• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Memelihara Keutuhan NKRI, Kemensos Perkuat Relawan Pelopor Perdamaian

RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – JAKARTA – Kementerian Sosial terus memperkuat jumlah maupun kompetensi Pelopor Perdamaian di seluruh Tanah Air sebagai relawan kemanusiaan untuk memelihara perdamaian dan keutuhan NKRI.

“Kita targetkan pertumbuhan relawan Pelopor Perdamaian secara nasional sebanyak 200 sampai 500 orang setiap tahunnya. Sampai 2020 diharapkan telah tersedia 5.000 Tenaga Pelopor Perdamaian,” kata Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan, para Pelopor Perdamaian selain berperan menjadi relawan kemanusiaan untuk memelihara perdamaian dan keutuhan NKRI, juga melakukan pemetaan sosial, deteksi dini, kampanye perdamaian dan rekonsiliasi antar kelompok/komunitas yang berkonflik sosial serta pemulihan dan integrasi sosial.

Sejak 2015 hingga saat ini jumlah Pelopor Perdamaian sebanyak 1.644 orang yang menyebar hampir di seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia.

“Peran strategis Pelopor Perdamaian terbukti dibutuhkan ketika pemulangan Eks Gafatar, rekonsiliasi konflik sosial di Mesuji Lampung, penanganan penyintas petani Teluk Jambe, penanganan pengungsi Rohingya dan berbagai penanganan bencana sosial politik dan ekonomi di daerah rawan konflik sosial,” tambah Harry Hikmat.

Harry menjelaskan, masih sering terjadinya konflik sosial dan bencana sosial lainnya di tanah air mendorong pemerintah terus meningkatkan jumlah Pelopor Perdamaian.

Di samping itu, pembentukan Pelopor Perdamaian juga merupakan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Penanganan Konflik Sosial. “UU telah menegaskan kedudukan Pemerintah dan masyarakat sama pentingnya dalam penanganan konflik sosial yaitu sebagai fasilitator dan pelaksana. Untuk itulah Pelopor Perdamaian dibentuk,” tegas Harry.

Kementerian Sosial telah memiliki satuan relawan dan pendamping sosial yang berfungsi untuk membantu masyarakat dalam mengatasi bencana alam dan kemiskinan.

Mereka adalah Taruna Siaga Bencana dan Pendamping Program Keluarga Harapan. Dikatakan Harry sinergitas dan kolaborasi bahu membahu antara 1.600 Pelopor Perdamaian 25.000 Pendamping PKH, akan dapat membantu masyarakat dalam menangani korban bencana alam, korban bencana sosial dan fakir miskin serta kelompok rentan yang harus dilindungi dan dipenuhi kebutuhan dasar dan psikologisnya.

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Harapan L Gaol menegaskan kedudukan pemerintah sama pentingnya dengan masyarakat dalam penanggulangan konflik atau bencana sosial lainnya.

“Pemerintah tidak mungkin melakukan sendiri, maka peran masyarakat sangat penting dalam hal ini,” kata Gaol.

(aky)

Sumber: oke.com

Rhd – rifanfinancindo
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA