• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT Rifan – Dahlan Sebut Ada Prabowo di Ibu Kota RI yang Baru

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan Ibu Kota Negara pindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim).

“Lokasi ibu kota baru yang ideal adalah sebagian Kabupaten Panajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kaltim),” kata Jokowi di Istana Negara, Senin (26/8/2019).

Saat pengumuman hadir Wapres Jusuf Kalla, Gubernur Kaltim Isran Noor, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri PUPR Basuki Hadimuljojo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri KLH Siti Nurbaya, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Dalam kesempatan tersebut di Istana, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor membeberkan detail lokasi ibu kota negara Republik Indonesia yang baru.

Isran menyebut ada dua kecamatan yang bakal menjadi lokasi ibu kota, yaitu Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Sepaku di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Pro-kontra sebelumnya menyeruak soal rencana perpindahan ibu kota ini mengingat kajiannya dinilai masih prematur dan dana yang digelontorkan juga begitu fantastis, Rp 466 triliun. Anggaran ini akan terbagi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), swasta dan Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Menteri BUMN periode 2011-2014 Dahlan Iskan pun menulis dalam blog pribadinya, Disway.id, terkait dengan perpindahan ibu kota ini. Simak berikut ini:

Saya tahu lokasi itu. Yang direncanakan jadi ibu kota baru Republik Indonesia itu. Yang kemarin diumumkan sendiri oleh Bapak Presiden Jokowi itu.

Di Kaltim ada kota besar bernama Balikpapan. Dua jam penerbangan dari Jakarta. Balikpapan disebut juga kota minyak. Sejak zaman Belanda. Ada kilang minyak di sana. Seperti juga Dumai di Riau dan Pangkalan Brandan di Sumut. 

Yang terpenting di Balikpapan ada Teluk Balikpapan. 

Teluk itu sangat panjang. Menjorok masuk ke dalam daratan Kalimantan. Kota Balikpapan berlokasi di mulut kanan Teluk itu. Lokasi ibu kota baru nanti di kiri Teluk tersebut. 

Di tengah teluk itu ada pulau kecil. Saya pernah ingin membelinya. Saya anggap ideal untuk lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir Thorium. Tentu saya urungkan saja niat itu. Pulau itu akan berada persis di depan ibu kota. Posisinya lebih dekat dari Pulau Seribu yang di depan pantai Jakarta. Pulau ini hanya 1 km dari pantai ibu kota baru itu.

Kalau jadi.

Teluk itu begitu panjangnya. Pantai di kiri teluk itu sebagian masuk wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara. Sebagian lagi masuk Kabupaten Kutai Kartanegara. Yakni yang posisinya melengkung di ujung teluk. Melengkung sampai sisi kanan teluk. Sampai dengan wilayah kota Balikpapan.

Dari ibu kota baru itu nanti orang bisa memandang gemerlapannya Kota Balikpapan. Yang konturnya berbukit-bukit. Lampu di atas bukit-bukit itu pun akan terlihat indah. Bercampur dengan lampu di pinggir pantai. Yang pantulan cahayanya berkilauan di atas air laut.

Itu kalau ibu kotanya dibangun di dekat pantai.

Air di teluk ini dalam. Tapi tenang. Tidak pernah terjadi pendangkalan. Tidak ada sungai besar yang bermuara di teluk itu.

Ketika kawasan itu masih hutan pernah disebut sebagai kawasan emas hijau. Kayunya menghasilkan dolar tidak henti-hentinya. Kayu-kayu besar ditebang. Diekspor dalam bentuk gelondongan. Lewat teluk itu.

Hak penebangan hutan itu diberikan ke perusahaan asing. Dari Amerika. Namanya: ITCI (International Timber Corporation Indonesia). Yang berpusat di Oregon itu.

Sebut saja nama ITCI. Di tahun 1970-an. Semua orang Kaltim tahu. Dekade itu saya hidup di Kaltim. Menjadi aktivis mahasiswa di sana. Juga memulai karir wartawan dari sana.

Tentu sudah tidak ada lagi hutan itu di sana. Juga tidak ada lagi ITCI. Pemilik perusahaan itu sudah bukan orang Amerika lagi. Sudah berganti orang Indonesia. Namanya Prabowo Subianto. 

Tapi masih ada tambang-tambang batu bara di sekitarnya. 

Untuk menuju lokasi itu tentu harus melalui mulut Teluk Balikpapan. Mulut teluk ini ramai sekali. Banyak lalu-lintas speed boat. Atau kapal rakyat. Orang Balikpapan banyak yang menyeberang ke Panajam, satu kecamatan di Paser. Orang Panajam banyak menyeberang ke Balikpapan. Hanya 15 menit. 

Dari Panajam itu orang bisa naik mobil sampai jauh sekali. Melintasi trans Kalimantan. Sampai ke Banjarmasin.

Orang Kalsel yang mau ke Samarinda juga bisa ke Panajam dulu. Lalu menyeberang ke Balikpapan. Untuk meneruskan perjalanan dengan mobil sampai Samarinda.

Saya pernah memutuskan untuk menyetujui dibangunnya jembatan tol. Yang membentang panjang di atas mulut teluk itu.

Tahun 1980-an sudah ada jembatan yang menghubungkan dua sisi teluk itu. Letaknya tidak di mulut teluk. Melainkan jauh di dalam teluk. Untuk mendapatkan bentangan jembatan yang lebih pendek. Tapi karena posisi jembatan ini tidak di mulut teluk, tetap saja banyak yang memilih menyeberang dengan speed boat. 

Kini sudah jelas. Lokasi yang disebutkan Bapak Presiden meliputi dua kabupaten: Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Berarti lokasi itu tepat di lengkung terdalam teluk tersebut. Persis di bekas Hak Pengusahaan Hutan ITCI.

Berarti ibu kota baru nanti tidak perlu membangun bandara baru. Cukup menggunakan bandara Balikpapan yang sekarang. 

Toh dari bandara ini sudah dibangun jalan tol ke Samarinda. Sedang dikerjakan. Kelak bisa saja ada exit di jalan tol ini. Exit ke ibu kota –yang entah apa nama kota itu nanti.

Lokasi ini letaknya juga hanya sekitar 40 km dari Bukit Soeharto –yang pernah disebut-sebut sebagai lokasi ibu kota.
Berarti tidak akan ada persoalan tanah. Cukup menggunakan tanah ITCI itu –berapa ribu hektar pun. 

Dan Jakarta tidak perlu galau. Tidak jadi ibu kota kan tidak apa-apa. Masih bisa jadi Bapak Kota.(Dahlan Iskan)

PT Rifan – AS-China Segera Negosiasi Lagi, Bursa China Menguat

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham China dan Hong Kong bergerak di zona hijau pada perdagangan hari ini, Selasa (27/8/2019). Hingga berita ini diturunkan, indeks Shanghai menguat 0,8% ke level 2.886,37, sementara indeks Hang Seng turun tipis 0,1% ke level 25.654,01.

Kembali hadirnya asa damai dagang AS-China menjadi faktor yang memantik aksi beli di bursa saham China.

Berbicara di hadapan reporter di sela-sela pertemuan dengan para pimpinan negara-negara Group of Seven (G-7) di Prancis, Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa kedua negara akan mulai berbincang dengan sangat serius.

“China menelepon delegasi tingkat tinggi kami di bidang perdagangan tadi malam dan mengatakan ‘mari kembali ke meja perundingan’ sehingga kami akan melakukannya dan saya rasa mereka ingin melakukan sesuatu,” kata Trump, dilansir dari CNBC International.

“Mereka telah sangat tersakiti namun mereka sadar bahwa inilah langkah yang tepat untuk dilakukan dan saya memiliki rasa hormat yang besar untuk itu. Ini adalah perkembangan yang sangat positif untuk dunia,” kata Trump lagi.

Sebelumnya, perang dagang kedua negara tereskalasi menjelang dan pada saat akhir pekan. Eskalasi pertama dari pengumuman China bahwa pihaknya akan membebankan bea masuk bagi produk impor asal AS senilai US$ 75 miliar.

Pembebanan bea masuk tersebut akan mulai berlaku efektif dalam dua waktu, yakni 1 September dan 15 Desember. Bea masuk yang dikenakan China berkisar antara 5%-10%.

Lebih lanjut, China juga mengumumkan pengenaan bea masuk senilai 25% terhadap mobil asal pabrikan AS, serta bea masuk sebesar 5% atas komponen mobil, berlaku efektif pada 15 Desember. Untuk diketahui, China sebelumnya telah berhenti membebankan bea masuk tersebut pada bulan April, sebelum kini kembali mengaktifkannya.

“Sebagai respons terhadap tindakan AS, China terpaksa mengambil langkah balasan,” tulis pernyataan resmi pemerintah China, dilansir dari CNBC International.

Eskalasi berikutnya datang dari langkah AS yang merespons bea masuk balasan dari China dengan bea masuk versinya sendiri.

Melalui cuitan di Twitter, Trump mengumumkan bahwa per tanggal 1 Oktober, pihaknya akan menaikkan bea masuk bagi US$ 250 miliar produk impor asal China, dari yang saat ini sebesar 25% menjadi 30%.

Sementara itu, bea masuk bagi produk impor asal China lainnya senilai US$ 300 miliar yang akan mulai berlaku pada 1 September (ada beberapa produk yang pengenaan bea masuknya diundur hingga 15 Desember), akan dinaikkan menjadi 15% dari rencana sebelumnya yang hanya sebesar 10%.

“…Yang menyedihkan, pemerintahan-pemerintahan terdahulu telah membiarkan China lolos dari praktek perdagangan yang curang dan tidak berimbang, yang mana itu telah menjadi beban yang sangat berat yang harus ditanggung oleh masyarakat AS. Sebagai seorang Presiden, saya tak lagi bisa mengizinkan hal ini terjadi!….” cuit Trump melalui akun @realDonaldTrump.

PT Rifan – Takut Resesi! Harga Emas Melesat, Bakal ke US$ 2.000/Oz Nih?

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Pergerakan harga emas dunia masih sangat terbatas seiring tingkat ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi. Harga emas juga masih bertengger di kisaran level tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Pada perdagangan hari Selasa (27/8/2019) pukul 09:00 WIB, harga emas kontrak pengiriman Desember di bursa New York Commodities Exchange (COMEX) naik tipis 0,07% ke level US$ 1.538,3/troy ounce (Rp 692.482/gram).

Adapun harga emas di pasar spot menguat 0,17% menjadi US$ 1.528,66/troy ounce (Rp 688.142/gram).

Di sesi perdagangan kemarin (26/8/2019), harga emas COMEX dan spot terkoreksi masing-masing sebesar 0,03% dan 0,01%.
Sentimen yang masih mewarnai pergerakan harga emas hingga hari ini adalah perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China.

Sebagaimana yang telah diketahui, akhir pekan lalu eskalasi perang dagang semakin mendekat, bahkan sudah di depan mata.

China mengumumkan rencana peningkatan bea masuk sebesar 5-10% atas produk impor asal AS senilai US$ 75 miliar. Bea masuk ini mulai berlaku efektif dalam dua waktu, yaitu 1 September dan 15 Desember 2019.

Negeri Tirai Bambu juga akan kembali mengenakan bea masuk 25% terhadap mobil-mobil pabrikan AS, serta bea masuk 5% untuk komponennya mulai 15 Desember nanti.

Sebenarnya untuk mobil AS, China sudah pernah mengenakan bea masuk tersebut. Hanya saja pada bulan April silam, pemerintah setempat memutuskan untuk menghapusnya. 

Selanjutnya Presiden AS, Donald Trump, juga melontarkan serangan balasan berupa kenaikan bea masuk produk China senilai US$ 250 miliar menjadi 30% (dari yang semula 25%) mulai 1 Oktober mendatang.

Sementara itu, bea masuk bagi produk impor asal China lainnya senilai US$ 300 miliar yang akan mulai berlaku pada 1 September (ada beberapa produk yang pengenaan bea masuknya diundur hingga 15 Desember), akan dinaikkan menjadi 15% dari rencana sebelumnya yang hanya sebesar 10%.

Namun setelah itu Trump mengatakan bahwa kedua negara akan mulai melanjutkan perundingan dagang dengan serius.

“China menelepon delegasi tingkat tinggi kami di bidang perdagangan tadi malam dan mengatakan ‘mari kembali ke meja perundingan’ sehingga kami akan melakukannya dan saya rasa mereka ingin melakukan sesuatu. Mereka telah sangat tersakiti namun mereka sadar bahwa inilah langkah yang tepat untuk dilakukan dan saya memiliki rasa hormat yang besar untuk itu. Ini adalah perkembangan yang sangat positif untuk dunia,” kata Trump, dilansir dari CNBC International.

Akan tetapi pernyataan Trump dibantah oleh Pemimpin Redaksi Global Times, Hu Xinjin.

“Berdasarkan yang saya tahu, delegasi tingkat tinggi dari China dan AS tidak menggelar perbincangan melalui sambungan telepon dalam beberapa hari terakhir,” tulis Hu melalui akun Twitternya.

Lebih lanjut, Hu menyebut bahwa komunikasi memang terjadi, namun pada level yang jauh lebih rendah, sehingga pernyataan yang dilontarkan oleh Trump tidaklah tepat.

“Kedua pihak telah menjaga komunikasi di level bawah (technical level), itu tidaklah memiliki signifikansi seperti yang dikesankan oleh Presiden Trump.

Hu pu menyebut bahwa China tak mengubah posisinya dalam hal perang dagang dengan AS.

“China tak mengubah posisinya. China tak akan tunduk kepada tekanan dari AS,” kata Hu untuk menutup cuitannya.

Sebagai informasi, Global Times merupakan media yang berada di bawah naungan People’s Daily. People’s Daily sendiri merupakan koran yang dikendalikan oleh Partai Komunis China.

PT Rifan – Asa Damai Dagang Membuncah Lagi, Bursa Saham Asia Menghijau

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia bergerak di zona hijau pada perdagangan hari ini. Hingga berita ini diturunkan, indeks Nikkei melejit 1,18%, indeks Shanghai menguat 0,81%, indeks Straits Times naik 0,11%, dan indeks Kospi terapresiasi 0,9%.

Kembali hadirnya asa damai dagang AS-China menjadi faktor yang memantik aksi beli di bursa saham Benua Kuning. Berbicara di hadapan reporter di sela-sela pertemuan dengan para pimpinan negara-negara Group of Seven (G-7) di Prancis, Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa kedua negara akan mulai berbincang dengan sangat serius.

“China menelepon delegasi tingkat tinggi kami di bidang perdagangan tadi malam dan mengatakan ‘mari kembali ke meja perundingan’ sehingga kami akan melakukannya dan saya rasa mereka ingin melakukan sesuatu. Mereka telah sangat tersakiti namun mereka sadar bahwa inilah langkah yang tepat untuk dilakukan dan saya memiliki rasa hormat yang besar untuk itu. Ini adalah perkembangan yang sangat positif untuk dunia,” kata Trump, dilansir dari CNBC International.

Komentar dari Trump tersebut datang pasca sebelumnya Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin sudah mendinginkan suasana terlebih dahulu. Mnuchin memberi sinyal bahwa AS masih sangat terbuka untuk meneken kesepakatan dagang dengan China, asalkan kesepakatannya merupakan kesepakatan yang adil dan berimbang.

“Jika China setuju terhadap sebuah hubungan yang adil dan berimbang, kami akan menandatangani kesepakatan (dagang) itu dalam sekejap,” kata Mnuchin, dilansir dari CNBC International.

Sebelumnya, perang dagang kedua negara tereskalasi menjelang dan pada saat akhir pekan. Eskalasi pertama dari pengumuman China bahwa pihaknya akan membebankan bea masuk bagi produk impor asal AS senilai US$ 75 miliar. Pembebanan bea masuk tersebut akan mulai berlaku efektif dalam dua waktu, yakni 1 September dan 15 Desember. Bea masuk yang dikenakan China berkisar antara 5%-10%.

Lebih lanjut, China juga mengumumkan pengenaan bea masuk senilai 25% terhadap mobil asal pabrikan AS, serta bea masuk sebesar 5% atas komponen mobil, berlaku efektif pada 15 Desember. Untuk diketahui, China sebelumnya telah berhenti membebankan bea masuk tersebut pada bulan April, sebelum kini kembali mengaktifkannya.

“Sebagai respons terhadap tindakan AS, China terpaksa mengambil langkah balasan,” tulis pernyataan resmi pemerintah China, dilansir dari CNBC International.

Eskalasi berikutnya datang dari langkah AS yang merespons bea masuk balasan dari China dengan bea masuk versinya sendiri. Melalui cuitan di Twitter, Trump mengumumkan bahwa per tanggal 1 Oktober, pihaknya akan menaikkan bea masuk bagi US$ 250 miliar produk impor asal China, dari yang saat ini sebesar 25% menjadi 30%.

Sementara itu, bea masuk bagi produk impor asal China lainnya senilai US$ 300 miliar yang akan mulai berlaku pada 1 September (ada beberapa produk yang pengenaan bea masuknya diundur hingga 15 Desember), akan dinaikkan menjadi 15% dari rencana sebelumnya yang hanya sebesar 10%.

“…Yang menyedihkan, pemerintahan-pemerintahan terdahulu telah membiarkan China lolos dari praktek perdagangan yang curang dan tidak berimbang, yang mana itu telah menjadi beban yang sangat berat yang harus ditanggung oleh masyarakat AS. Sebagai seorang Presiden, saya tak lagi bisa mengizinkan hal ini terjadi!….” cuit Trump melalui akun @realDonaldTrump.

Jika dua negara dengan nilai perekonomian terbesar di dunia tersebut bisa segera meneken kesepakatan dagang, tentu perekonomian global bisa dipacu untuk melaju di level yang relatif tinggi.

PT Rifan – Tarik Nafas Dulu, IHSG Mau Ngebut Tapi Masih Ragu

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini dengan apresiasi sebesar 0,48% ke level 6.244,57. Pada pukul 09:15 WIB, indeks saham acuan di Indonesia tersebut membukukan apresiasi sebesar 0,18% ke level 6.225,86.

Kinerja IHSG senada dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang juga sedang bergerak di zona hijau. Hingga berita ini diturunkan, indeks Nikkei melejit 1,3%, indeks Shanghai melesat 1,12%, indeks Straits Times naik 0,11%, dan indeks Kospi terapresiasi 0,98%.

Kembali hadirnya asa damai dagang AS-China menjadi faktor yang memantik aksi beli di bursa saham Benua Kuning. Berbicara di hadapan reporter di sela-sela pertemuan dengan para pimpinan negara-negara Group of Seven (G-7) di Prancis, Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa kedua negara akan mulai berbincang dengan sangat serius.

“China menelepon delegasi tingkat tinggi kami di bidang perdagangan tadi malam dan mengatakan ‘mari kembali ke meja perundingan’ sehingga kami akan melakukannya dan saya rasa mereka ingin melakukan sesuatu. Mereka telah sangat tersakiti namun mereka sadar bahwa inilah langkah yang tepat untuk dilakukan dan saya memiliki rasa hormat yang besar untuk itu. Ini adalah perkembangan yang sangat positif untuk dunia,” kata Trump, dilansir dari CNBC International.

Komentar dari Trump tersebut datang pasca sebelumnya Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin sudah mendinginkan suasana terlebih dahulu. Mnuchin memberi sinyal bahwa AS masih sangat terbuka untuk meneken kesepakatan dagang dengan China, asalkan kesepakatannya merupakan kesepakatan yang adil dan berimbang.

“Jika China setuju terhadap sebuah hubungan yang adil dan berimbang, kami akan menandatangani kesepakatan (dagang) itu dalam sekejap,” kata Mnuchin, dilansir dari CNBC International.

Sebelumnya, perang dagang kedua negara tereskalasi menjelang dan pada saat akhir pekan. Eskalasi pertama dari pengumuman China bahwa pihaknya akan membebankan bea masuk bagi produk impor asal AS senilai US$ 75 miliar. Pembebanan bea masuk tersebut akan mulai berlaku efektif dalam dua waktu, yakni 1 September dan 15 Desember. Bea masuk yang dikenakan China berkisar antara 5%-10%.

Lebih lanjut, China juga mengumumkan pengenaan bea masuk senilai 25% terhadap mobil asal pabrikan AS, serta bea masuk sebesar 5% atas komponen mobil, berlaku efektif pada 15 Desember. Untuk diketahui, China sebelumnya telah berhenti membebankan bea masuk tersebut pada bulan April, sebelum kini kembali mengaktifkannya.

“Sebagai respons terhadap tindakan AS, China terpaksa mengambil langkah balasan,” tulis pernyataan resmi pemerintah China, dilansir dari CNBC International.

Eskalasi berikutnya datang dari langkah AS yang merespons bea masuk balasan dari China dengan bea masuk versinya sendiri. Melalui cuitan di Twitter, Trump mengumumkan bahwa per tanggal 1 Oktober, pihaknya akan menaikkan bea masuk bagi US$ 250 miliar produk impor asal China, dari yang saat ini sebesar 25% menjadi 30%.

Sementara itu, bea masuk bagi produk impor asal China lainnya senilai US$ 300 miliar yang akan mulai berlaku pada 1 September (ada beberapa produk yang pengenaan bea masuknya diundur hingga 15 Desember), akan dinaikkan menjadi 15% dari rencana sebelumnya yang hanya sebesar 10%.

“…Yang menyedihkan, pemerintahan-pemerintahan terdahulu telah membiarkan China lolos dari praktek perdagangan yang curang dan tidak berimbang, yang mana itu telah menjadi beban yang sangat berat yang harus ditanggung oleh masyarakat AS. Sebagai seorang Presiden, saya tak lagi bisa mengizinkan hal ini terjadi!….” cuit Trump melalui akun @realDonaldTrump.

Jika dua negara dengan nilai perekonomian terbesar di dunia tersebut bisa segera meneken kesepakatan dagang, tentu perekonomian global bisa dipacu untuk melaju di level yang relatif tinggi.

BI Ramal Inflasi Agustus 0,20% Gegara Cabai Merah

PT Rifan –  Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) memproyeksi terjadi inflasi pada Agustus 2019 sebesar 0,20%. Ramalan ini berdasarkan survei pemantauan harga yang dilakukan BI pada minggu ketiga di bulan ini.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, inflasi secara tahunan (Year on Year/YoY) sebesar 3,52%. Adapun andil inflasi tertinggi disebabkan oleh cabai merah.

“Nah penyumbang inflasi masih yang paling besar cabai merah dengan andil 0,15%, emas 0,07%, cabai rawit 0,05%. Ada juga tarif PDAM 0,01%. Itulah penyumbang, tertinggi masih cabai 0,15% dan cabai rawit 0,05%,” ujar Perry di Gedung BI, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Menurutnya, selama Agustus ada juga beberapa bahan pangan yang mengalami penurunan harga dan menyumbang deflasi. Diantaranya bawang hingga angkutan tarif udara.

“Ada deflasi dari tarif angkutan udara 0,09%, bawang merah 0,06% dan beberapa sayuran yang lain,” jelasnya.

Perry meyakinkan, kenaikan harga cabai hanya sementara karena mengikuti musim. Ia yakin, saat musim panen nanti, harga cabai akan kembali turun.

Sedangkan untuk komoditas pangan lain juga telah dilakukan antisipasi terkait proyeksi kemarau panjang. Rapat telah dilakukan bersama dengan Kementerian terkait termasuk Bulog yang meyakinkan stoknya terutama beras, aman.

“Kami perkirakan 2 bulan lagi ada kenaikan produksi. Sehingga secara keseluruhan kami yakini pengaruhnya lebih sifat temporer. Makanya kami yakin inflasi akhir tahun di bawah 3,5%,” tegasnya. (dru)

Perang Dagang AS-China Bikin Gemetar, BI Jadi Makin Longgar

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Perang dagang AS-China yang bikin gemetar menjadi alasan dibalik sikap Bank Indonesia (BI) yang makin longgar saja.

Pasca menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) selama dua hari yang dimulai kemarin (21/8/2019) dan berakhir hari ini (22/8/2019), BI memutuskan untuk memangkas tingkat suku bunga acuan sebesar 25 bps, menandai pemangkasan selama dua bulan beruntun.

“Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Agustus 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,5%,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI, Kamis (22/8/2019).

Perry menjelaskan bahwa ada tiga alasan utama dibalik pemangkasan tingkat suku bunga acuan yang dieksekusi pada hari ini, di mana salah satunya adalah risiko perlambatan ekonomi global yang bisa datang seiring dengan berlanjutnya perang dagang AS-China.

Dalam memaparkan hasil RDG pada pekan ini, berulang kali BI menyebut perang dagang antar dua negara dengan nilai perekonomian terbesar di dunia tersebut. Di awal konferensi pers, BI menyebut bahwa perang dagang AS-China telah menekan laju perekonomian dunia.

“Berlanjutnya trade war dan sejumlah risiko makin menekan volume perdagangan dunia. Perekonomian AS melambat akibat menurunnya ekspor dan investasi non residensial. Pertumbuhan ekonomi Eropa, Jepang, China, dan India juga lebih rendah, dipengaruhi kinerja eksternal dan permintaan domestik,” papar Perry.

Begitu panasnya tensi perang dagang antara pemerintahan Presiden Donald Trump dengan Presiden Xi Jinping tersebut membuat BI perlu menyesuaikan kebijakan suku bunga acuannya jika tak ingin Indonesia terseret ke dalam arus perlambatan ekonomi dunia.

“Dinamika ekonomi global perlu dipertimbangkan dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi domestik dan arus masuk modal asing sebagai penopang stabilitas eksternal,” lanjut Perry.

Bahkan, BI mengamini bahwa perang dagang AS-China bisa terus berlarut-larut dan memaksa The Federal Reserve (The Fed) selaku bank sentral AS untuk bertindak lebih agresif dalam memangkas tingkat suku bunga acuan. Sebagai informasi, pada bulan lalu The Fed memangkas tingkat suku bunga acuan sebesar 25 bps, menandai pemangkasan pertama dalam 11 tahun.

“Kalau terjadi long trade war, kemungkinan pertumbuhan ekonomi AS turun dan kemungkinan bacaan kami, pasar perkirakan Federal Funds Rate (FFR) turun lagi setelah Juli, bisa dua kali dan tiga kali,” papar Perry.

Sejauh ini, AS telah mengenakan bea masuk baru bagi produk impor asal China senilai US$ 250 miliar, sementara pihak China membalas dengan mengenakan bea masuk baru bagi produk impor asal AS senilai US$ 110 miliar.

Pada awal bulan ini, Trump mengumumkan bahwa AS akan mengenakan bea masuk baru senilai 10% bagi produk impor asal China senilai US$ 300 miliar yang hingga kini belum terdampak perang dagang. Kebijakan ini sejatinya akan mulai berlaku pada tanggal 1 September, sebelum kemudian AS sedikit melunak dengan menunda pengenaan bea masuk baru bagi beberapa produk hingga pertengahan Desember 2019.

Kala AS dan China selaku dua negara dengan nilai perekonomian terbesar di dunia terus saling balas mengenakan bea masuk, memang aktivitas konsumsi dan investasi akan terpengaruh yang pada akhirnya membuat aktivitas perdagangan dunia menjadi lesu.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(ank/ank)

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – RAYAKAN HUT RI KE-74, SELURUH CABANG RFB SERENTAK GELAR ANEKA LOMBA

k1

Jakarta – Menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, pada 17 Agustus 2019 seluruh cabang PT Rifan Financindo Berjangka menggelar aneka lomba serentak. Di antaranya perlombaan makan kerupuk, membawa kelereng, memasukkan paku ke dalam botol, dan yel-yel antar tim marketing.

Seluruh peserta lomba merupakan tim marketing dan para karyawan back office, tak terkecuali sejumlah team leader dan pimpinan cabang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Salah satu Pimpinan Cabang yaitu Cabang RFB AXA, Jakarta Isriyetty mengatakan bahwa momen 17 Agustus sangat bagus untuk membangkitkan semangat dan merenungkan nilai-nilai patriotisme.

k2

Terutama untuk para marketing, semangat dan motivasi dalam mengejar target menjadi bahan bakar utama untuk sampai kepada tujuan. Dan melalui momen ini mereka pun kembali diingatkan akan nilai-nilai yang dulu dimiliki oleh pahlawan di masa lampau.

Sementara itu, Kepala Cabang RFB Semarang, Mia Amalia mengungkapkan dalam upacara bendera yang dipimpinnya bersama seluruh staf dan team leader dalam balutan beragam busana daerah, “Kita harus mampu bersaing dan terus memegang teguh nilai-nilai perjuangan pahlawan bangsa kita terdahulu, dalam konteks dunia pekerjaan saat ini. Kita sudah merdeka. Dan, sebagai bangsa yang berdaulat kita juga harus terus berjuang supaya merdeka dari kemiskinan dan ketertinggalan.

k3

Sementara itu Kepala Cabang RFB Pekanbaru, Liwan berujar bahwa semangat juang ‘45 yang diwariskan para pahlawan hendaknya meresap ke dalam jiwa setiap individu yang berjuang untuk keluarga dan impiannya dengan bekerja di RFB.

Perjuangan itu tidak hanya bermakna melawan penjajah tetapi, melawan semua hambatan, hal negatif dan kendala secara pribadi. Seperti rasa malas, tidak mau bermimpi, menyerah pada keadaan dan sebagainya.

k4

Lebih lanjut CEO RFB, Teddy Prasetya menyampaikan pesan bahwa sebagai keluarga besar di PT Rifan Financindo Berjangka, kita semua adalah satu, yang bergerak, dan berjuang ke satu tujuan yaitu menjadi besar dan kuat di industri.

Setiap individu di RFB dalam tim kerja manapun harus selalu mengutamakan kerjasama yang erat. Tanpa kerjasama, mustahil cita-cita bersama akan terwujud. Semua individu di sini adalah penting. Semua memiliki kontribusi dan hasil yang sama jika sungguh-sungguh melakukan yang terbaik demi perusahaan.

k5

“Di tempat ini, harapan, dan perjuangan rekan-rekan berada, maka merdeka lah dari ketakutan akan kegagalan, ketidakmampuan, dan rasa percaya diri yang kurang. Karena di tempat ini, kalian akan mewujudkan impian untuk membahagiakan orang-orang yang dicintai dengan perjuangan yang nyata dan sikap pantang menyerah dari tantangan apapun,” tandasnya.

Dokumentasi :

k6

PT Rifan – Soal Tata Ruang Ibu Kota Baru, Konsultan Asing Dilibatkan?

PT Rifan – Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian ATR/BPN sedang menyiapkan penataan ruang dan pengadaan tanah ibu kota baru di Kalimantan

Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil mengatakan ibu kota baru yang dipersiapkan saat ini merupakan ibu kota Indonesia untuk 1.000 tahun yang akan datang, artinya harus dipersiapkan secara matang sesuai dengan visi masa depan. Untuk itu bila perlu kolaborasi dengan konsultan internasional yang pernah punya pengalaman dalam hal pemindahan ibu kota.


“Kualifikasi perancang tata ruang akan kita cari yang terbaik yang sesuai dengan visi masa depan. Tidak harus tenaga impor, kalau ada orang Indonesia lebih bagus tetapi yang paling penting adalah kolaborasi dengan konsultan-konsultan internasional yang sudah berpengalaman dalam hal pemindahan ibu kota,” kata Sofyan dalam keterangan resminya, Rabu (21/8/2019)

Mantan Menteri BUMN ini mengatakan kawasan calon ibu kota baru ini perlu dipersiapkan lahan seluas 2.000-3.000 hektare.

————————————————————————————————————
– Iklan –
Perdagangan Berjangka Makin Bergairah – PT RIFAN FINANCINDO
Investasi Emas Diprediksi Jadi Pilihan Realistis di Tahun Politik – RIFAN FINANCINDO
Rifan Financindo Berjangka Bidik Investasi Emas – PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Emas Diprediksi Jadi Produk Derivatif Primadona – PT RFB
– Iklan –
————————————————————————————————————

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah mengatakan bahwa groundbreaking untuk menyiapkan ibu kota baru akan dimulai pada 2020.
Pemindahan ibu kota perlu didukung oleh fondasi yang kuat terutama dalam pertanahan dan tata ruang.

“Untuk pemindahan ibu kota, Kementerian ATR/BPN sedang menyiapkan penataan ruang dan pengadaan tanahnya,” ujarnya.

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – RFB BANDUNG SAPA JURNALIS KOTA KEMBANG

b1

Rabu, 31 Juli 2019 – PT. Rifan Financido Berjangka (RFB) cabang Bandung pada hari Rabu 31 Juli 2019 melaksanakan kegiatan Press Conference yang dihadiri oleh lebih dari 20 teman-teman jurnalis yang ada di kota Bandung.
Kegiatan Press Conference ini bertujuan untuk memberikan pemaparan kinerja RFB cabang Bandung pada Semester I tahun ini dan juga untuk memberikan edukasi lebih lanjut kepada teman-teman jurnalis tentang apa itu Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK). Dan acara ini dihadiri oleh Ovide Decroli, Direktur Utama RFB dan Anthony Martanu selaku Pimpinan RFB cabang Bandung.

 

Dalam acara ini, Anthony Martanu menegaskan bahwa tim nya selalu konsisten menjaga pertumbuhan positif. Karena cabang Bandung menjadi barometer untuk kinerja di wilayah Jawa Barat.

b2
Selain jumlah penduduk yang besar. Bandung merupakan kota dengan tingkat laju pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi yaitu di atas 7%. Kota priangan ini juga menjadi sentra penghasil beberapa komoditas seperti kopi yang menjadi salah satu komoditas unggulan, dan termasuk produk yang diperdagangkan dalam kontrak investasi berjangka di industri Perdagangan Berjangka Komoditi.

“Kami yakin bahwa animo investasi berjangka di Bandung akan sama bergairahnya dengan instrumen investasi lainnya kelak. Tantangan kami sekarang pada edukasi. Untuk ini, kami sudah buatkan program khusus terutama dengan menggandeng teman-teman media terlebih dahulu untuk membagikan pemahaman dari sisi industri, potensi keuntungan dan risiko sebagai gerbang awal edukasi kepada seluruh masyarakat,” ungkap Ovide.

b3

Kemudian Anthony menambahkan, selama tiga tahun terakhir, RFB cabang Bandung terus gencar melakukan edukasi terhadap calon nasabah atau investor. Edukasi tersebut dilakukan dengan memberikan informasi yang benar dan Pemahaman yang tepat. Bahkan sebelum nasabah bertransaksi, RFB akan memberikan simulasi perdagangan sehingga nasabah benar-benar paham. Dengan edukasi yang kuat, Anthony yakin peluang bagi industri perdagangan berjangka komoditi di Bandung akan tumbuh lebih tinggi lagi.