• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Harga BBM di Perbatasan Indonesia-Timor Leste Capai Rp20.000/Liter

RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA –¬† MALUKU BARAT DAYA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tahun lalu mencanangkan program bahan bakar minyak (BBM) satu harga. Program ini terinspirasi dari mahalnya harga BBM di daerah terpencil, salah satunya adalah desa-desa di Papua.

Hanya saja, program ini masih belum dapat sepenuhnya terealisasi. Harga BBM pada pulau terdepan di Indonesia pun masih jauh di atas harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Harga BBM di Pulau Liran, Kabupaten Maluku Barat Daya salah satunya. Daerah yang berbatasan langsung dengan Pulau Atauro, Timor Leste ini masih menjual BBM jenis premium lebih dari 300% di atas harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah yakni sebesar Rp6.450 per liter.

“Harga bensin Rp20.000 per liter,” ujar Charles saat di Kecamatan Wetar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya, Selasa (8/8/2017).

Charles juga menjabat sebagai kepala sekolah di SMK Perikanan dan Kelautan Ustutun, Kecamatan Wetar Barat, Maluku Barat Daya, Maluku. Masyarakat di daerah ini memang terpaksa membeli BBM dengan harga yang sangat mahal karena sulitnya akses memperoleh bahan bakar tersebut ke luar pulau.

Berdasarkan penelusuran Okezone, harga BBM di daerah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste ini memang dijual seharga Rp20.000 per liter. Lalan Mabala, salah seorang nelayan di Pulau Liran ketika ditemui di halaman rumahnya bercerita, BBM ini didatangkan dari luar pulau dengan harga jual Rp18.000 per liter.

“Jadi orang di sini hanya ambil Rp2.000 keuntungan (per liter),” ujarnya kepada awak media.

Ia menambahkan, proses untuk memperoleh BBM memang tidak mudah. Masyarakat pun harus menunggu kapal yang mengangkut BBM ini setiap satu minggu.

BBM ini didatangkan dari Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur. Masyarakat pun terpaksa mengeluarkan dana yang cukup besar untuk memperoleh BBM. Padahal, sebagian besar masyarakat di daerah ini tergolong pada ekonomi kelas menengah ke bawah dengan profesi utama sebagai nelayan.

“Bensin ada dari Ujung Pandang, dari Kupang. Mereka jual Rp18.000 per liter. Kita jual Rp20.000. Satu minggu sampai di sini,” ujar nelayan berusia 37 tahun ini.

Pemerintah pun masih memiliki tugas berat untuk membangun daerah perbatasan. Tak mudah memang, namun pembangunan secara bertahap perlu terus-menerus dilakukan.
(rzy)

 

 

 

Sumber: okezone.com

Rhd – rifanfinancindo
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.