• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT Rifan – Pelan Tapi Pasti, Kurs Dolar Singapura Sudah Naik 6 Hari

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar dolar Singapura kembali menguat melawan rupiah pada perdagangan Rabu (20/11/19), dan berada di level terkuat dalam satu bulan terakhir. Jika sampai akhir perdagangan nanti berhasil mencatat penguatan, artinya dolar Singapura sukses mencatat penguatan enam hari berturut-turut.

Pada pukul 11:10 WIB dolar Singapura diperdagangkan di level Rp 10.351,03/SG$ di pasar spot, melansir data Refinitiv. Penguatan rupiah di pasar spot juga berdampak pada kurs jual beli di dalam negeri. Berikut beberapa kurs jual beli yang diambil dari situs resmi beberapa bank pada pukul 10:40 WIB.

Bank Kurs Beli Kurs Jual
BNI 10.323,00 10.382,00
BCA 10.342,66 10.363,05
Mandiri 10.320,00 10380,00
BRI 10.272,64 10.417,37
BTN 10.185,00 10.500,00

 


Penguatan Mata uang Negeri Merlion belakangan ini tipis-tipis, di bawah 0,1% hanya pada Rabu (13/11/19) yang berhasil mencatat penguatan 0,16%. Total dalam lima hari terakhir, dolar Singapura menguat 0,35%.

Meski terus menguat, namun sepanjang tahun ini atau secara year-to-date hingga Selasa kemarin, dolar Singapura masih melemah 1,87%.

Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dengan China yang terlihat semakin retak menjadi sentimen negatif baik bagi rupiah maupun dolar Singapura. Tetapi efeknya terlihat lebih besar ke rupiah, pelaku pasar masih wait and see jelang pengumuman suku bunga Bank Indonesia (BI) Kamis besok.

konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia menunjukkan BI diperkirakan akan menahan suku bunga acuan (7 Day Reverse Repo Rate) sebesar 5%.

Sejak Selasa lalu, perundingan dagang dua raksasa ekonomi dunia ini mengalami kemunduran setelah China dikabarkan pesimistis.

Mood di Beijing mengenai kesepakatan dagang saat ini pesimistis akibat keengganan Presiden Trump dalam menghapus bea masuk, dimana sebelumnya China percaya AS sudah sepakat akan penghapusan tersebut” kata sumber dari pemerintah China sebagaimana dikutip Eunice Yooh reporter CNBC International.

Sumber tersebut juga mengatakan China kini mengamati dengan seksama situasi politik di AS, termasuk sidang pemakzulan Presiden AS Donald Trump dan pemilihan presiden 2020. Para pejabat China dikatakan mulai mempertimbangkan apakah lebih rasional untuk menunggu hingga semua urusan politik tersebut selesai akibat kemungkinan Trump tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Di sisi lain dari AS, laporan terbaru menyebutkan . Dalam sidang Kabinet Selasa waktu setempat, Trump mengatakan akan menaikkan bea masuk jika China tidak menandatangani kesepakatan dagang.

“Jika kita tidak membuat kesepakatan dengan China, saya akan menaikkan bea masuk, bahkan lebih tinggi lagi” kata Trump sebagaimana dilansir CNBC International.

Sejauh ini, AS telah mengenakan bea masuk produk dari China senilai US$ 500 miliar, dan China membalas dengan menaikkan bea masuk terhadap produk made in USA senilai US$ 110 miliar.

Jika kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan dagang, Trump berencana akan menaikkan bea masuk lagi pada tanggal 15 Desember nanti.

TIM RISET CNBC INDONESIA  (pap/pap)

Baca Juga :
Sumber: CNN Indonesia