik milik bank.

Kanal elektronik merupakan layanan bank melalui ATM, mobile banking, sms banking dan internet banking. Layanan ini lebih murah biayanya bagi bank dan pengguna semakin nyaman untuk bertransaksi melalui kanal ini.

Bahkan bank-bank kini lebih agresif untuk menambahkan ATM dan mengoptimalkan layanan mobile banking dan internet banking untuk menjangkau nasabah ketimbang jor-joran buka cabang.

Dampak digitalisasi layanan pun sudah terlihat dari terus berkurangnya kantor cabang bank dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data OJK pada 2015 Bank umum memiliki 32.949 kantor cabang. Pada 2016 jumlah ini berkurang sebanyak 219 kantor menjadi 32.730 kantor cabang.


Pada 2017 jumlah kantor cabang bank kembali berkurang 445 kantor menjadi 32.285 kantor. Pada 2018 jumlah kantor kembali berkurang sebanyak 667 cabang jadi 31.618 kantor. Pada Agustus 2019, jumlah kantor cabang bank tinggal 31.411 cabang atau berkurang 265 kantor.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mendorong perbankan untuk melakukan digitalisasi agar semakin efisien.

“Visi-misi ke depan OJK kita telah memiliki arah. Untuk meningkatkan stabilitas sektor keuangan, agar bank-bank lebih efisien dan akurat,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, beberapa waktu lalu.

“Mengarahkan sektor keuangan ini menjadi berbasis digital,” imbuh Wimboh.

Ia menginginkan nantinya masyarakat tak usah repot ke kantor cabang bank. Ini merupakan bentuk efisiensi.

“Sekarang semua services kalau bisa enggak usah datang ke bank. Digital saja,” terang Wimboh.

Baca Juga :
Sumber: CNN Indonesia

PT Rifan – Jelang Pengumuman Bunga Acuan BI, Saham Bank BUKU IV Melejit

PT Rifan –Jakarta, CNBC Indonesia – Saham-saham bank BUKU (bank umum kelompok usaha) IV atau bank dengan modal inti di atas Rp 30 triliun, mayoritas bergerak di zona hijau pada perdagangan Rabu ini (20/11/2019).

Jelang rilis hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan disampaikan Kamis besok, investor mulai mengakumulasi saham-saham bank besar.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, hingga sesi I berakhir, harga saham PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) tercatat naik 1,22% ke level Rp 1.245/saham. Lalu saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB) naik 0,52% ke level Rp 960/saham.
Lebih lanjut, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) merangkak naik 0,48% ke level Rp 4.210/saham. Demikian pula saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 0,33% ke level Rp 7.625/saham dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 0,32% ke level Rp 31.675/saham.
Hanya saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang harganya terkoreksi 0,35% ke level Rp 7.125/saham.

Pelaku pasar dalam negeri akan mengarahkan fokusnya kepada kebijakan yang akan dibuat Bank Indonesia (BI) yang akan bersidang dalam RDG pada 20-21 November.

Rencananya Gubernur BI dan sejawat akan mengumumkan kebijakan suku bunga BI 7 Day RR pada Kamis besok (21/11).

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan suku bunga acuan akan dipertahankan di 5%.

Refinitiv Reuters dalam polling juga memprediksi suku bunga akan tetap pada level 5%, deposit facility rate juga tetap di level 4,25%, dan lending facility rate tetap di 5,75%. (hps/tas)

Baca Juga :
Sumber: CNN Indonesia

PT Rifan – Ada Great Sale Belasan Saham LQ45, Pilih yang Menarik Yuk

PT Rifan –Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks saham yang berisi saham-saham paling liquid dan fundamental baik di Bursa Efek Indonesia, yakni indeks LQ45, sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan kemarin (20/11/2019) hanya mampu naik tipis 0,32%.

Dari 45 saham yang masuk daftar indeks ini, 24 mencatatkan penurunan harga. Tercatat ada dua saham yang anjlok hingga lebih dari 40%, yaitu PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Setelah harga turun signifikan apakah ini berarti saham-saham tersebut sudah tidak layak dikoleksi? Jawabannya adalah belum tentu. Bahkan ini mungkin saat yang tepat untuk memburu saham-saham tersebut, karena terdiskon cukup banyak.

Pasalnya, penurunan harga yang signifikan juga banyak disebabkan oleh sentimen negatif dari pasar domestik dan global, meskipun sejatinya kinerja keuangan terbilang cukup baik.

Salah satu metode yang umum digunakan analis dan investor untuk melihat apakah harga saham suatu emiten relatif murah atau mahal adalah dengan menggunakan price to earning ratio (PER) dan price to book value ratio (PBV).

PER dihitung dengan membagi harga saham saat ini dengan keuntungan tahunan per unit saham. Sedangkan PBV merupakan rasio yang membandingkan nilai pasar saham terhadap nilai buku per lembar saham.

Saham dikatakan relatif mahal (overvalued) ketika PER/PBV-nya lebih besar dibanding PER/PBV Industri. Sebaliknya emiten disebut relatif murah (undervalued) ketika nilai PER/PBV-nya lebih rendah dibanding PER/PBV industri. Perlu diingat, jika perusahaan mencatatkan kerugian, maka PER tidak dapat dihitung.

Kemudian, untuk saham keuangan PBV lebih cocok digunakan mengingat mayoritas aset-aset perbankan adalah dalam bentuk kas, surat berharga, dan tagihan.

Sudah Diskon Banyak, Saatnya Berburu Saham LQ45Foto: Dwi Ayuningtyas

Berdasarkan tabel di atas, saham golongan indeks LQ45 yang terdiskon cukup dalam tapi layak dikoleksi karena harga sahamnya undervalued di antaranya PTBA, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL).

Selain itu, saham yang sudah mencatatkan cuan cukup tinggi tapi harga sahamnya juga relatif murah dibandingkan peer di industrinya termasuk PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

Proyeksi Kinerja Emiten Baru Di Indeks LQ45

Lebih lanjut, sebaliknya, emiten yang harga sahamnya tergerus signifikan dan bahkan dengan level tersebut terbilang relatif mahal, yakni PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA).

Lalu, kenaikan harga yang cukup signifikan sepanjang tahun ini tampaknya membuat harga saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) menjadi overvalued.

TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/hps)

Baca Juga :
Sumber: CNN Indonesia

PT Rifan – Sempat Menghijau, IHSG Tak Kuat & Berakhir Merah di Sesi I

PT Rifan –Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan ketiga di pekan ini, Rabu (20/11/2019), di zona merah.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG melemah 0,26% ke level 6.136,25. Per akhir sesi satu, koreksi indeks saham acuan di Indonesia adalah sebesar 0,08% ke level 6.147,07.

Sejatinya, IHSG sempat merangsek ke zona hijau. Namun, per akhir sesi satu IHSG harus puas berada di teritori negatif.
Kinerja IHSG senada dengan seluruh bursa saham utama kawasan Asia yang sedang kompak melaju di zona merah. Hingga berita ini diturunkan, indeks Nikkei turun 0,68%, indeks Shanghai melemah 0,41%. indeks Hang Seng jatuh 0,57%, indeks Straits Times terkoreksi 0,21%, dan indeks Kospi berkurang 1,22%.

Memudarnya optimisme bahwa AS dan China akan segera meneken kesepakatan dagang tahap satu menjadi faktor yang memantik aksi jual di bursa saham Benua Kuning. Kini, prospek ditekennya kesepakatan dagang tahap satu yang begitu dinanti-nantikan oleh pelaku pasar menjadi berwarna abu-abu.

CNBC International melaporkan bahwa pejabat pemerintahan China kini pesimistis terkait prospek kesepakatan dagang tahap satu. Penyebabnya, China dibuat kesal dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa AS belum menyepakati penghapusan bea masuk tambahan yang sebelumnya dibebankan terhadap produk impor asal China. Padahal, pihak China menganggap bahwa mereka telah mencapai kesepakatan terkait dengan hal tersebut dengan AS.

Pemberitaan tersebut lantas membuat mood pelaku pasar menjadi kurang mengenakan. Untuk diketahui, sebelumnya ada perkembangan yang positif terkait negosiasi dagang AS-China.

Menurut kantor berita Xinhua, Wakil Perdana Menteri China Liu He menggelar perbincangan via sambungan telepon dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer pada akhir pekan kemarin terkait dengan kesepakatan dagang tahap satu, seperti dilansir dari CNBC International.

Xinhua melaporkan bahwa kedua belah pihak mengadakan diskusi yang konstruktif terkait dengan kekhawatiran di bidang perdagangan yang dimiliki masing-masing pihak. Kedua pihak disebut setuju untuk tetap berdialog secara intens. Xinhua juga melaporkan bahwa pembicaraan via sambungan telepon antar negosiator dagang tingkat tinggi dari AS dan China tersebut merupakan permintaan dari pihak AS.

Sejauh ini, bea masuk tambahan yang dikenakan oleh masing-masing negara terbukti sudah menghantam perekonomiannya masing-masing. Belum lama ini, pembacaan awal untuk angka pertumbuhan ekonomi AS periode kuartal III-2019 diumumkan di level 1,9% (QoQ annualized), jauh melambat dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu (kuartal III-2018) yang mencapai 3,4%.

Beralih ke China, belum lama ini Beijing mengumumkan bahwa perekonomiannya hanya tumbuh di level 6% secara tahunan pada kuartal III-2019, lebih rendah dari konsensus yang sebesar 6,1%, seperti dilansir dari Trading Economics. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2019 juga lebih rendah dibandingkan capaian pada kuartal II-2019 yang sebesar 6,2%.

Baca Juga :
Sumber: CNN Indonesia

PT Rifan – Kemarin Liar, Dolar Australia Kini Loyo Lagi terhadap Rupiah

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar dolar Australia melemah melawan rupiah pada perdagangan Rabu (20/11/19) setelah mengalami pergerakan liar pada Selasa kemarin.

Pada pukul 12:11 WIB, dolar Australia melemah 0,1% ke level Rp 9,602,92/AU$ di pasar spot, melansir data Refinitiv. Pelemahan dolar Australia di pasar spot juga berdampak pada kurs jual beli di dalam negeri. Berikut beberapa kurs jual beli yang diambil dari situs resmi beberapa bank pada pukul 11:40 WIB.

Bank Kurs Beli Kurs Jual
BNI 9.645,00 9.573,00
BCA 9.595,61 9.625,61
Mandiri 9.580,00 10380,00
BRI 9.640,00 9.688,11
BTN 9.452,00 9.657,00

 


Hubungan AS dan China dalam negosiasi kesepakatan dagang semakin panas di pekan ini menjadi kabar buruk bagi pasar finansial global. Merenggangnya AS-China mulai terlihat sejak CNBC International melaporkan Pemerintah China pesimistis dengan perundingan dagang setelah Presiden AS Donald Trump menolak menghapus bea masuk produk China.


Di sisi lain dari AS, laporan terbaru menyebutkan dalam sidang Kabinet Selasa waktu setempat, Trump mengatakan akan menaikkan bea masuk jika China tidak menandatangani kesepakatan dagang.

“Jika kita tidak membuat kesepakatan dengan China, saya akan menaikkan bea masuk, bahkan lebih tinggi lagi” kata Trump sebagaimana dilansir CNBC International.

Jika kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan dagang, Trump berencana akan menaikkan bea masuk lagi pada tanggal 15 Desember nanti.

Australia menjadi salah satu negara yang terkena dampak paling buruk dari perang dagang AS-China. Perang dagang kedua negara yang telah berlangsung selama 16 bulan membuat perekonomian AS, China, serta global melambat.

China merupakan mitra dagang utama Australia, pelambatan ekonomi yang dialami Negeri Tiongkok turut menyeret turun perekonomian Negeri Kanguru. Dampaknya bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia) menurunkan suku bunga tiga kali sepanjang tahun ini, masing-masing 25 basis poin (bps) hingga ke level terendah sepanjang sejarah 0,75%.

Bahkan di bulan November lalu, RBA mempertimbangkan lagi untuk memangkas suku bunga. Hal tersebut tertuang dalam notula rapat kebijakan moneter yang dirilis Selasa kemarin.

Melansir news.com.au rilis notula RBA hari ini menunjukkan para anggota dewan mengakui ada alasan kuat untuk memangkas suku bunga pada 5 November lalu. Namun pada akhirnya RBA tetap mempertahankan suku bunganya di level 0,75%.

Banyak faktor yang membuat RBA mempertimbangkan suku bunga kembali dipangkas, di antaranya penurunan penjualan ritel, belanja konsumen serta kenaikan upah yang lemah, dan inflasi serta produk domestik bruto (PDB) yang di bawah proyeksi.

Meski demikian, para anggota dewan sepakat untuk melihat dampak dari tiga kali pemangkasan suku bunga di tahun ini sebelum kembali mengambil keputusan apakah suku bunga akan kembali dipangkas atau dipertahankan.

Rilis tersebut membuat dolar Australia bergerak liar pada perdagangan Selasa, sempat melemah 0,38%, sebelum berbalik menguat 0,36%. Untuk diketahui, sepanjang tahun ini, atau secara year-to-date hingga Selasa kemarin, dolar Australia masih melemah lebih dari 5% melawan rupiah.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Baca Juga :
Sumber: CNN Indonesia

PT Rifan – Holding BUMN Pelabuhan, Pelindo II Ngarep Jadi Induk

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Manajemen PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Pelindo II optimistis perseroan yang memiliki brand Indonesia Port Corporation (IPC) ini akan menjadi Holding dari BUMN Pelabuhan yang tengah disusun oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Saya haqqul yakin Pelindo [II] jadi holding. Mungkin someday in the future, hanya [akan] ada 1 pelabuhan di Indonesia. Pelindo Incorporated dari Sabang sampe Merauke, tapi ada regional-regionalnya,” kata Dirut Pelindo II Elvyn G. Masassya, dalam acara rutin, Ngopi BUMN, di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Dalam holding ini akan mensinergikan seluruh BUMN pelabuhan Indonesia mengingat saat ini ada Pelindo I, II, III dan Pelindo IV.

Mengacu data CNBC Indonesia, Pelindo I saat ini setidaknya mengelola 16 cabang pelabuhan di empat provinsi, dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga Kepulauan Riau serta berkantor pusat di Belawan, Medan.


Pelindo II atau IPC mengoperasikan 12 pelabuhan yang terletak di 10 provinsi Indonesia dan berbasis di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pelindo III yang bermarkas di Surabaya, mengelola dan membawahi 43 pelabuhan umum di 7 wilayah provinsi Indonesia.

Sementara itu Pelindo IV di Makassar, bergerak di bidang kepelabuhanan yang beroperasi di 27 cabang dan memiliki 3 anak perusahaan dan afiliasi yang tersebar dari Kepulauan Sulawesi, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Holding Pelindo 1-4. Beda area tapi prinsip bisnis yang ditawarkan sama, jasa. Pengguna jasa ingin kualitas standar biaya charge yang relatif sama,” kata Elvyn.

Untuk bisa membuat ini, kata Elvyn, dalam hal konektivitas Sabang hingga Merauke, maka diperlukan holding BUMN di bawah Pelindo II.

“Saya punya view, maka Pelindo sebaiknya jadi holding. Supaya 1 sistem. Satu standar operasional. Misal di Priok [Tanjung Priok] angkat box 30, Medan pun juga 30, Makassar juga. Solusi paling cepat untuk itu adalah holding.”

“Dengan holding ada kekuatan keuangan karena satu legal entity di atas. Kemudian di bawahnya operating-operating. Ke depan saya lagi diskusikan mendalam dengan Pak Menteri BUMN, Pak Wamen konsep holding paling pas saat ini dengan perkembangan yang ada.”

Di sisi lain, Pelindo juga saat ini membiayai operasional dengan pendanaan di pasar modal. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, Pelindo I punya tiga seri obligasi jatuh tempo hingga tahun 2026 dengan nilai mencapai Rp 950 miliar, sementara Pelindo 4 tiga seri dengan jatuh tempo 2028, dengan nilai mencapai Rp 3 triliun.

Pelindo II juga menerbitkan obligasi tapi global bond pada 23 April 2015 yakni mencapai Rp 20,8 triliun.

Baca Juga :
Sumber: CNN Indonesia

PT Rifan – Restrukturisasi Internal, Saham LPKR Dijual-Beli Rp 1,6 T

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten properti Grup Lippo, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melakukan restrukturisasi internal seiring dengan terjadinya perubahan pemegang saham perusahaan.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dan Selasa (18-19 November), terungkap pemegang saham pengendali Lippo Karawaci, PT Primantara Utama Sejahtera kini porsinya menjadi 10,4% atau setara dengan 7.371.500.000 saham.

Artinya ada pembelian sebanyak 5.190.271.423 saham dari sebelumnya Primantara hanya memiliki 2.181.228.577 saham LPKR. Harga pelaksanaan pembelian ini di level Rp 305/sahan atau senilai Rp 1,58 triliun. Harga ini di atas harga rerata pada perdagangan Rabu ini (20/11/2019) yakni di level Rp 254/saham.
“Tujuan transaksi adalah restrukturisasi internal,” kata Presiden Direktur Inti Anugerah Pratama Eddy Harsono Handoko dan Direktur Inti Anugerah, Sugianto, dalam keterbukaan informasi BEI.



Siapa penjualnya?

Mengacu keterbukaan informasi itu, pembelian saham Primantara berasal saham milik PT Inti Anugerah Pratama yang juga di bawah Grup Lippo.

Inti menjual 5.190.271.423 saham sehingga jumlah kepemilikan Inti setelah transaksi ini yakni tersisa sebesar 12.457.156.727 saham dari sebelumnya 17.647.428.150 saham. Transaksi ini dilakukan pada 15 November 2019.

Mengacu data laporan keuangan per September 2019, pemegang saham terbesar LPKR yakni Inti Anugerah 37% (8.395.755.911 saham), Primantara Utama 10% (2.181.228.577 saham), PT Metropolis Propertindo Utama 9%, PT Multipolar Tbk 5%, John Riady 0,00%, publik 39%.

Jumlah saham bereda LPKR yakni mencapai 23.077.689.619 saham.

(tas/hps)Entitas Induk Utama Perusahaan adalah PT Inti Anugerah Pratama.

Baca Juga :
Sumber: CNN Indonesia

PT Rifan – Pelan Tapi Pasti, Kurs Dolar Singapura Sudah Naik 6 Hari

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar dolar Singapura kembali menguat melawan rupiah pada perdagangan Rabu (20/11/19), dan berada di level terkuat dalam satu bulan terakhir. Jika sampai akhir perdagangan nanti berhasil mencatat penguatan, artinya dolar Singapura sukses mencatat penguatan enam hari berturut-turut.

Pada pukul 11:10 WIB dolar Singapura diperdagangkan di level Rp 10.351,03/SG$ di pasar spot, melansir data Refinitiv. Penguatan rupiah di pasar spot juga berdampak pada kurs jual beli di dalam negeri. Berikut beberapa kurs jual beli yang diambil dari situs resmi beberapa bank pada pukul 10:40 WIB.

Bank Kurs Beli Kurs Jual
BNI 10.323,00 10.382,00
BCA 10.342,66 10.363,05
Mandiri 10.320,00 10380,00
BRI 10.272,64 10.417,37
BTN 10.185,00 10.500,00

 


Penguatan Mata uang Negeri Merlion belakangan ini tipis-tipis, di bawah 0,1% hanya pada Rabu (13/11/19) yang berhasil mencatat penguatan 0,16%. Total dalam lima hari terakhir, dolar Singapura menguat 0,35%.

Meski terus menguat, namun sepanjang tahun ini atau secara year-to-date hingga Selasa kemarin, dolar Singapura masih melemah 1,87%.

Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dengan China yang terlihat semakin retak menjadi sentimen negatif baik bagi rupiah maupun dolar Singapura. Tetapi efeknya terlihat lebih besar ke rupiah, pelaku pasar masih wait and see jelang pengumuman suku bunga Bank Indonesia (BI) Kamis besok.

konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia menunjukkan BI diperkirakan akan menahan suku bunga acuan (7 Day Reverse Repo Rate) sebesar 5%.

Sejak Selasa lalu, perundingan dagang dua raksasa ekonomi dunia ini mengalami kemunduran setelah China dikabarkan pesimistis.

Mood di Beijing mengenai kesepakatan dagang saat ini pesimistis akibat keengganan Presiden Trump dalam menghapus bea masuk, dimana sebelumnya China percaya AS sudah sepakat akan penghapusan tersebut” kata sumber dari pemerintah China sebagaimana dikutip Eunice Yooh reporter CNBC International.

Sumber tersebut juga mengatakan China kini mengamati dengan seksama situasi politik di AS, termasuk sidang pemakzulan Presiden AS Donald Trump dan pemilihan presiden 2020. Para pejabat China dikatakan mulai mempertimbangkan apakah lebih rasional untuk menunggu hingga semua urusan politik tersebut selesai akibat kemungkinan Trump tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Di sisi lain dari AS, laporan terbaru menyebutkan . Dalam sidang Kabinet Selasa waktu setempat, Trump mengatakan akan menaikkan bea masuk jika China tidak menandatangani kesepakatan dagang.

“Jika kita tidak membuat kesepakatan dengan China, saya akan menaikkan bea masuk, bahkan lebih tinggi lagi” kata Trump sebagaimana dilansir CNBC International.

Sejauh ini, AS telah mengenakan bea masuk produk dari China senilai US$ 500 miliar, dan China membalas dengan menaikkan bea masuk terhadap produk made in USA senilai US$ 110 miliar.

Jika kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan dagang, Trump berencana akan menaikkan bea masuk lagi pada tanggal 15 Desember nanti.

TIM RISET CNBC INDONESIA  (pap/pap)

Baca Juga :
Sumber: CNN Indonesia