• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – RFB AJAK MEDIA PAHAMI PELUANG DAN RISIKO INVESTASI PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

b91771c2 bd6e 4e14 9dd1 ec7650962b74

Bandung – PT Rifan Financindo Berjangka (“RFB”) cabang Bandung memberikan edukasi Perdagangan Berjangka Komoditi  (PBK) dan Produk Derivatif Indeks kepada rekan-rekan media di Bandung pada Kamis,12 September 2019.

Kegiatan ini merupakan rangkaian program edukasi RFB untuk lebih mendekatkan produk investasi berjangka kepada masyarakat agar mengenal peluang dan risikonya.

Hadir sebagai narasumber di acara ini yaitu Stephanus Paulus Lumintang – Direktur Utama PT. Bursa Berjangka Jakarta, Fajar Wibhiyadi – Direktur Utama PT. Kliring Berjangka Indonesia (Persero) dan Anthony Martanu – Pimpinan Cabang RFB Bandung.

Dalam paparannya, Direktur Utama PT. Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus Paulus Lumintang memulai penjelasan dari sejarah awal industri berjangka komoditi yang dimulai dari perdagangan beras di Dojima, Jepang pada tahun 1710. Lalu berkembang sistem forward di Amerika Serikat sampai terbentuk Chicago Board of Trade (CBOT) dan bertumbuh bursa- bursa berjangka komoditi lainnya di berbagai negara.

Selanjutnya, kehadiran Bursa Berjangka Jakarta di Indonesia yang dimulai pada tahun 1999, memiliki misi dan fungsi utama sebagai lindung nilai terhadap komoditi di Indonesia dari perubahan kurs.

f3693116 830b 4be4 8855 1967b5e9a7f7

“Indonesia kaya dengan sumber alam di sektor perkebunan, migas dan pertambangn. BBJ ingin menjadi sarana bagi setiap pelaku komoditi di Indilonesia dengan menjalankan fungsi sebagai sarana price discovery, sarana hedging, dan sarana investasi,” terang Paulus.

Pemateri berikutnya, Direktur Utama PT.Kliring Berjangka Indonesia, Fajar Wibhiyadi mengungkapkan fungsi KBI dalam melakukan proses kliring pada setiap transaksi perusahaan pialang berjangka yang menjadi anggotanya.

“Peran KBI di industri perdagangan berjangka komoditi ada tiga, pertama pengelolaan risiko, penjamin transaksi dan perhitungan IRCA,” terangnya.

Lebih jauh, Ia menjelaskan bahwa salah satu cara mengenali pialang berjangka legal yang menjadi anggota bursa berjangka dan KBI adalah dengan melihat apakah nasabah mereka menggunakan Sistem Informasi Transaksi Nasabah (SITNA) atau tidak. Karena setiap transaksi dari anggota KBI dan BBJ akan terdaftar dan tercatat di sistem tersebut.

Artinya, setiap nasabah dapat melihat laporan transaksi mereka kapan pun dan dimanapun secara transparan melalui sistem SITNA.

Kemudian masuk kepada pembahasan produk derivatif Indeks, Pimpinan Cabang RFB Bandung, Anthony Martanu menjelaskan bahwa kontrak produk derivatif di industri berjangka komoditi terbagi dua yaitu multilateral, seperti kontrak berjangka olein, kopi, kakao, timah dan bilateral yang terbagi tiga juga antara lain, kontrak berjangka locogold, forex dan index.

93377b29 2727 4e48 8685 c1ca69e042bc

Berbicara indeks, untuk saat ini ada indeks Hanseng dan Indeks Nikkei. Pergerakan produk derivatif ini termasuk high risk, high return. Semua posisi harus diperhitungkan dengan cermat dengan memperhitungkan analisis fundamental dan teknikal.

“Meski indeks memiliki peluang keuntungan yang cukup baik, namun harus diakui saat ini kontrak berjangma emas merupakan primadona seiring kenaikkan tren harga emas yang positif dalam beberapa waktu terakhir,” ujarnya

-Selesai-

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – TIM CORPCOMM RFB ADAKAN KEGIATAN INTERNAL TRAINING DAN MEDIA RELATION DI PALEMBANG

IMG 4748

Palembang – Setelah Yogyakarta, kini giliran RFB Palembang mendapat lawatan dari tim Corporate Communication. Selain untuk Media Visit ke kantor redaksi Palembang Ekspres, juga digelar acara Media Training yang dihadiri 26 jurnalis dari berbagai media, juga kegiatan pelatihan untuk tim Business Consultant dan Team Leader.

Tema pelatihan untuk jurnalis di Palembang sama dengan di kota sebelumnya yaitu, “Mengenal Seluk Beluk Transaksi Produk Berjangka Indeks”. Pemateri dibawakan oleh Pimpinan Cabang RFB Palembang, Eko Budhi Prasetyo.

IMG 4880

Ada yang menarik dalam kegiatan ini yaitu dukungan dari PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) selaku Self Regulatory Organization dengan memberikan apresiasi kepada dua peserta terbaik dengan total hadiah Rp 3 juta.

Alhasil, antusiasme rekan media yang ikut serta semakin menggelora. Banyak pertanyaan dari mereka seputar perhitungan keuntungan transaksi indeks Nikkei dan Hanseng serta berapa besar animo nasabah terhadap produk ini.

IMG 4793

Usai dilakukan media training, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan internal untuk kalangan Business Consultant Junior dan Senior serta para team leader. Materi yang dibawakan meliputi Mnejadi Duta Perusahaan dan Broker Andal, 9 Teknik Closing, dan Bagaimanan Membangun Tim yang Hebat.

Head of Corporate Communication RFB, Andri Darmawan menyampaikan beberapa hal terkait pelaksanaan internal training yaitu setiap individu yang bekerja di RFB maka mereka adalah duta perusahaan. Sehingga setiap tutur kata, sikap dan cara presentasi kepada nasabah harus mencerminkan sebagai profesional RFB. Selanjutnya, untuk para manajer, kunci penting dalam membangun tim adalah menjadi role model dan mendengarkan.

IMG 4912

“Kita baru bisa disebut pemimpin bila kita mampu membuat orang lain sukses bersama kita dan menciptakan pemimpin-pemimpin baru,” tandasnya.

Acara yang berlangsung selama kurang lebih dua jam dan dibagi dua sesi ini menuai antusiasme yang cukup menggembirakan. Salah satu peserta, Ani mengatakan bahwa kegiatan training seperti ini perlu dilakukan berulang-ulang agar membantu recharge motivasi dan ilmu bagi tim marketing.

Dokumentasi :

202bea71 5afc 4d49 a8c9 cbe2ea60e7b5

PT Rifan – Semua Direksi Perindo Kena OTT KPK, Ini Kata Kementerian BUMN

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 9 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan hari ini. Tiga dari sembilan orang yang ditangkap adalah direksi BUMN, yaitu Perum Perindo yang bergerak di bidang perikanan.

Jumlah direksi Perum Perindo sendiri hanya tiga, yaitu Direktur Utama Risyanto Suanda, Direktur Keuangan Arief Goentoro, dan Direktur Operasional Farida Mokodompit.

Menanggapi hal tersebut Deputi Bidang Agro Industri dan Farmasi Wahyu Kuncoro mengungkapkan, Kementerian BUMN menghormati proses hukum yang sedang dihadapi Perum Perindo sebagaimana yang disampaikan oleh KPK .

Dalam pelaksanaannya, sambung Wahyu Kementerian BUMN meminta agar semua kegiatan terus berpedoman pada tata kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dan terus mendukung upaya-upaya pemberian informasi yang benar sebagai wujud organisasi yang menghormati hukum.

“Selanjutnya, Kementerian BUMN meminta manajemen Perum Perindo untuk melaksanakan dan memastikan operasional perusahaan tetap berjalan dengan baik, terutama terus memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air,” katanya.

“Kementerian BUMN menghormati dan menjunjung asas praduga tidak bersalah, termasuk mengenai non aktif Direksi akan dikonsultasikan pada Biro Hukum Kementerian BUMN. Kementerian BUMN bersama Perum Perindo siap bekerjasama dengan KPK dalam menangani kasus ini.”

Dalam keterangannya, Senin (23/9/2019), Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, mengatakan kasus ini diduga terkait kuota impor ikan jenis tertentu. Berikut pernyataan lengkap Laode:

Kami konfirmasi, hari ini ada tim yang bertugas di Jakarta menindaklanjuti Informasi terkait dugaan akan terjadinya transaksi antara pihak swasta yang bergerak di bidang importir ikan dengan pihak Direksi BUMN di bidang perikanan.

KPK mengamankan total 9 orang di Jakarta dan Bogor pada siang dan malam ini. Tiga orang di antaranya adalah jajaran Direksi dan sisanya pegawai Perum Perindo, serta pihak swasta importir. Tim mengamankan barang bukti berupa uang sebesar US$ 30 ribu atau lebih dari Rp 400 juta. Diduga uang ini merupakan fee jatah kuota impor ikan jenis tertentu yang diberikan Perum Perindo pada pihak swasta. Salah satu jenis ikan yang teridentifikasi saat ini adalah ikan jenis frozen pacific mackerel atau ikan salem.

Kami sedang melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pihak-pihak yang diamankan tersebut di kantor KPK, Jakarta. Sesuai dengan hukum acara yang berlaku, KPK diberikan waktu paling lama 24 jam untuk menentukan status hukum perkara ini dan status hukum pihak-pihak yang diamankan.

KPK berupaya untuk tetap melaksanakan tugas pemberantasan korupsi di tengah berbagai upaya melemahkan dan memangkas kewenangan KPK.

 (dru)

PT Rifan – Massa Mahasiswa dan Petani Mulai Kepung Gedung DPR/MPR

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Aksi unjuk rasa akan kembali dilakukan ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di depan gedung DPR/MPR/DPD, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa ini (24/9/2019).

Aksi dilakukan berbarengan dengan pelaksanaan Rapat Paripurna DPR yang digelar di ruang sidang DPR.

Pada pagi ini, di depan gedung DPR/MPR/DPD, massa berbendera Serikat Petani Indonesia (SPI) dan Himpunan Mahasiswa Asli Sukabumi sudah tampak. Mereka membawa bendera dan poster.

Pantuan detik.com, massa petani dan mahasiswa tiba pada pukul 08.20 WIB dengan menggunakan dua bus.

“Ini dari campuran mahasiswa asal Sukabumi. Berangkat dari Sukabumi pukul 04.00 WIB,” ujar salah seorang mahasiswa, Irfan, seperti dilansir detik.com.

Para petani dan mahasiswa membawa poster dan bendera SPI yang diikatkan pada bambu. Poster bertuliskan antara lain “Hentikan Pengesahan RUU Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan” dan “Agroekologi Solusi Atasi Perubahan Iklim”.

“DPR tidak paham bagaimana petani saat ini. Sudah sepantasnya tani dan anak muda Indonesia menolak Undang-Undang Pertanahan. Sudah sepantasnya tidak takut digusur,” ujar orator di atas mobil komando.


Berdasarkan undangan, ada enam RUU yang akan dibahas pada pembicaraan tingkat II atau pengambilan keputusan, yaitu RUU Pemasyarakatan (PAS), RUU perubahan UU Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (PPP), RUU APBN 2020, RUU Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, RUU Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan dan RUU Pesantren.

Sekretaris DPR Indra Iskandar mengatakan, RUU yang dibawa ke rapat paripurna merupakan RUU yang sudah dibahas dan disepakati bersama antara DPR dan pemerintah. Namun, bisa saja nantinya RUU tersebut ditunda pengesahannya berdasar kesepakatan di rapat paripurna.

“Tetap lanjut nanti kalau ada pandangan-pandangan pemerintah yang kurang pas ya Menkum HAM yang menyampaikan. Karena kan itu semua undang-undang kalau sudah sampai tingkat dua itu kan antara pemerintah dan DPR sudah sepakat sudah ketuk palu kedua belah pihak,” ujarnya dilansir detik.com

Personel gabungan
Sebagai persiapan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan sebanyak 18.000 personel gabungan akan diterjunkan mengamankan aksi unjuk rasa. Mereka berasal dari berbagai unsur mulai dari TNI-POLRI hingga Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Jumlah personel gabungan itu lebih besar ketimbang sehari sebelumnya, yaitu 10.000 personel. Mereka bertugas di dua tempat, yaitu depan gedung DPR/MPR/DPD dan gedung KPK.

PT Rifan – Mau Jadi ‘Debt Collector’ BPJS Kesehatan? Intip Gajinya Nih

PT Rifan –Jakarta, CNBC Indonesia – BPJS Kesehatan bakal terus melakukan sosialisasi bahkan penagihan langsung kepada 15 juta peserta yang saat ini masih menunggak pembayaran premi.

Penagihan langsung ini ternyata dilakukan oleh para relawan.

“Penagihan langsung ini kami kan ada relawan kader JKN. Jadi kami itu menggunakan tele-collecting, menelpon ke peserta yang menunggak, kemudian ada juga dengan SMS dan menerjunkan kader JKN,” kata Kepala Humas BPJS Kesehatan Muhammad Iqbal Anas Ma’ruf kepada CNBC Indonesia, Senin (23/9/2019).

Perekrutan relawan BPJS Kesehatan ini menurut Iqbal langsung dilakukan di kantor cabang dan dibuka kepada siapapun yang rela menjadi kader JKN dengan beberapa kriteria. Misalnya, sambung Iqbal seperti memiliki kendaraan, SIM, dan juga figur atau sosok di suatu daerah yang telah dikenal.

Sampai Juni 2019 lalu, jumlah kader JKN atau relawan ini mencapai 3.288 orang.

Lebih jauh berikut fungsi para kader JKN:

  • Pengingat dan Pengumpul Iuran
  • Sosialisasi dan Edukasi mengenai program JKN-KIS
  • Pendaftaran peserta JKN-KIS
  • Pemberian informasi dan menerima keluhan

Sementara, relawan ini dilengkapi dengan beberapa atribut. Ini dia :

Mau Jadi 'Debt Collector' BPJS Kesehatan, Gajinya Joss Nih!Foto: BPJS Kesehatan

Walaupun melakukan penagihan bak ‘debt collector’, Iqbal menjelaskan relawan ini tidak diperkenankan meminta uang langsung secara cash. Namun peserta akan diarahkan ke tempat pembayaran resmi.

“Skema penagihannya juga tidak langsung dibayarkan kepada relawan tapi bisa ke loket BPJS atau diminta ke rekanan BPJS Kesehatan seperti mini market yang ditunjuk dan ATM,” kata Iqbal.

PT Rifan – Danai Ratusan Juta, Ini ‘Bohir’ Demo Mahasiswa ke DPR

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia– Ribuan mahasiswa turun ke jalan pada 23 dan 24 September 2019, mereka membawa sejumlah tuntutan untuk pemerintah di antaranya adalah penolakan untuk disahkannya RKUHP. Lantas, siapa yang membiayai aksi demo tersebut?

Banyak yang bertanya-tanya, adakah bohir yang menggerakkan aksi tersebut, jawabannya ada yakni musisi Ananda Badudu yang dulu dikenal sebagai personel “Banda Neira”.

Ananda Badudu sampai hari ini masih aktif mencuit soal apa saja kebutuhan para mahasiswa di lapangan untuk aksi mereka. Tapi uang yang digunakan bukan uang pribadinya, melainkan hasil donasi yang ia kumpulkan lewat platform kitabisa.com.

Tercatat sampai pagi ini jumlah donasi sudah mencapai Rp 100 juta lebih, dan masih berlanjut. Galangan dana ini sendiri dibuka sejak Minggu sore lalu. “Gak nyangka sih bisa kekumpul sebanyak ini, luar biasa juga. Ini belum ditutup karena antisipasi kebutuhan hari ini akan lebih besar,” kata Ananda saat dihubungi, Selasa (24/9/2019).

Menurutnya, jumlah donasi tersebut berasal dari 1000 lebih donatur. “Artinya ini yang menyumbang mungkin jumlahnya kecil-kecil jika dirata-rata, sekitar Rp 70 ribuan seorang, tapi banyak. Benar-benar ini bergerak dari aspirasi rakyat sendiri,” jelasnya.
Untuk penggalangan dana ini, Ananda juga menggandeng musisi lainnya sebagai fundraiser seperti Efek Rumah Kaca. Setiap penggunaan dana, langsung ia laporkan di akun sosial medianya sebagai transparansi publik. “Nanti di akhir juga akan dirinci pertanggungjawabannya.”

Ananda juga bercerita alasannya membuat galangan donasi ini, ia meyakinkan tidak ada dorongan apa-apa selain rasa simpatik untuk perjuangan para mahasiswa. Sebelumnya, ia juga menciptakan lagu yang berjudul “Pemakaman Harapan”, isinya mengkritik sejumlah kebijakan yang dilakukan pemerintah beberapa pekan ini.

PT Rifan – Bakal Masuk ke Startup, BRI Ventures Siapkan Dana Rp 3,5 T

PT Rifan –Jakarta, CNBC Indonesia– BRI Ventures menyiapkan US$ 250 juta atau Rp 3,5 triliun (kurs Rp 14.000) untuk mengembangkan startup financial technology (fintech). Anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ini akan berperan sebagai investor untuk membangun fintech dalam pembentukan ekosistemnya.

Direktur Digital, Teknologi Informasi dan Operasi Bank BRI Indra Utoyo, mengatakam BRI juga membuka kesempatan bagi fintech agar bisa memanfaatkan platform digital milik BRI yakni BRIAPI (BRI Application Programming Interface).

“Sebagai bank dengan jaringan terbesar di Indonesia, kami ingin membuka peluang berkolaborasi dengan startup fintech. Kami sangat terbuka bagi startup fintech untuk memanfaatkan produk Open Banking BRI atau platform digital milik BRI yakni BRIAPI,” kata Indra, Senin (23/9/2019).

BRIAPI diharapkan bisa menjadi jembatan penghubung antara Bank BRI dan industri startup yang terus berkembang. Utamanya untuk meningkatkan brand awareness transformasi digital yang telah dilakukan Bank BRI kepada pelaku startup.

Bersamaan dengan Indonesia Fintech Summit Expo (IFSE) 2019, BRI menggelar kompetisi pengembangan layanan berbasis BRIAPI sebagai upaya melahirkan inovasi baru maupun solusi dari permasalahan yang ada di tengah masyarakat bernama BRI Hackathon Digital Challenges.

Indra menyataan ajang ini merupakan gelaran yang bertujuan menciptakan solusi dan inovasi-inovasi terbaru untuk membangun ekosistem digital di Indonesia.

“Kita ingin menantang para pengembang aplikasi agar melahirkan produk dan layanan baru bagi masyarakat menggunakan BRIAPI yang sudah kita sediakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan,” jelas Indra.

Nantinya BRIAPI juga menjadi cara bagi Bank BRI untuk membuka potensi kerja sama dengan sekitar 50 startup yang nantinya terpilih dalam event hackhaton tersebut.
Industri fintech kian tumbuh pesat di Indonesia. Mengacu data yang dirilis AFTECH pada tahun ini, dari 235 startup fintech berbagai sektor pada tahun 2018 lalu, sektor payment mencatatkan porsi terbesar mencapai 39%, dan kemudian diikuti oleh sektor lending atau pinjaman di angka 32%.

Dari jumlah tersebut, saat ini sudah terdapat berbagai fintech yang bekerja sama dengan Bank BRI diantaranya Gojek, Shopee, Tokopedia, Dana, Investree, dan lain-lain.

(dob/dob)

PT Rifan – Mantap! Wilton Tender Offer Saham Renuka Rp 250/Saham

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Induk usaha baru dari PT Renuka Coalindo Tbk. (SQMI), yakni Wilton Resources Holding Pte. Ltd. akan melakukan penawaran wajib (tender offer) atas 1,5% saham SQMI yang beredar di publik. Tender offer ini akan dilaksanakan di harga Rp 250/saham, sama dengan nilai akuisisi yang dilakukan perusahaan.

Berdasarkan prospektus yang dirilis perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pelaksanaan tender offer ini akan mulai dilakukan pada 24 September 2019 hingga 23 Oktober 2019. Perusahaan efek yang ditunjuk sebagai pelaksana adalah PT Valbury Sekuritas Indonesia.

Tanggal pembayaran akan jatuh pada 4 November 2019 dan para pemegang saham yang melaksanakan tender ini nantinya akan dikenakan biaya sebesar 0,35% dari nilai transaksi.

Perlu diketahui, Wilton telah menjadi pemegang saham pengendali Renuka, setelah perusahaan ini menyerap seluruh saham yang diterbitkan dalam Penawaran Umum Terbatas (PUT) I dengan total nilai transaksi senilai Rp 3,76 triliun. Jumlah saham yang diserap mencapai 15,06 miliar atau setara dengan kepemilikan 96,95%.

Setelah transaksi ini dilakukan Renuka praktis langsung akan berganti bisnis dari batu bara menjadi pertambangan emas. Wilton Resources Holding (WRH) adalah perusahaan terbatas yang didirikan pada 21 Oktober 2011 di Singapura.

Tujuan dari pengendalian ini adalah untuk memperluas kegiatan usaha WRH di Indonesia. Bisnis WRH beragam, tapi saat ini mereka fokus pada industri pertambangan emas di regional Asia.

Adapun pemegang saham utama WRH ialah Wijaya Lawrence 23,91% yang merupakan pendiri dari perusahaan ini. Sisa saham WRH dipegang oleh Ngiam Mia Je Patrick 14,94%, Seah Cheong Leng dan Ng Suk Kian 8,43%, Winstet Chong Thim Phem 8,06%, dan Law Hui Kun 7,77%.

Kabar rencana tersebut membuat harga saham SQMI melesat naik hingga 17% ke level harga Rp 246/unit. (hps/hps)

PT Rifan – IMB Mau Dihapus, Karena Jokowi Marah Terlalu Banyak Izin

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Agraria dan Tata Ruang & Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil menceritakan latar belakang rencana pemerintah mencabut Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dinilai menjadi salah satu faktor yang menghambat investasi khususnya sektor properti.

Menurut Sofyan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat kesal dengan banyaknya perizinan di Indonesia yang menyebabkan investasi jadi terhambat.

“Pak Presiden pernah mengatakan, ada izin Amdal (Analisa Dampak Lingkungan). Amdal itu apa? Untuk bla…bla…bla. Itu sepanjang kali Citarum semua orang (perusahaan) punya Amdal, tapi semua buang limbahnya ke sungai,” cerita Sofyan, saat Rapat Koordinasi Kadin Bidang Properti, di Jakarta, Rabu (18/09/2019).

Jadi, cerita Sofyan, pemerintah menilai salah satu hambatan masuknya investasi ke Indonesia adalah banyaknya izin yang harus dilengkapi. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) adalah salah satu izin dinilai membuat hambatan investasi bagi sektor properti.

Sofyan mengatakan perlu ada perubahan paradigma. Tidak diperlukan izin yang terlalu banyak kecuali untuk hal yang sangat terbatas.

“Tapi yang penting standar. Misalnya, mau bikin gedung silahkan bikin gedung, ini standarnya. Kalau tidak punya standar kita bongkar gedung ini. Ini tanggungjawab,” kata Sofyan.

Untuk itu pemerintah sedang membuat omnibus law dimana Presiden bisa membuat Kepres atau Perpres dengan mengeyampingkan aturan yang ada. “Semua hambatan akan di clear dan harus bisa jalan. Jangan sampai banyak peraturan yang menghambat investasi,” kata Sofyan.

“Dengan omnibus law kita akan kurangi izin. Karena sekarang termasuk izin itu ada hanya untuk melanggar. Ada IMB, izin bangunan dikasih 400 meter bapak bangun 800 ada yang peduli ga? Nanti kita akan ubah izin itu menjadi standar,” kata Sofyan.

Nanti, kata Sofyan, akan dikurangi izin tapi akan diperbanyak inspektur untuk mengawasi bangunan. Nanti pelaku industri diharapkan bisa lebih bertanggungjawab.

“Jadi bapak-bapak pengusaha, izin IMB itu barangkali tidak diperlukan lagi nanti. Izin-izin yang selama ini merepotkan tidak diperlukan lagi. Tinggal kita buat standar-standarnya saja,” tambah Sofyan.

“Tapi kalau ada yang melanggar standar akan ada sanksi yang keras dan merugikan. Bahkan bisa dipidana,” tegas Sofyan.

PT Rifan – Penjualan Mobil Anjlok, Prospekkah Kinerja Emiten Otomotif?

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Harga saham emiten otomotif cenderung bergerak variatif pada awal perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis ini (19/9/2019). Padahal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat hingga Agustus penjualan mobil turun double digit.

Pada pukul 09:53 WIB, harga saham emiten otomotif naungan Grup Astra kompak melemah. Tercatat, saham PT Asta International Tbk (ASII) terkoreksi 1,43% menjadi Rp 6.600/saham dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) melemah 0,38% ke level Rp 1.300/saham.

ASII dan AUTO juga tertimpa aksi jual oleh investor asing dengan nilai jual bersih masing-masing sebesar Rp 26,77 miliar dan Rp 5,21 miliar.

Berlawanan arah, harga saham PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) menguat 0,35% ke level Rp 1.425/saham dan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) naik 0,29% menjadi Rp 1.755/saham.

Selain itu investor asing juga membukukan aksi beli bersih atas SMSM dan IMAS masing-masing senilai Rp 4 miliar dan Rp 155 juta.

Untuk diketahui, hingga akhir Agustus Gaikindo mencatat penjualan domestik turun 13,5% menjadi 660.286 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 763.444 unit. Ini artinya terdapat selisih capaian penjualan sebanyak 103.158 unit.


Momok utama yang menyebabkan penurunan volume penjualan mobil yaitu rendahnya permintaan dan ketatnya persaingan antarpemain.

Penurunan permintaan mobil dipicu oleh tingginya bunga kredit kepemilikan mobil seiring dengan peningkatan suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, kendati dalam beberapa bulan terakhir suku bunga acuan dipangkas hingga level 5,5% pada 22 Agustus silam.

Sementara itu ketatnya persaingan ditandai dengan masuknya pemain baru dari China, seperti Wuling, yang menawarkan harga lebih rendah. Belum lagi perang harga antarpemain lama.

Lalu, bagaimana performa emiten otomotif sepanjang tahun ini?