• PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
    • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sedih! Pegawai Facebook Ini Tinggal di Garasi, Nih Kisahnya

RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – JAKARTA –  Facebook merupakan salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Namun demikian, itu tampaknya tak menjadi jaminan pegawainya bisa hidup dengan baik.

Nicole, salah satu pekerja Facebook dan suaminya yang juga bekerja di kafetaria Facebook, tinggal di garasi dua mobil bersama anak-anak mereka yang masing-masing berusia 9 tahun, 8 tahun, dan 4 tahun.

Keluarga dengan lima orang anggota keluarga ini tinggal di tempat sempit di sebelah rumah orangtua Victor selama tiga tahun. Tiga tempat tidur memadati dinding belakang, sementara sofa dan meja kopi menandai bagian depan ruangan sebagai ruang tamu.

Pakaian digantung rapi dari lintasan pintu garasi. Keluarga berjalan di sebelah menggunakan kamar mandi dan dapur. “Tidak mudah, terlebih saat sedang hujan,” kata Victor baru-baru ini.

“Putri kami terus bertanya kepada kami kapan dia akan mendapatkan kamarnya sendiri, dan kami tidak tahu harus memberi tahu dia,” tambah Nicole seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (27/7/2017).

Pada Jumat, pasangan tersebut berada di antara sekira 500 pekerja kafetaria Facebook yang memilih bergabung dengan serikat pekerja, Unite Here Local 19. Mereka merupakan kelompok pekerja industri berteknologi terbaru yang berusaha untuk berserikat dengan harapan mencapai standar kehidupan yang lebih baik.

Baik Facebook maupun jasa kontraktor layanan makanan, Flagship Facility Services, menentang serikat pekerja. Bekerja di kafetaria Facebook merupakan pekerjaan yang patut ditiru dalam banyak hal.

Nicole menghasilkan USD19,85 per jam sebagai upah, sementara Victor menghasilkan USD17,85. Mereka mendapatkan banyak untuk memenuhi syarat untuk perawatan kesehatan negara, namun tak cukup untuk membayar asuransi kesehatan yang ditawarkan oleh atasan mereka.

Mereka juga kerap berjuang mencari uang untuk kebutuhan dasar seperti makanan dan pakaian untuk anak-anak mereka. Victor baru saja meminjam uang dari ibunya untuk mengadakan pesta ulang tahun untuk salah satu putrinya.

(Baca juga: Ups! Umbar Data Privasi, Facebook Digugat Pengguna di Austria)

Terkadang, tantangan membuat pasangan nostalgia untuk hari sebelum Facebook pindah ke Menlo Park. Ketika Victor tumbuh dewasa, ayahnya bisa membeli rumah kecil di sana dari penghasilannya sebagai penata tanah.

Kemudian, awal hubungan mereka, Nicole dan Victor memperoleh sekira USD12 per jam sebagai manajer di Chipotle dan mampu membeli apartemen mereka sendiri.

“Saya merasa lebih aman di pekerjaan saya yang lain. Anda tak memiliki orang yang melihat Anda.

Sekarang ia (Nicole) bekerja di kafetaria dengan nama seperti ‘Epic’ dan ‘Living the Dream’, dan jarak antara dua kelas pakerja Facebook bisa terasa sangat besar.

“Mereka melihat kita seperti kita lebih rendah, seperti kita masalah. Kami tak mewujudkan mimpinya. Teknisi menjalani mimpinya,” kata Nicole.

“Ini untuk mereka,” lanjutnya.

Di samping itu, di akhir setiap shift, Nicole memperhatikan sejumlah besar makanan sisa yang masuk ke kompos, makanan yang tak diizinkan dibawa pulang.

Selain itu, pekerja kafetaria tak bisa mengakses layanan kesehatan dari klinik medis Facebook. Raksasa media sosial itu baru-baru ini mengadakan acara ‘Bring your kids to work’, tapi anak-anak pekerja kafetaria tak diperbolehkan.

Seorang juru bicara Facebook mengatakan bahwa tak ada kontingen atau pekerja kontrak perusahaan yang memiliki akses seperti klik, gym, atau membawa anak di hari kerja, namun kebijakan lain adalah masalah antara kontraktor dan pekerja. (din)    

 

 

 

Sumber: news.okezone.com

Rhd – rifanfinancindo
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA