• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT Rifan – Restrukturisasi Internal, Saham LPKR Dijual-Beli Rp 1,6 T

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten properti Grup Lippo, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melakukan restrukturisasi internal seiring dengan terjadinya perubahan pemegang saham perusahaan.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dan Selasa (18-19 November), terungkap pemegang saham pengendali Lippo Karawaci, PT Primantara Utama Sejahtera kini porsinya menjadi 10,4% atau setara dengan 7.371.500.000 saham.

Artinya ada pembelian sebanyak 5.190.271.423 saham dari sebelumnya Primantara hanya memiliki 2.181.228.577 saham LPKR. Harga pelaksanaan pembelian ini di level Rp 305/sahan atau senilai Rp 1,58 triliun. Harga ini di atas harga rerata pada perdagangan Rabu ini (20/11/2019) yakni di level Rp 254/saham.
“Tujuan transaksi adalah restrukturisasi internal,” kata Presiden Direktur Inti Anugerah Pratama Eddy Harsono Handoko dan Direktur Inti Anugerah, Sugianto, dalam keterbukaan informasi BEI.



Siapa penjualnya?

Mengacu keterbukaan informasi itu, pembelian saham Primantara berasal saham milik PT Inti Anugerah Pratama yang juga di bawah Grup Lippo.

Inti menjual 5.190.271.423 saham sehingga jumlah kepemilikan Inti setelah transaksi ini yakni tersisa sebesar 12.457.156.727 saham dari sebelumnya 17.647.428.150 saham. Transaksi ini dilakukan pada 15 November 2019.

Mengacu data laporan keuangan per September 2019, pemegang saham terbesar LPKR yakni Inti Anugerah 37% (8.395.755.911 saham), Primantara Utama 10% (2.181.228.577 saham), PT Metropolis Propertindo Utama 9%, PT Multipolar Tbk 5%, John Riady 0,00%, publik 39%.

Jumlah saham bereda LPKR yakni mencapai 23.077.689.619 saham.

(tas/hps)Entitas Induk Utama Perusahaan adalah PT Inti Anugerah Pratama.

Baca Juga :
Sumber: CNN Indonesia