• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Detektor Logam Masjidil Aqsa Dicopot, Israel-Palestina Masih Tak Saling Bicara

RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – JAKARTA –  Israel sudah memutuskan untuk mencopot detektor logam di kompleks Masjid Al Aqsa, Yerusalem. Akan tetapi, bagi Presiden Palestina Mahmoud Abbas, langkah tersebut belumlah cukup. Ia akan tetap membekukan hubungan dengan Israel hingga keadaan kembali normal.

“Kecuali semua pengamanan kembali seperti sebelum 14 Juli, tidak akan ada perubahan. Semua tindakan Israel di kompleks tersebut sejak saat itu hingga hari ini seharusnya dihentikan,” ucap pria berusia 82 tahun itu, sebagaimana dilansir dari Times of Israel, Rabu (26/7/2017).

“Dengan begitu keadaan akan kembali normal di Yerusalem dan kita akan melanjutkan pekerjaan kita setelah itu dalam kaitannya dengan hubungan bilateral antara kita dengan mereka,” tukas Mahmoud Abbas.

Sebagaimana diberitakan, Israel memasang detektor logam di kompleks Masjidil Aqsa setelah dua orang polisi tewas ditembak oleh tiga orang tidak dikenal. Tel Aviv berdalih langkah tersebut merupakan pencegahan agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.

Detektor logam tersebut menjadi sumber ketegangan di Masjid Al Aqsa selama satu pekan terakhir. Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, memutus semua komunikasi dengan Israel pada 21 Juli. Ia menuding alasan Israel tersebut dibuat-buat guna memperketat kontrol atas Haram al Sharif.

Mahmoud Abbas juga menyerukan semua pihak di Palestina, termasuk partai garis keras Hamas, untuk bersatu dan menarik perhatian dunia internasional kepada isu Masjid Al Aqsa. Dia juga mendesak PBB untuk segera mendorong pemberian perlindungan internasional kepada rakyat Palestina.
(war)

Ini Alasan Mengapa Indonesia Harus Bantu Palestina

Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah meminta Pemerintah Indonesia bertindak tegas atas konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel sepekan terakhir. Pasalnya, Indonesia diketahui memiliki ikatan sejarah panjang dengan negara Palestina.

Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman, menyebut ada beberapa alasan yang membuat Indonesia harus membantu Palestina. Salah satu yang paling jelas, kata Pedri, lantaran Indonesia merupakan negara dengan Muslim terbesar di dunia.

“Pertama, Indonesia negara Muslim terbesar di dunia. Sangat wajar kalau kemudian kita melakukan tindakan konkret terhadap Palestina. Yang kedua, Palestina itu memiliki jasa besar terhadap kemerdekaan Indonesia,” sebut Pedri dalam Diskusi Redbons ‘Masjidil Aqsa & Umat Islam Indonesia’ di Kantor Redaksi Okezone, belum lama ini.

Dalam catatan sejarah, kata Pedri, Palestina merupakan negara Islam pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia saat masih dijajah tentara Jepang. Dukungan Palestina saat itu diwakili oleh seorang mufti besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia.

“Kemudian (Palestina) mendorong negara Timur Tengah lainnya (untuk) mendukung Indonesia. Sehingga tidak hanya bentuk imbauan, tapi menggalang kekuatan yang konkret, apakah secara ekonomi ataupun politik yang besar berefek para Israel. Sehingga mereka mau melakukan negosiasi yang menguntungkan kedua belah pihak,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan, penghalangan beribadah di Masjid Al Aqsa oleh aparat keamanan Israel, jelas telah melampau batas kewajaran. “Bahkan Indonesia tegas mengatakan bahwa segala bentuk penjajahan harus dihapuskan di muka bumi. Itu petikan Undang-Undang Dasar kita,” tegas Pedri.

Sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Armanatha Nasir, mengaku Menlu Retno LP Marsudi telah melakukan sejumlah komunikasi intensif termasuk dengan sejumlah negara seperti Turki, Palestina, dan Yordania hingga Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.

Pada Selasa 25 Juli 2017, Menteri Retno juga sempat mengundang 32 negara Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Jakarta untuk membahas kisruh yang terjadi antara Palestina dan Israel. Meski begitu, hanya tujuh duta besar yang menghadiri pertemuan tersebut.

“Presiden telah memberikan komentar, mengutuk hal itu (pembatasan beribadah) dan meminta PBB membuat aksi tegas,” pungkas Armanatha Nasir dalam kesempatan yang sama.

(kha)

Sumber: news.okezone.com

Rhd – rifanfinancindo
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.